Tipe Interaksi Antar Organisme dan Penjelasannya

Diposting pada
Rate this post

Tipe Interaksi Antar Organisme

Interaksi yang berarti serangkaian hubungan antar organisme atau spesies pada suatu lingkungan alam terdiri dari beberapa tipe. Interaksi ini sendiri terjadi karena setiap individu yang ada di lingkungan tidak dapat berdiri sendiri. Yang berarti dalam setiap kegiatan dan pemenuhan kebutuhan hidupnya membutuhkan peran organisme lain.

Setiap organisme baik yang hidup sendiri atau secara berkelompok di dalam suatu arti ekosistem sudah tentu akan saling berinteraksi dengan individu atau berkelompok jenis lainnya. Hubungan yang terjadi dapat bersifat positif, negatif, atau kombinasi dari keduanya.

Interaksi Antar Organisme

Interaksi antar spesies di dalam suatu populasi adalah bentuk kejadian yang wajar pada komunitas. Interaksi tersebut umumnya mudah untuk dipelajari dan dapat mempengaruhi kecepatan pertumbuhan kehidupan pada populasi.

Setiap individu dalam suatu populasi dan ekosistem memiliki peran masing-masing. Misalnya saja dalam situasi yang natural organisme lain mampu melengkapi lingkungan. Hal yang terpenting dari adanya interaksi antar organisme adalah penyediaan bahan makanan, sebagai tempat berlindung, dan melengkapi kebutuhan lainnya.

Interaksi berdasarkan dampak positif dan negatifnya pada interaksi antara dua spesies dibagi menjadi dua, simbiosa dan antagonisma. Simbiosa dominan menghasilkan hubungan yang saling menguntungkan, sementara pada antagonisme kedua pihak bisa jadi mendapatkan kerugian.

Namun interaksi yang terjadi antar organisme tidak hanya dilihat dari sifat positif dan negatifnya. Setelah ini akan dibahas mengenai tipe-tipe interaksi antar organisme yang terjadi pada ekosistem.

Tipe Interaksi Antar Organisme

Tipe interaksi antar organisme setidaknya terdiri dari sepuluh tipe. Umumnya yang paling diketahui oleh kita adalah simbiosis, meliputi simbiosis mutualisme, komensalisme, parasitisme, dan amensalisme. Meskipun masih ada interaksi antar organisme lain yang terjadi, berikut penjelasannya.

  1. Netral

Interaksi netral atau netralisme terjadi antara dua atau lebih spesies yang berbeda jenis, akan tetapii satu sama lainnya tidak terpengaruh dan tidak saling mempengaruhi. Serta pada tipe interaksi ini tidak akan ada yang diuntungkan maupun dirugikan. Hal ini disebabkan organisme yang berbeda tersebut memiliki kebutuhan masing-masing, namun keberadaan keduanya dalam interaksi berperan saling melengkapi.

Interaksi yang netral umumnya terjadi antara komponen biotik dengan komponen abiotik, misalnya cahaya matahari dengan tumbuhan, dan faktor alam lainnya

Contoh dari interaksi netral antar organisme

Yaitu

  1. Pada mikoriza dengan tumbuhan gandaria, dimana mikoriza melengkapi pertumbuhan tanaman gandaria dengan mengankut nitrogen ke dalam akar tanaman.
  1. Predasi

Predasi adalah salah satu tipe interaksi antar organisme dengan dua peran berbeda, yaitu pemangsa dan mangsa. Pemasngsa disebut juga sebagai predator, hubungannya dengan mangsa tidak dapat dipisahkan karena tanpa mangsa yang dijadikan manfaat makanan predator tidak mampu bertahan hidup.

Walaupun berdampak buruk pada kehidupan mangsa yang dijadikan makanan predator. Akan tetapi dalam suatu ekosistem predator berperan sebagai pengontrol jumlah populasi dari mangsa. Tipe hubungan antar organisme predasi berlangsung hampir di seluruh habitat yang ditempati oleh makhluk hidup.

Contoh dari interaksi predasi antar organisme

Yaitu rusa atau kijang yang dimangsa oleh singa

  1. Kompetisi

Kompetisi merupakan interaksi yang terjadi antara dua spesies berbeda atau lebih. Interaksi ini ditandai dengan satu sama lain berusaha untuk saling menghalangi. Interaksi kompetisi terjadi akibat kebutuhan yang sama pada kedua organisme yang berhubungan.

Maka dari itu, satu sama lain akan berusaha memperoleh apa yang dibutuhkan dengan menghalangi organisme lain mendapatkannya. Kebutuhan tersebut berlaku mulai dari hal pokok pada setiap aspek hidup  masing-masing organisme, yaitu, air, udara, makanan, sinar matahari, ruang berlindung, dan pasangan kawin.

Kompetisi dalam suatu ekosistem terbagi menjadi dua macam. Walaupun berbeda jenis, hasil persaingan berdampak pada salah satu organisme yang akan kalah kemudian harus tersingkir dan bahkan mati.

  1. Kompetisi Intraspesifik

Kompetisi atau persaingan intraspesifik terjadi di dalam suatu populasi. Artinya interaksi ini melibatkan spesies yang sama di dalam suatu wilayah atau ekosistem.

Contoh dari interaksi kosistem intraspesifik antar organisme

Ekosistem intraspesifik terjadi pada ular cobra satu dengan ular cobra lainnya

Dengan kebutuhan yang sama pada suatu wilayah, maka keduanya harus berkompetisi untuk dapat memenuhi kebutuhan sehingga mampu bertahan hidup.

  1. Kompetisi Interspesifik

Perbedaan mendasar dari kompetisi intraspesifik dengan kompetisi interspesifik adalah perbedaan spesies dalam interaksi. Kompetisi interspesifik terjadi pada tingkat komunitas, dimana banyak populasi yang berkumpul dalam suatu wilayah.

Kompetisi interspesifik sebagai contoh, terjadi pada tanaman jagung dengan rumput pada lahan yang sama. Baik  jagung maupun rumput memiliki kebutuhan yang sama di dalam wilayah yang juga sama. Walaupun tidak bergerak aktif, namun jumlah dari pohon jagung dan rumput yang ada pada lahan akan mempengaruhi tingkat keberhasilan kompetisi.

  1. Mutualisme

Mutalisme yang disebut juga simbiosis adalah interaksi yang terjadi antara dua spesies atau lebih. Pada interaksi ini semua spesies yang terlibat mendapatkan keuntungan. Dari sifat hubungan tersebut keduanya saling membutuhkan, misalnya hubungan antara jamur dan cyanobacteria.

Interaksi dalam contoh simbiosis mutualisme memberikan dampak yang positif pada kedua spesies yang tumbuh dalam ekosistem yang sama.

  1. Komensalisme

Komensalisme merupakan interaksi yang terjadi pada dua atau lebih spesies berbeda. Salah satu pihak pada interaksi tersebut diuntungkan, dan spesies yang terlibat lainnya tidak dirugikan. Interaksi simbiosis komensalisme terjadi antara tumbuhan epifit dengan inang.

Tumbuhan epifit hidup dengan menempel pada bagian luar tumbuhan inang. Tumbuhan yang tumbuh secara epifit tidak merugikan tumbuhan inangnya, ia hanya menumpang pada bagian tubuh yang rata-rata lebih tinggi dari tanah. Dengan begitu tumbuhan epifit dapat mendapatkan penyinaran yang cukup dan juga air hujan apabila sedang turun.

  1. Parasitisme

Parasitisme merupakan suatu interaksi yang terjadi antara dua hubungan yang berbeda spesies. Interaksi ini bersifat menguntungkan pada salah satu pihak, sementara pihak lain dirugikan. Organisme yang bersifat parasit diuntungkan karena dapat memperoleh makanan dari tubuh organisme lain hingga mati.

Apabila dilihat dari letak parasit, interaksi parasitisme dibedakan menjadi dua macam, yaitu parasitisme internal dan eksternal. Parasit internal atau endoparasit hidup di dalam tubuh inang, contohnya yaitu Trichomonas vaginalis yang hidup pada saluran kelamin wanita.

Sedangkan jenis parasit eksternal atau ektoparasit hidup di luar tubuh inang, misalnya tumbuhan tali putri yang menumpang pada tanaman lain.

Tumbuhan tali putri memiliki ciri-ciri berwarna kuning keemasan ketika disinari matahari. Adanya tali putri yang hidup pada tumbuhan inang bersifat merugikan karena tali putri dapat menutupi tubuh inang sehingga kekurangan sinar matahari yang sangat penting digunakan dalam proses fotosintesis.

  1. Amensalisme

Amensalisme ialah interaksi antar organisme yang terjadi pada dua jenis spesies berbeda. Salah satu pihak bersifat netral, tidak dirugikan dan tidak diuntungkan. Akan tetapi organisme lainnya secara alami dirugikan karena fenomena alelopati.

Alelopati adalah zat kimia yang menghasilkan zat racun bagi tumbuhan sekitar. Alelopati diproduksi secara alami oleh beberapa jenis tumbuhan dan secara tidak langsung memengaruhi kelangsungan hidup dari tumbuhan lain yang tidak memiliki zat ini.

Contoh simbiosis amensalisme terjadi pada Nerium oleander yang mampu menghasilkan racun mematikan bagi manusia. Amensalisme juga terjadi pada tumbuhan walnut, karena tumbuhan ini memiliki zat alelokimia maka jarang ditemukan tumbuhan lain hidup di sekitarnya. Apabila ada pun tumbuhan tersebut tidak akan bertahan lama, sebab zat yang dikeluarkan oleh walnut menghambat pertumbuhan dari tumbuhan jenis lain yang berada di sekitarnya.

Zat alelokimia yang ada pada tumbuhan dapat dilepas ke lingkungan melalui beberapa cara, yaitu :

  1. Penguapan

Senyawa alelokimia atau alelopati dapat dilepaskan melalui penguapan. Beberapa spesies yang menggunakan cara ini diantaranya Artemisia, Salvia, dan Eucalyptus. Zat yang menguap dapat diserap oleh tumbuhan jenis lain di sekitarnya dalam bentuk uap, embun, dan langsung meresap ke tanah.

  1. Eksudat Akar

Senyawa alelopati juga dilepaskan oleh akar tumbuhan yang disebut eksudat akar, umumnya darii zat asam-asam benzoat, fenolat, dan sinamat.

  1. Pencucian

Senyawa kimia alelopati juga dapat terlepas akibat adanya pencucian oleh air hujan atau embun. Pada tumbuhan Crysanthemum tidak ada jenis lain yang hidup di bawah naungannya, karena zat beracun dilepaskan ketika tumbuhan tercuci.

  1. Pembusukan Organ Tumbuhan

Terakhir, senyawa alelopati dapat tersebar ketika bagian organ tumbuhan mati. Senyawanya akan lebih mudah larut dan tersebar dengan cepat.

  1. Protokooperasi

Protokooperasi merupakan interaksi yang terjadi antara dua spesies atau bahkan lebih. Setiap yang terlibat mendapatkan keuntungan, akan tetapi interaksinya tidak bersifat wajib. Karena tanpa adanya interaksi protokooperasi masing-masing spesies tetap dapat bertahan hidup.

Contoh dari interaksi protokooperasi antar organisme

Contoh interaksi antar organisme dari protokooperasi terjadi pada burung jalak dengan kerbau. Burung jalak berperan mencari makanan yaitu kutu yang ada pada kerbau. Dalam interaksi ini baik burung dan kerbau mendapatkan keuntungan, burung mendapatkan makanan, dan kerbau terbebas dari kutu.

Nah, demikinalah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan macam-macam tipe yang ada di dalam interaksi antar organisme beserta dengan contohnya. Semoga memberikan edukasi bagi semua kalangan yang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *