Pengertian Makhluk Hidup, Ciri, Macam, dan Contohnya

Diposting pada
5/5 - (1 vote)

Makhluk Hidup Adalah

Makhluk hidup dalam Bahasa Inggris bisa juga diartikan sebagai organisme. Sedangkan dalam definisi biologi dimaknai sebagai organisme (dari bahasa Yunani: organismos), yakni setiap entitas individual yang mewujudkan sifat-sifat kehidupan. Organisme diklasifikasikan berdasarkan taksonomi menjadi kelompok-kelompok seperti hewan multiseluler, tanaman, dan jamur; atau mikroorganisme uniseluler seperti protista, bakteri, dan archaea.

Semua jenis organisme mampu reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan, pemeliharaan, dan beberapa tingkat respons terhadap rangsangan. Beberapa hal tersebut merupakan penciri makhluk hidup yang membedakannya dari benda mati. Makhluk hidup dapat berupa prokariota atau eukariota. Manusia, hewan, tanaman vascular, jamur adalah contoh organisme multiseluler yang membedakan jaringan dan organ khusus selama perkembangan.

Makhluk Hidup

Istilah living berasal dari Bahasa Inggris Kuno lifende, yang berarti “hidup” atau “memiliki kehidupan”. Istilah benda berasal dari Bahasa Inggris Kuno, yang berarti “entitas“, “makhluk”, “tubuh”, atau “materi”. Istilah tersebut memiliki sinonim dengan organisme; bentuk kehidupan (life form); makhluk atau ciptaan (creature).

Organisme itu sendiri dapat didefinisikan sebagai kumpulan molekul yang berfungsi sebagai keseluruhan yang kurang lebih stabil yang menunjukkan sifat-sifat kehidupan. Definisi kamus bisa luas, menggunakan frasa seperti “setiap struktur hidup, seperti tanaman, hewan, jamur atau bakteri, yang mampu tumbuh dan berkembang biak”.

Banyak definisi mengecualikan virus dan kemungkinan bentuk kehidupan non-organik buatan manusia, karena virus bergantung pada mesin biokimia sel inang untuk reproduksi. Superorganisme adalah organisme yang terdiri dari banyak individu yang bekerja bersama sebagai unit fungsional atau sosial tunggal.

Perkiraan jumlah spesies makhluk hidup di Bumi saat ini berkisar dari 2 juta hingga 1 triliun, diantaranya lebih dari 1,7 juta telah didokumentasikan. Lebih dari 99% dari semua spesies, yang berjumlah lebih dari lima miliar spesies,  yang pernah hidup diperkirakan punah.

Pengertian Makhluk Hidup

Makhluk hidup adalah makhluk yang mempunyai ciri-ciri kehidupan untuk berevolusi atau mengalami perkembangan bentuk hidup. Pengertian tersebut didasari oleh bukti dari catatan fosil, yaitu sisa-sisa fosil mikroorganisme yang menyerupai ganggang biru tertanam di bebatuan yang berusia sekitar 3,5 miliar tahun.

Pengertian Makhluk Hidup Menurut Para Ahli

Adapun definisi makhluk hidup menurut para ahli, antara lain:

Helena Curtis (1975)

Makhluk hidup adalah sesuatu yang:

  1. Memanfaatkan energi dari lingkungannya dan merubahnya dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain
  2. Beradaptasi dengan lingkungannya
  3. Bersifat homeostatis
  4. Kompleks dan terorganisir dengan baik
  5. Merespon bila ada rangsangan
  6. Bereproduksi
  7. Tumbuh dan berkembang

Kimball (1983)

Makhluk hidup mempunyai cirri-ciri, yaitu:

  1. Bersifat rumit
  2. Responsif
  3. Berevolusi
  4. Mengadakan metabolisme
  5. Berreproduksi

Dwijoseputro (1998)

Mahluk hidup adalah sesuatu yang:

  1. Mengadakan metabolisme
  2. Mengadakan Gerak
  3. Mengadakan pertumbuhan
  4. Bereproduksi
  5. Responsif

Ciri Makhluk Hidup

Makhluk hidup adalah organisme yang menunjukkan karakteristik makhluk hidup. Karakteristik makhluk hidup yang membedakannya dari benda mati, antara lain:

  1. Struktur yang terorganisir

Makhluk hidup adalah struktur yang teratur. Ini dapat berupa sel tunggal seperti sel bakteri, atau multiseluler seperti hewan, tumbuhan, dan indera manusia yang terdiri dari beberapa sel. Sel adalah unit biologis dasar suatu organisme.

Berbagai proses seluler dilakukan oleh sel dengan cara yang terencana dan tersistematisasi. Sel terdiri dari protoplasma yang dikelilingi oleh membran plasma. Struktur sitoplasmik (mis. Organel), masing-masing dengan peran dan fungsi tertentu, ditangguhkan dalam sitosol sel.

  1. Membutuhkan energi

Makhluk hidup membutuhkan energi untuk bertahan hidup. Energi sangat penting karena memicu berbagai aktivitas metabolisme sel. Salah satu cara organisme mensintesis energi adalah dengan fotosintesis di mana energi cahaya diubah menjadi energi dalam arti kimia.

Yang lain adalah melalui respirasi seluler di mana energi biokimia dipanen dari zat organik (mis. Glukosa) dan, kemudian, disimpan dalam biomolekul pembawa energi seperti ATP untuk digunakan nanti.

  1. Kapasitas reproduksi

Makhluk hidup mampu bereproduksi. Ada dua cara dimana makhluk hidup dapat melakukan reproduksi: reproduksi seksual dan reproduksi aseksual. Dalam reproduksi seksual, sel-sel kelamin laki-laki dan perempuan dari kedua orang tua bersatu dan membentuk zigot yang pada akhirnya akan berkembang menjadi makhluk jenis mereka sendiri.

Sebaliknya, reproduksi aseksual adalah mode reproduksi yang tidak melibatkan sel-sel kelamin. Keturunannya hanya berasal dari satu orangtua. Contoh reproduksi aseksual yaitu pembelahan biner, tunas, perbanyakan secara vegetatif, sporogenesis, fragmentasi, partenogenesis, apomixes, dan lain-lain.

  1. Pertumbuhan

Makhluk hidup tumbuh. Pada tingkat seluler, pertumbuhan dapat merujuk pada peningkatan jumlah atau peningkatan ukuran.

Peningkatan jumlah sel melalui pembelahan sel. Sel-sel induk hewan dan sel-sel meristematik tumbuhan membelah untuk memunculkan sel-sel baru. Adapun peningkatan ukuran sel, sering dikaitkan dengan peningkatan massa sitoplasma. Sel mengalami serangkaian fase dalam siklus sel.

Sebagian besar waktu, sel baru yang diproduksi oleh mitosis mengalami interfase. Ini adalah fase dalam siklus sel di mana sel tumbuh dalam ukuran. Kecuali apabila seluruhnya telah terdiferensiasi, sel bisa mereplikasi DNA-nya untuk mempersiapkan pembelahan sel berikutnya.

Pada tanaman, sel-sel baru meningkatkan volumenya dengan mengambil dan menyimpan air di dalam vakuola. Beberapa sel tanaman menumbuhkan dinding sel sekunder antara dinding sel primer dan membran plasma. Pada tingkat jaringan, pertumbuhan tanaman vaskular terdiri dari dua jenis: primer dan sekunder.

Pertumbuhan primer memerlukan pertumbuhan vertikal sebagai xilem primer terbentuk dari prokambium sedangkan pertumbuhan sekunder dikaitkan dengan pertumbuhan lateral yang disebabkan oleh pembentukan xilem sekunder dari kambium vaskular.

Pada bentuk hewan yang lebih tinggi, pertumbuhan jaringan mengikuti pola dan ditentukan secara genetik. Kapasitas regenerasi tidak terbatas seperti pada tanaman. Tingkat regenerasi bervariasi di antara spesies.

Misalnya, salamander dapat meregenerasi mata baru atau anggota tubuh baru sedangkan manusia tidak bisa. Namun demikian, manusia juga mampu meregenerasi bagian-bagian tertentu dari tubuh mereka, seperti kulit dan bagian hati.

  1. Metabolisme

Makhluk hidup memetabolisme. Metabolisme mengacu pada berbagai proses yang bertanggung jawab untuk menjaga keadaan hidup sel atau organisme. Contoh dari mereka yang terlibat dalam pertumbuhan sel, respirasi, reproduksi, respons terhadap rangsangan, rezeki, sintesis biomolekul, eliminasi limbah, dan proses homeostatis lainnya.

Ada dua bentuk metabolisme: katabolisme dan anabolisme. Dalam katabolisme, makhluk hidup melakukan reaksi kimia degradatif yang mengarah pada pemecahan molekul kompleks menjadi unit yang lebih kecil dan memperoleh energi yang dilepaskan dari proses. Dalam anabolisme, reaksi kimia berbasis energi membangun molekul dari unit yang lebih kecil.

  1. Responsif terhadap rangsangan

Makhluk hidup merespons rangsangan dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Itu dapat mendeteksi perubahan di lingkungan, terutama oleh sel-sel yang berfungsi sebagai reseptor. Misalnya, manusia memiliki lima indera mendasar: penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan, dan rasa.

Indera lain adalah indera vestibular (mendeteksi gerakan tubuh, arah, dan percepatan), indera termoksi, indera kinestetik (mendeteksi posisi bagian tubuh), indera internal (interoception), dan sebagainya. Selain mendeteksi perubahan di sekitarnya, ia juga dapat beradaptasi dengan perubahan ini.

  1. Gerakan

Makhluk hidup bergerak. Karena makhluk hidup dapat mendeteksi rangsangan dari lingkungannya, ia dapat merespons sesuai dengannya.

Sebagai contoh, hewan bergerak mencari makan, melarikan diri dari pemangsa, dan mencari pasangan potensial. Sementara hewan dapat bergerak sesuka hati, tanaman memiliki bentuk gerakan yang agak terbatas, disebut sebagai gerakan nasti.

  1. Kematian

Makhluk hidup dapat mengalami kematian. Terdapat istilah senescence yang mengacu pada penuaan biologis. Itu adalah ketika makhluk hidup berangsur-angsur memburuk selama hidupnya. Organisme secara bertahap kehilangan kemampuannya untuk berfungsi dan mengatasi stresor. Karena itu, ia menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan disfungsi.

Pada tingkat sel, sel tidak lagi membelah meskipun mungkin masih aktif secara metabolik. Salah satu penyebab alami penuaan seluler adalah pemendekan telomer yang menyebabkan kerusakan DNA.

Sebaliknya, beberapa makhluk hidup dianggap abadi karena mereka tampaknya menghindari kematian. Contohnya adalah ubur-ubur Turritopsis doohmii yang mampu membalikkan usia, cacing pipih yang mampu mengalami regenerasi, dan tardigrades atau beruang air yang tampaknya tidak bisa dihancurkan.

Macam Makhluk Hidup

Makhluk hidup awalnya diklasifikasikan sebagai tanaman atau hewan. Meskipun hewan dan tumbuhan bersifat eukariotik, mereka dibedakan berdasarkan karakteristik definisinya, mis. dalam hal motilitas, mode nutrisi, dan fitur seluler.

Hewan, pada dasarnya, adalah makhluk hidup yang motil dan heterotrofik sedangkan tanaman adalah mereka yang tidak motil, bisa berfotosintesis, dan memiliki dinding sel. Namun, bakteri dan archaea bukan tanaman atau hewan terutama karena mereka adalah prokariota (yaitu kurang organel sitoplasma yang terikat membran, termasuk nukleus).

Adapun perbedaan antara bakteri dan archaea, salah satu perbedaan mereka terletak pada RNA polimerase. Di archaea, ia memiliki sepuluh subunit. Pada bakteri, ia memiliki empat. Contoh lain adalah komposisi dinding sel. Dinding sel archaeal kekurangan peptidoglikan sedangkan dinding sel bakteri memiliki.

Taksonomi biologis modern saat ini mensyaratkan klasifikasi makhluk hidup ke dalam 3 domain, yaitu:

  1. Domain Eukariota
  2. Domain Archaea
  3. Domain Bakteri

Domain biologis adalah peringkat organisme taksonomi tertinggi menurut 3-domain sistem taksonomi Carl Woese. Di bawah domain adalah tujuh peringkat taksonomi utama. Dalam urutan menurun, yaitu sebagai berikut:

Domain »Kerajaan» Filum »Kelas»Ordo »Famili» Genus »Spesies

Berikut penjelasan terkait 3 domain makhluk hidup:

  1. Eukariota

Ini adalah organisme dengan nukleus yang tertutup membran. Contoh eukariota yaitu protista, jamur, tumbuhan dan hewan, termasuk manusia. Meskipun organisme ini terlihat sangat berbeda, mereka melakukan semua fungsi kehidupan dan berbagi karakteristik yang menentukan dari nukleus, organel, dan sitoskeleton yang terikat membran.

  1. Archaea

Ini adalah organisme prokariotik, yang berarti mereka tidak memiliki nukleus tetapi melakukan fungsi kehidupan utama, seperti pencernaan dan reproduksi. Juga disebut ekstrimofil, bentuk kehidupan ini telah beradaptasi dengan kondisi terberat yang bisa dibayangkan.

Misalnya, methanogen menghasilkan metana dan dapat hidup di tempat-tempat seperti pabrik pengolahan limbah. Termofil hidup di sumber air panas dan ventilasi termal.

  1. Bakteri

Bakteri seperti cyanobacteria adalah organisme prokariotik yang tidak memiliki nukleus tetapi melakukan fungsi kehidupan. Pada akhir 1970-an, ilmuwan Amerika Carl Woese membuat penemuan menakjubkan bahwa bakteri dan arkeans adalah kelompok organisme yang berbeda secara genetik dengan kode genetik yang unik.

Contoh Makhluk Hidup

Di atas telah disebutkan bahwa, makhluk hidup terbagi menjadi 3 domian dengan masing-masing contoh, berikut ini hanya akan diluas secara singkat 3 contoh makhluk hidup, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan:

  1. Manusia

Dalam istilah biologis, manusia (human) adalah anggota spesies mamalia Homo sapiens, sekelompok primata penghuni darat, tak berekor yang tersebar di seluruh dunia dan ditandai oleh bipedalisme dan kapasitas untuk berbicara dan berbahasa.

Manusia ditempatkan dalam famili Hominidae, yang mencakup kera seperti simpanse, gorila, dan orangutan, serta termasuk kerabat dekat yang punah seperti Australopithecus, Homo habilis, dan Homo erectus.

Selain ciri tersebut, manusia mampu menampilkan ereksi tubuh yang nyata yang membebaskan tangan untuk digunakan sebagai anggota manipulatif. Namun, beberapa karakteristik ini tidak sepenuhnya unik bagi manusia.

Kesenjangan dalam kognisi, seperti dalam anatomi, antara manusia dan kera besar (orangutan, gorila, simpanse, dan bonobo) jauh lebih sedikit daripada yang diperkirakan sebelumnya, karena mereka telah terbukti memiliki berbagai kemampuan kognitif tingkat lanjut yang sebelumnya diyakini sebagai kera besar ternyata hanya terbatas pada manusia.

  1. Hewan

Hewan merupakan salah satu dari kelompok organisme eukariotik multiseluler (mis., Berbeda dengan bakteri, asam deoksiribonukleatnya, atau DNA, terkandung dalam inti yang terikat membran). Mereka dianggap telah berevolusi secara independen dari eukariota uniseluler.

Hewan berbeda dari anggota dua kingdom eukariota multiseluler lainnya, tanaman (Plantae) dan jamur (Mycota), dalam variasi mendasar dalam morfologi dan fisiologi. Ini sebagian besar karena hewan telah mengembangkan otot dan karenanya mobilitas, suatu karakteristik yang telah merangsang perkembangan lebih lanjut dari jaringan dan sistem organ.

  1. Tumbuhan

Tumbuhan adalah organisme multiseluler dalam kindom Plantae yang menggunakan fotosintesis untuk membuat makanan mereka sendiri. Ada lebih dari 300.000 spesies tanaman; contoh umum tanaman termasuk rumput, pohon, dan semak.

Tumbuhan memiliki peran penting dalam ekosistem dunia. Mereka menghasilkan sebagian besar oksigen dunia, dan penting dalam rantai makanan, atau dengan kata lain tumbuhan adalah autotrof, yaitu organisme yang dapat menghasilkan makanan sendiri.

Mereka melakukannya melalui fotosintesis, yang merupakan proses pembuatan nutrisi seperti gula dari energi cahaya dan karbon dioksida. Fotosintesis terjadi dalam organel sel yang disebut kloroplas, yang mengandung klorofil dan karotenoid, molekul yang menyerap energi cahaya dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat digunakan.

Itulah tadi serangkain penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian makhluk hidup menurut para ahli, ciri, macam, dan contohnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • Living thing dari https://www.biology-online.org/dictionary/Living_thing
  • Organism dari https://en.wikipedia.org/wiki/Organism

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *