Jenis Parasit dan Contohnya

Diposting pada

Macam Parasit dan Contohnya

Parasit merupakan salah satu istilah yang lazim di dengar dalam klasifikasi makhluk hidup. Hal ini lantaran organisme makhluk hidup ini identik dengan mengambil (menghisap) makanan dari makhluk hidup lain sehingga dianggap sebagai salah satu kondisi yang merugikan. Oleh sebab itulah untuk ulasan lebih lanjut artikel ini memberikan bahasan macam parasit dan contohnya.

Parasit

Dalam hubungan timbal balik atau macam simbiosis, yang berkaitan dengan parasit disebut dengan simbiosis parasitisme. Terdapat istilah lain untuk parasit, yaitu parasitisma. Parasitisma itu berarti cara organisme parasit yang menjadikan makhluk hidup lain sebagai habitat atau sumber makanan.

Sedangkan jenis makhluk hidup yang dihinggapi oleh parasit disebut dengan hospes. Hospes dapat berupa tumbuhan, hewan, dan juga manusia.

Perbedaan Jenis Parasit

Dari banyaknya istilah pada hubungan parasitisme, parasit dibedakan menjadi banyak jenis. Perbedaannya dilihat dari faktor-faktor tertentu, yaitu :

  1. Berdasarkan cara pengambilan makanan, terdapat dua jenis parasit, ektoparasit dan endoparasit.
  2. Berdasarkan lama waktu hidup dari parasit, dibedakan menjadi parasit temporer dan permanen.
  3. Berdasarkan sifat parasit, terdapat empat macam, diantaranya parasit insidental, eratika, obligat, dan fakultatif.
  4. Berdasarkan efek penularan penyakit, dibedakan menjadi dua yaitu parasit patogen dan non patogen.

Jenis Parasit

Adapun macam parasit yang kita kenal dibagi dalam beberapa hal. Yakni;

  1. Ektoparasit

Ektoparasit berasal dari kata ekto artinya luar, maka ektoparasit dapat diartikan dengan parasit yang berada di luar. Sesuai dengan pengertiannya, parasit yang termasuk ke dalam golongan ektoparasit tinggal di permukaan luar pada tubuh inang atau tempat-tempat yang masing dapat terlihat oleh mata.

Ektoparasit menjadikan inangnya sebagai habibat mereka hidup dan juga sebagai sumber makanan. Keberadaan ektoparasit sudah pasti dapat merugikan tubuh inang.

Contoh dari organisme yang merupakan ektoparasit adalah lintah dan kutu. Lintah adalah organisme yang menghisap darah dari makhluk hidup lain sebagai kebutuhan makanannya. Lintah mendapatkan makanan hanya dengan berada di luar permukaan tubuh inang. Begitupun dengan kutu, pada hewan maupun manusia, kutu berada di luar permukaan tubuh dan dapat menyebabkan gatal-gatal serta luka ringan pada inangnya.

  1. Endoparasit

Endoparasit merupakan kebalikan dari ektoparasit. Berasal dari kata endo, endoparasit hidup di dalam organ-organ tubuh inangnya. Biasanya endoparasit menjadikan organ-organ inang sebagai habitat dan tempat berkembang biak.

Contoh dari endoparasit kebanyakan berasal dari jenis cacing-cacingan. Yaitu cacing tricinella yang hidup di dalam otot-otot inang dan membuat kista. Juga ada cacing filaris yang merupakan protozoa hidup di sel-sel darah inang seperti plasmodium.

  1. Parasit Temporer

Parasit temporer disebut juga sebagai parasit non periodis. Parasit temporer hanya membutuhkan inangnya pada waktu-waktu tertentu saja. Artinya jenis parasit temporer tidak hidup menetap.

Sebagian siklus hidup parasit temporer tidak selalu berhubungan dengan hospes. Umumnya parasit hanya mengunjungi hospes saat kelaparan. Lalu setelah itu pergi dari tubuh hospes namun tetap dapat bertahan hidup.

Contoh organisme yang merupakan parasit temporer adalah nyamuk anopheles. Anopheles betina hanya menghisap darah pada hospes ketika malam hari dengan suhu yang panas. Namun setelahnya ia dapat hidup bebas.

Kutu busuk atau Cimex lecticularis adalah organisme parasit temporer. Kutu busuk ini hanya membutuhkan 15 menit menjadi parasit pada tubuh hospes. Setelahnya kutu busuk dapat hidup bebas hampir selama satu tahun.

  1. Parasit Permanen

Parasit permanen merupakan jenis parasit yang tinggal pada tubuh inang mulai dari fase awal hidup hingga dewasa. Bahkan bisa jadi parasit jenis ini tinggal di tubuh hospes selama hidupnya.

Contoh dari parasit permanen diantaranya cacing gelang, Grastophilus sp., kutu, dan trematoda. Organisme-organisme tersebut menggantungkan hidupnya pada inang sebagai tempat tinggal sekaligus sumber makanan. Seluruh tahapan hidup parasit berlangsung di tubuh inang dan tidak akan dapat bertahan hidup jika tidak pada tubuh makhluk hidup lain.

  1. Parasit Insidental

Parasit insidental hidup pada tubuh hospes yang biasanya tidak pernah dihinggapi oleh parasit tersebut. Parasit ini disebut juga dengan parasit yang kebetulan bersarang pada tubuh inang. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor tertentu dan tidak lazim terjadi pada organisme yang ditumpangi sebagai inang.

Contohnya adalah Dipylidium caninum, yaitu cacing yang ada pada saluran pencernaan manusia. Selain itu juga cacing nematoda yang biasa ada di mulut sapi dan dapat ditemukan di mulut manusia.

  1. Parasit Eratika

Parasit eratika adalah jenis parasit yang biasa hidup di dalam organ-organ tubuh hospes. Parasit eratika berparasit pada bagian tubuh hospes yang wajar, namun biasanya berpindah ke lokasi yang tidak wajar misalnya jaringan atau alat tubuh lain.

Salah satu contoh dari parasit eratika adalah Ascaris lumbricoides yang biasanya hidup pada usus dua belas jari (duodenum) manusia. Karena satu dan lainnya, misalnya pada kondisi lapar dan parasit sangat membutuhkan makanan. Parasit ini dapat bermigrasi ke saluran empedu atau bahkan terdorong hingga ke lambung. Maka pada saat parasit berada di lokasi yang tidak normal, disebut sebagai parasit eratika.

  1. Parasit Obligat

Parasit obligat adalah parasit yang hidupnya sangat bergantung dengan makhluk hidup lain sebagai inang. Tanpa bantuan makanan yang berasal dari tubuh hospes parasit ini tidak akan bertahan hidup. Contoh organisme parasit obligat adalah cacing gelang.

Selain itu juga bakteri baik dari golongan protozoa yang hidup pada usus manusia yaitu bakteri E.coli. Hidupnya sangat bergantung pada bagian tubuh manusia.

  1. Parasit Fakultatif

Parasit fakultatif merupakan parasit yang dapat hidup mandiri dalam keadaan normal. Akan tetapi dalam situasi tertentu organisme ini hidup sebagai parasit. Jadi sifat parasit tidak mutlak melekat pada organisme ini.

Contoh dari parasit fakultatif adalah ketika lalat dari jenis betina akan bertelur, namun lalat betina tidak menemukan kotoran sebagai tempat dirinya biasa bertelut. Maka lalat akan mencari tempat lain untuk meletakkan telurnya, misalnya pada luka di sela-sela kaki hewan dan tempat lainnya yang memungkinkan.

Telur-telur dari lalat akan berubah menjadi fase nimfa yaitu berupa belatung. Belatung kemudian menjadi parasit pada luka di kaki inang.  Pada saat tersebut organisme disebut sebagai parasit fakultatif.

  1. Parasit Patogen

Parasit patogen merupakan parasit yang membawa bakal penyakit pada tubuh inangnya. Jika kondisi inang tidak baik, maka dapat terkena penyakit yang berasal dari parasit patogen. Namun jika tubuh inang kuat, maka parasit tidak akan bersifat patogen pada tubuh inang.

Contoh dari parasit patogen adalah Plasmodium falciparum yang menyebabkan penyakit malaria dan Lesmania donorami yang menyebabkan kala azar, keduanya dialami oleh manusia. Parasit patogen tidak selamanya berada pada tubuh inang, hanya pada kondisi tertentu saja yang memungkinkan parasit dapat tinggal dan menginfeksi bagian tubuh dari makhluk hidup lainnya.

  1. Parasit Non Patogen

Parasit non patogen adalah parasit yang hidup pada tubuh hospes namun tidak menimbulkan gangguan maupun penyakit.

Contoh organisme yang merupakan parasit non patogen adalah Fasciola gigantea, cacing ini hidup pada tubuh hewan, bersifat patogen jika berada di tubuh sapi. Namun pada tubuh kambing dan domba bersifat parasit non patogen.

Parasit non patogen dapat berubah menjadi parasit patogen yang menyebabkan penyakit pada inang di kondisi tertentu. Misalnya ketika makanan tidak sehat yang dimakan oleh inang, cuaca buruk, serta faktor lain yang dapat menurunkan imunitas pada hospes.

Selain jenis-jenis parasit yang sudah dijelaskan. Masih terdapat satu jenis parasit yang dibedakan berdasarkan kebutuhan jumlah individu inang dalam menyelesaikan tahapan hidup parasit. Terdapat empat jenis diantaranya;

  1. Parasit monoxen
  2. Parasit heteroxen
  3. Parasit polixen
  4. Parasit diheteroxen

Penjelasan karakteristik singkatnya, adalah sebagai berikut;

  1. Parasit monoxen hanya membutuhkan satu individu hospes dalam menyelesaikan tahapan hidupnya
  2. Parasit heteroxen membutuhkan setidaknya dua jenis inang untuk dapat hidup
  3. Parasit polixen memerlukan lima sampai delapan inang dalam satu jenis yang sama
  4. Parasit diheteroxen membutuhkan dua inang dari jenis yang berbeda

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pada umumnya parasit yang diketahui dan banyak disebut hanya sekedar parasit saja. Atau lebih dikenal sebagai hubungan timbal balik (simbiosis) parasitisme. Namun ternyata terdapat banyak jenis parasit yang dibedakan dari sifat-sifat tertentu.

Meskipun demikian, salah satu organisme parasit bisa masuk ke dalam dua golongan jenis-jenis parasit seperti yang sudah disebutkan. Karena setiap parasit memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Akan tetapi yang pasti secara garis besar parasit merupakan organisme atau makhluk hidup yang membutuhkan makhluk hidup lain. Baik menjadi tempat tinggal dalam arti habitat ataupun sumber makanan untuk mempertahankan hidupnya.

Itulah penjelasan lengkap yang bisa kami sebutkan pada segenap pembaca, berkaitan dengan jenis parasit pada makhluk hidup dan contohnya. Semoga bisa membantu pembaca dalam memahami materi tentang biologi ini ya. Jangan lupa bagikan ke yang lainnya.

Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *