Fungsi Usus Besar dan Usus Halus pada Manusia

Diposting pada
Rate this post

Fungsi Usus Besar dan Usus Halus

Sistem pencernaan pada manusia merupakan sistem yang kompleks karena membutuhkan kerjasama dari banyak organ. Pencernaan di dalam tubuh manusia terjadi dalam dua proses, yaitu secara mekanis dan kimiawi. Masing-masing memilki organ yang berbeda dengan bantuan enzim-enzim yang juga berbeda.

Organ-organ pencernaan terdiri dari banyak organ mulai dari bagian mulut hingga bagian anus (pengeluaran). Dua diantaranya yang terpenting adalah bagian usus. Secara umum dikenal dua macam jenis usus, yaitu usus besar dan usus kecil (usus halus).

Usus Besar dan Usus Halus

Masing-masing usus yang ada dalam klasifikasi makhluk hidup khususnya manusia memiliki bagian dan fungsinya sendiri, namun perlu diketahui keduanya tetap saling berhubungan. Berikut penjelasan bagian dan fungsi pada usus besar serta usus kecil.

Usus Besar

Usus besar atau disebut juga dengan kolon, merupakan bagian terusan dari usus kecil pada sistem pencernaan. Di dalam tubuh usus besar memiliki ukuran sekitar 1,5 hingga 2 meter. Usus besar memiliki beberapa bagian, yaitu sebagai berikut:

  1. Sekum (Caecum)
  2. Kolon Asenden
  3. Kolon Tranversum
  4. Kolon Desenden
  5. Kolon Sigmoid
  6. Rektum

Usus besar yang merupakan terusan dari usus kecil, singkatnya memiliki fungsi khusus menyerap kandungan makanan atau mineral yang tidak dapat terserap oleh usus kecil.

Kandungan yang masuk pada usus besar sudah tidak dibutuhkan lagi nutrisinya oleh tubuh, maka akan diproses menjadi limbah yang disebut feses. Selanjutnya akan keluar melalui saluran akhir pada usus besar yaitu rektum kemudian ke anus.

Usus Kecil (Halus)

Usus kecil disebut juga dengan usus halus, memiliki ukuran yang jauh lebih panjang daripada usus besar yaitu sekitar 6 meter. Usus kecil letaknya berada di antara lambung dan usus besar. Berbeda dengan usus besar, usus kecil hanya memiliki tiga bagian diantaranya adalah:

  1. Usus dua belas jari (duodenum)
  2. Usus kosong (jejenum)
  3. Usus penyerapan (ileum)

Pada usus kecil terjadi proses pencernaan secara kimiawi. Prosesnya dibantu oleh banyak enzim pencernaan untuk memecah zat makanan yang akan disebarkan ke seluruh tubuh.

Fungsi Usus Besar dan Usus Halus

Adapun secara umum untuk fungsi dan kegunaan usus besar da usus halus (kecil) akan di berikan ulasan lengkap dalam artikel ini.

Usus Besar

Fungsi usus besar, antara lain;

  1. Penyerapan air

Manfaat makanan dari usus kecil yang diteruskan ke usus besar mengandung air. Air ini senantiasa akan diserap oleh usus besar dan digunakan sebagai zat pembantu dalam pembentukan limbah (feses). Selanjutnya feses akan dibuang melalui anus.

  1. Penyerap vitamin

Usus besar memiliki kandungan besar dari beberapa bakteri baik yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan. Bakteri pada usus besar berperan sebagai penghasil vitamin K. Gas buangan yang keluar dari dalam tubuh adalah hasil dari kerja bakteri baik pada usus besar.

  1. Mengurangi kadar asam

Makanan yang dimakan melalui mulut, saat masuk ke dalam usus besar akan diurai oleh bakteri. Beberapa bakteri menyebabkan makanan menjadi asam. Salah satu fungsi dari usus besar adalah mengurangi kadar keasaman pada makanan.

  1. Menyerap makanan sisa usus halus

Sebelum makanan masuk ke usus besar, akan diproses terlebih dahulu di dalam usus halus (usus kecil). Usus halus menyerap nutrisi yang terkandung di dalam makanan. Akan tetapi, tidak semua nutrisi terserap dalam usus halus, sisanya akan diserap oleh usus besar dan dibentuk menjadi feses.

  1. Memperkuat sistem imunitas

Makanan yang dimakan oleh manusia kadangkala kandungannya tidak sesuai dengan sistem pencernaan di dalam tubuh. Jika hal tersebut terjadi, tubuh akan mengeluarkan reaksi tertentu sebagai bentuk dari penangkalan zat-zat buruk masuk ke dalam tubuh.

Salah satunya adalah diare. Manusia yang mengalami sakit diare akibat kesalahan pada makanan akan mengalami intensitas buang air besar lebih banyak dari pada biasanya. Diare adalah salah satu reaksi tubuh akan terhindar dari racun dengan cara pengosongan hasil pencernaan pada usus halus.

  1. Memadatkan feses

Pemadatan feses adalah salah satu fungsi penting yang dilakukan oleh usus besar. Hal tersebut menandakan kondisi yang sehat jika pengeluaran feses melalui anus berlangsung lancar. Namun ketika diare terdapat mekanisme khusus tidak adanya pemadatan karena diare adalah bentuk dari respond sistem kekebalan.

  1. Melindungi pencernaan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa di dalam usus besar terdapat banyak bakteri baik yang membantu proses pencernaan. Bakteri ini juga berfungsi melawan penyakit/ patogen yang menimbulkan permasalahan pada pencernaan.Usus besar juga memiliki lapisan mukosa yang berfungsi mencegah bakteri jahat terserap dalam usus.

Usus Kecil

Usus kecil memiliki fungsi yang sangat penting dalam menyerap makanan dan nutrisi.

  1. Menyerap zat gizi

Usus kecil atau usus halus memiliki luas permukaan bagian dalam yang cukup besar. Permukaan tersebut terbentuk dari jaringan-jaringan kecil yang selanjutnya disebut sebagai vili. Bagian ini mendukung usus kecil menjadi tempat yang tepat untuk menyerap zat gizi dari makanan.

  1. Mencerna zat gizi makro

Salah satu proses pencernaan adalah pencernaan kimiawi yang terjadi pada usus kecil. Proses pencernaan secara kimiawi dibantu oleh enzim yang berada pada usus kecil, diantaranya enzim lipase, tripsin, dan amilase. Zat gizi yang dicerna oleh usus kecil bentuknya adalah makro yaitu protein, karbohidrat, dan lemak.

  1. Menyerap air dalam jumlah banyak

Selain usus besar, usus kecil juga berfungsi menyerap air yang masuk ke tubuh. Namun air yang diserap oleh usus kecil jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan dengan usus besar. Jika usus besar hanya menyerap 10%, usus kecil menyerap air hampir 80%. Sebab zat-zat makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia akan lebih dulu diserap oleh usus kecil daripada usus besar.

  1. Menyerap elektrolit

Zat elektrolit merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Zat-zat ini diserap oleh usus halus dalam proses transpor aktif dan difusi. Contoh dari zat-zat elektrolit adalah klorida, natrium, dan kalsium.

  1. Menyerap nutrisi

Nutrisi di dalam makanan di dalamnya terkandung paling tidak dua kandungan, yaitu vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral diserap oleh usus kecil. Sekitar 90% nutrisi yang masuk ke dalam peredaran darah adalah hasil dari penyerapan pada usus kecil.

Nutrisi tersebut akan diteruskan ke seluruh tubuh melalui peredaran darah. Namun jika di dalam makanan terkandung racun, akan diteruskan ke usus besar dan diproses oleh bakteri yang akhirnya menyebabkan gangguan pencernaan.

  1. Menghasilkan zat penting

Usus kecil memiliki beberapa bagian, salah satunya adalah usus dua belas jari. Usus dua belas jari ini memiliki dua saluran yaitu empedu dan pankreas. Kandungan pada makanan juga akan diproses dengan bantuan kedua saluran tersebut.

Saluran empedu menyalurkan cairan yang mengubah lemak menjadi emulsi. Sementara saluran pankreas fungsinya adalah memecah zat lemak, protein, dan karbohidrat. Zat-zat yang telah dipecah akan membentuk senyawa yang lebih sederhana, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh tubuh.

  1. Menetralkan makanan

Bagian usus dua belas jari pada usus kecil mengeluarkan hormon yang bernama sekretin. Hormon sekretin akan menyebabkan pankreas mengeluarkan natrium bikarbonat dalam jumlah besar. Senyawa yang dihasilkan oleh pankreas berperan dalam menetralkan makanan.

Selain itu cairan yang dihasilkan oleh empedu juga dapat menetralkan makanan. Yaitu dengan menetralkan zat asam yang berasal dari asam lambung.

  1. Berperan dalam kekebalan tubuh

Usus kecil yang merupakan bagian dari sistem pencernaan juga berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Jika di usus besar terdapat bakteri baik, di usus kecil akan ditemukan flora usus yang memberikan efek positif pada tubuh.

Pada bagian ileum atau usus penyerapan juga terdapat sistem limfatik. Sistem ini akan menghasilkan antigen dari bakteri atau organisme berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Kemudian akan diproses oleh sistem kekebalan tubuh.

Demikian penjelasan mengenai fungsi usus besar dan usus kecil pada sistem pencernaan. Proses pencernaan akan terus berlangsung dengan baik apabila manusia selalu memakan makanan yang sehat untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Selain berguna bagi seluruh tubuh manusia, dengan mengonsumsi makanan yang baik juga akan mengurangi beban kerja dari organ-organ pencernaan.

Hasil dari pencernaan yang efektif adalah nutrisi terserap sepenuhnya oleh tubuh dan digunakan untuk beraktivitas. Lalu, proses pengeluaran juga akan selalu lancar. Dengan begitu jika memakan makanan yang sehat manusia tidak perlu lagi khawatir terhadap kesehatan pencernaannya.

Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *