Pengertian Sistem Pencernaan, Urutan, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Diposting pada
Rate this post

Sistem Pencernaan Adalah

Sistem pencernaan manusia terdiri dari saluran pencernaan ditambah organ-organ pencernaan (lidah, kelenjar ludah, pankreas, hati, dan kantong empedu). Masing-masing organ tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam mendukung sistem pencernaan. Pencernaan melibatkan penguraian makanan menjadi komponen yang lebih kecil dan lebih kecil, sampai mereka dapat diserap dan berasimilasi ke dalam tubuh.

Proses pencernaan memiliki tiga tahap. Tahap pertama adalah fase pencernaan pencernaan yang dimulai dengan sekresi lambung sebagai respons terhadap penglihatan dan aroma makanan. Tahap ini meliputi pemecahan mekanis dalam fungsi makanan dengan mengunyah, dan pemecahan kimiawi oleh enzim pencernaan, yang terjadi di mulut. Proses pencernaan bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, salah satunya yaitu pencernaan mekanik.

Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan adalah salah satu sistem organ terbesar di tubuh manusia. Ini bertanggung jawab untuk memproses makanan dan cairan yang dicerna. Sel-sel tubuh manusia semuanya membutuhkan beragam bahan kimia untuk mendukung aktivitas metabolisme mereka, mulai dari nutrisi organik yang digunakan sebagai bahan bakar hingga air yang menopang kehidupan di tingkat sel.

Proses pencernaan merupakan proses yang kompleks yang terjadi pada saluran pencernaan atau saluran gastrointestinal (saluran GI), struktur tubular yang panjang dan terhubung yang dimulai dengan mulut dan berakhir dengan anus.

Makanan didorong maju dalam sistem, diubah oleh enzim dan hormon menjadi partikel yang dapat digunakan dan diserap sepanjang jalan. Organ lain yang mendukung proses pencernaan adalah hati, kantong empedu, dan pankreas. Waktu yang dibutuhkan makanan untuk bepergian dari memasuki mulut untuk dikeluarkan karena limbahnya sekitar 30 hingga 40 jam.

Pengertian Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan adalah kelompok organ yang memecah makanan untuk menyerap nutrisi. Nutrisi dalam makanan digunakan oleh tubuh sebagai bahan bakar untuk menjaga semua sistem tubuh bekerja. Bagian makanan sisa yang tidak dapat diuraikan, dicerna, atau diserap diekskresikan sebagai buang air besar (feses).

Pengertian Sistem Pencernaan Menurut Para Ahli

Adapun definisi sistem pencernaan menurut para ahli, antara lain:

Encyclopedia Britannica

Sistem pencernaan manusia, sistem yang digunakan dalam tubuh manusia untuk proses pencernaan. Sistem pencernaan manusia terutama terdiri dari saluran pencernaan, atau serangkaian struktur dan organ yang dilewati makanan dan cairan selama pemrosesan menjadi bentuk yang dapat diserap ke dalam aliran darah.

Man Anatomy

Sistem pencernaan adalah sistem pengolahan makanan tubuh manusia. Seluruh sistem pencernaan adalah dalam bentuk tabung yang panjang, berongga, memutar dan berputar, yang disebut saluran pencernaan, yang dimulai dari rongga mulut dan berakhir di anus.

National Institute of Diabetes and Dygestive System and Kidney Diseases

Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan yang juga disebut saluran GI atau saluran pencernaan dan hati, pankreas, dan kantong empedu. Saluran GI adalah serangkaian organ berlubang yang bergabung dalam tabung panjang yang memutar dari mulut ke anus.

Urutan Sistem Pencernaan

Proses pencernaan dimulai dari mulut dan berakhir di anus. Proses sistem pencernaan manusia dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

  1. Injesti (Proses makan)

Ini merupakan proses yang paling awal yaitu memasukkan makanan ke dalam mulut, kemudian mengunyah dan menelannya.

  1. Propulsi

Ini merupakan prgerakan makanan di sepanjang saluran pencernaan. Sarana utama propulsi ialah peristaltik, yaitu serangkaian kontraksi dan relaksasi otot polos secara bergantian yang melapisi dinding organ pencernaan dan yang memaksa makanan untuk bergerak maju.

  1. Sekresi

Pada tahap ini, terjadi sekresi enzim pencernaan dan zat lainnya mencairkan, mengatur pH, dan secara kimia memecah makanan.

  1. Pencernaan Mekanis

Pencernaan mekanis, merupakan proses memecah makanan secara fisik menjadi potongan-potongan kecil, yang dimulai dengan mengunyah makanan dan berlanjut dengan pengadukan otot perut.

Selanjutnya terjadi pengadukan tambahan di usus kecil melalui penyempitan otot dinding usus. Proses ini dinamakan segmentasi, mirip dengan peristaltik, kecuali bahwa waktu irama konstriksi otot memaksa makanan mundur dan maju daripada hanya maju.

  1. Pencernaan Kimiawi

Pencernaan dalam arti kimia, merupakan proses memecah makanan secara kimia menjadi molekul yang lebih sederhana. Prosesnya dilakukan oleh enzim di lambung dan usus kecil.

  1. Absorbsi atau Penyerapan

Penyerapan, merupakan pergerakan molekul (dengan difusi pasif atau transpor aktif) dari saluran pencernaan ke darah dan pembuluh limfatik yang berdekatan. Penyerapan adalah jalan masuknya makanan yang dicerna (sekarang disebut nutrisi) ke dalam tubuh.

  1. Pengeluaran/Pembuangan Zat Sisa (Buang Air Besar)

Buang air besar, merupakan proses menghilangkan bahan yang tidak tercerna melalui anus.

Fungsi Sistem Pencernaan

Sebagaimana dinyatakan di atas, sistem pencernaan adalah sistem pemrosesan makanan tubuh manusia. Makanan yang diambil oleh manusia dicerna menjadi molekul yang lebih sederhana yang dapat diserap ke dalam darah dan dimanfaatkan untuk berbagai fungsi tubuh manusia.

Pencernaan penting karena tubuh kita membutuhkan nutrisi dari makanan dan minuman untuk bekerja dengan baik dan tetap sehat. Protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air adalah nutrisi. Sistem pencernaan kita memecah nutrisi menjadi bagian-bagian yang cukup kecil bagi tubuh kita untuk diserap dan digunakan untuk energi, pertumbuhan, dan perbaikan sel.

Misalnya: Protein memecah menjadi asam amino; Lemak memecah menjadi asam lemak dan gliserol; Karbohidrat pecah menjadi gula sederhana.

Jenis Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan manusia terdiri dari dua kategori bagian. Kategori pertama terdiri dari organ-organ yang terlibat langsung dalam proses pencernaan dan penyerapan. Kategori kedua terdiri dari organ-organ yang membantu proses pencernaan dan penyerapan makanan dengan memproduksi bahan kimia atau dengan cara lain, tetapi tidak terlibat langsung dalam proses pencernaan dan penyerapan.

Kategori organ pertama dinamakan “necessary organ (organ yang dibutuhkan)” dan kategori kedua dinamakan “accessory organs (organ aksesori)” tetapi harus diingat bahwa tanpa bantuan organ aksesori, proses pencernaan akan sangat terganggu. Ketika organ-organ aksesori gagal untuk menjalankan fungsinya sepenuhnya, proses pencernaan juga dapat sepenuhnya berhenti.

Organ yang dibutuhkan dalam sistem pencernaan meliputi: Rongga Mulut; Kerongkongan; Perut; Usus Halus; Usus Besar; Anus. Sedangkan organ-organ aksesori dari sistem pencernaan meliputi Hati dan Kantung Empedu; Pankreas; Kelenjar Ludah; Gigi; Lidah.

Berikut ini penjelasan singkat terkait organ-organ yang dibutuhkan dalam pencernaan manusia, yaitu:

  1. Mulut (Cavum Oris)

Mulut adalah organ tempat masuknya makanan, tetapi sistem pencernaan sering bersiap-siap sebelum potongan makanan pertama bahkan memasuki mulut kita. Air liur dilepaskan oleh kelenjar ludah ke dalam rongga mulut saat kita mencium bau makanan.

Begitu makanan memasuki mulut, mengunyah (pengunyahan) memecah makanan menjadi partikel yang lebih kecil yang dapat lebih mudah diserang oleh enzim dalam air liur. Gigi kita dapat melakukan fungsi pemotongan dan penggilingan untuk menyelesaikan tugas ini.

Lidah membantu mencampur makanan dengan air liur dan kemudian lidah dan atap mulut (langit-langit lunak) membantu memindahkan makanan ke faring dan kerongkongan.

  1. Faring dan kerongkongan

Faring (tenggorokan) adalah area transisi dari mulut ke kerongkongan. Dari faring ada dua jalur yang bisa ditempuh oleh bolus makanan; 1) jalur yang salah, yaitu menyusuri batang tenggorokan ke paru-paru, atau 2) jalur yang benar ke kerongkongan dan kemudian perut.

Tindakan menelan adalah proses kompleks yang menutup batang tenggorokan (untuk melindungi paru-paru kita) dan memindahkan makanan ke kerongkongan. Proses ini sebagian besar otomatis (refleks) tetapi juga sebagian di bawah kendali langsung kita.

Begitu memasuki kerongkongan, makanan dipindahkan ke kerongkongan dan masuk ke perut kita. Kerongkongan adalah tabung berotot yang berkontraksi secara sinkron (peristaltik) untuk memindahkan makanan ke bawah menuju perut.

Sementara otot-otot di belakang berkontraksi dengan produk makanan, otot-otot di depan makanan mengendur, menyebabkan daya dorong makanan ke depan. Peristalsis adalah mekanisme utama dimana makanan bergerak melalui sistem pencernaan kita.

Begitu makanan mendekati perut, katup berotot (sfingter esofagus bagian bawah) rileks dan memungkinkan makanan masuk ke perut. Sfingter ini memiliki fungsi penting untuk menutup lambung sehingga tidak ada makanan atau asam lambung yang masuk kembali ke kerongkongan (dan karenanya menghindari mulas atau regurgitasi).

  1. Perut dan usus halus

Dari kelenjar yang melapisi perut, asam dan enzim dikeluarkan yang melanjutkan proses pemecahan makanan. Otot-otot perut lebih lanjut mencampur makanan. Pada akhir proses ini, makanan yang kita tempatkan di mulut telah diubah menjadi cairan kental yang disebut chime (kim).

Cairan kental ini kemudian didorong ke dalam duodenum (bagian pertama dari usus kecil). Dengan bantuan enzim dari pankreas dan empedu dari hati, kerusakan lebih lanjut dari makanan terjadi di usus kecil.

Usus kecil memiliki tiga segmen. Segmen pertama adalah duodenum di mana pemecahan lebih lanjut dari makanan terjadi. Dua bagian berikutnya dari usus kecil (jejunum dan ileum) sebagian besar bertanggung jawab untuk penyerapan nutrisi dari makanan olahan ke dalam aliran darah melalui dinding usus.

Setelah usus kecil, sisa limbah meninggalkan saluran pencernaan bagian atas (saluran GI atas) yang terdiri dari segala sesuatu di atas usus besar, dan bergerak ke usus besar atau usus besar (awal saluran GI bagian bawah).

  1. Usus besar, rektum, dan anus

Peran saluran GI yang lebih rendah adalah untuk memadatkan produk limbah (dengan menyerap air), dan menyimpannya hingga dapat dieksresi (dikeluarkan ketika buang air besar).

Secara keseluruhan usus besar memiliki panjang sekitar 7 kaki dan terhubung ke rektum. Di sini seperti di sebagian besar bagian lain dari sistem GI, produk limbah digerakkan oleh peristaltik. Ketika produk limbah melewati usus besar, air diserap dan tinja terbentuk.

Kotoran dari usus besar disimpan dalam dubur. Sfingter anal menyediakan kontrol untuk melepaskan tinja atau menahannya. Begitu feses tiba di rektum, umpan balik ke otak membuat orang sadar akan perlunya buang air besar. Kontrol sukarela atas sfingter anal memungkinkan kita memegang tinja sampai kita pergi ke toilet.

Berikut ini penjelasan singkat terkait organ-organ tambahan dalam pencernaan manusia, yaitu:

  1. Pankreas

Pankreas sebagian besar dikenal karena berfungsi untuk mengatur gula darah dalam tubuh melalui produksi insulin (sebagai bagian dari sistem endokrin – insulinnya langsung dari kelenjar ke dalam aliran darah). Pankreas juga merupakan produsen utama enzim pencernaan sebagai bagian dari sistem eksokrin (enzim yang diproduksi oleh kelenjar melewati saluran ke usus). Enzim ini dilepaskan ke dalam duodenum dan membantu pencernaan lemak, protein, dan karbohidrat.

  1. Hati

Hati menghasilkan empedu untuk pencernaan dan eliminasi lemak. Nutrisi disimpan di hati, sedangkan racun dan bahan kimia disaring oleh hati.

  1. Kantung empedu

Empedu disimpan dan dilepaskan dari kantong empedu. Ketika makanan berlemak memasuki duodenum, kantong empedu berkontraksi dan melepaskan empedu.

Nah, itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian sistem pencernaan pada manusia menurut para ahli, urutan, fungsi, dan jenis-jenisnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan referensi kepada segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • Digestive Systems dari https://courses.lumenlearning.com/boundless-biology/chapter/digestive-systems/
  • Digestive System dari https://www.mananatomy.com/digestive-system
  • https://www.britannica.com/science/human-digestive-system

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *