Contoh Pelestarian Ex Situ dan In Situ

Diposting pada

Pelestarian Ex Situ dan Pelestarian In Situ

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati dengan jumlah tinggi. Dimana sekitar 30% keanekaragaman jenis habitat hewan dan macam habitat tumbuhan yang ada di bumi ini keberadaannya dapat ditemukan di Indonesia. Walaupun demikian, keberlangsungan dari keanekaragaman saat ini cukup mengkhawatirkan karena tidak sedikit yang hampir mengalami kepunahan atau terancam punah, sehingga menjadi penyebab kerusakan lingkungan.

Banyak faktor yang mengakibatkan kepunahan, salah satunya adalah eksploitasi manusia secara besar-besaran. Namun permasalahan ini masih dapat diatasi dengan mengubah pola perilaku dan meningkatkan kesadaran diri bahwa kekayaan alam yang kita nikmati saat ini masih dibutuhkan oleh generasi mendatang. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan pelestarian ex situ dan in situ terhadap alam.

Pelestarian Ex Situ dan In Situ

Pelestarian memiliki pengertian yaitu upaya konservasi atau perlindungan yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan di lingkungan. Arti konservasi ini mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan alam, baik efisiensi penggunaan energi, perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam baik kualitas maupun kuantitasnya, serta langkah lainnya yang dilakukan untuk perlindungan jangka panjang lingkungan.

Adapun secara bentuknya. Pelestarian terbagi menjaid dua. Yakni;

Pelestarian Ex Situ

Pelestarian ex situ adalah upaya perlindungan keanekaragaman alam dengan cara mengambil spesies yang langka atau terancam punah dari habitat yang tidak aman untuk hidup. Faktor penyebab tidak amannya habitat dapat disebabkan oleh ulah manusia maupun bencana alam. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan mendirikan kebun binatang, kebun raya, taman safari, dan kebun koleksi.

Pelestarian In Situ

Pelestarian yang dilakukan secara in situ merupakan bentuk konservasi alam di dalam arti habitat asli flora maupun fauna. Selain memelihara sumber daya genetik pelestarian in situ juga dapat memelihara tempat yang didominasi dengan komponen abiotik.

Definisi pelestarian in situ biasanya dilakukan untuk melindungi organisme yang terancam punah di habitat aslinya. Salah satu cara untuk melakukan konservasi in situ adalah dengan membuat cagar alam, taman nasional, dan suaka margasatwa.

Contoh Pelestarian Ex Situ dan Pelestarian In Situ

Adapun untuk bentuk pelestarian yang dilakukan secara ex situ dan in situ. Antara lain;

Contoh Pelestarian Ex Situ

Diantaranya;

  1. Kebun Plasma Nutfah

Pelestarian Ex Situ Kebun Plasma Nutfah
Kebun Plasma Nutfah

Kebun plasma nutfah seperti namanya adalah tempat bagi tumbuhan khususnya nutfah utnuk dikembangkan. Plasma nutfah berasal dari sifat unggul akan terus dipertahankan dan dilestarikan pada lokasi ini. Namun di Indonesia keberadaannya masih sangat jarang, bahkan baru dirintis oleh lembaga-lembaga ilmu pengetahuan.

Jika sudah berkembang, adanya kebun plasma nutfah memungkinkan flora yang tersebar di permukaan bumi ini bukan hanya banyak jumlahnya, akan tetapi juga kualitasnya unggul dan tentu akan berpengaruh pada ketahanan hidupnya.

  1. Kebun Koleksi

Pelestarian Ex Situ Kebun Koleksi
Kebun Koleksi

Kebun koleksi tidak jauh berbeda dari kebun botani. Tempat ini menyimpan banyak jenis nutfah tanaman yang akan dipertahankan hidupnya hingga tumbuh dan berkembang. Kebun koleksi tidak hanya bertujuan untuk menyimpan banyak koleksi tanaman, akan tetapi juga berfungsi menjaga dan melestarikan keanekaragaman.

  1. Kebun Binatang

Pelestarian Ex Situ Kebun Binatang
Kebun Binatang

Kebun binatang menjadi tempat memelihara, menjaga, dan merawat binatang-binatang terpilih. Kebun binatang sering kali dijadikan sebagai tempat untuk pendidikan, penelitian selain fungsi utamanya sebagai tempat konservasi satwa yang terancam punah. Di Indonesia sendiri terdapat cukup banyak kebun binatang yang diminati sebagai tempat pariwisata.

  1. Taman Safari

Pelestarian Ex Situ Taman Safari
Taman Safari

Taman safari merupakan kawasan konservasi yang berorientasi pada habitat satwa yang mirip dengan habitat aslinya. Kawasan ini diatur agar aman untuk dikunjungi tanpa mengganggu kehidupan dari hewan-hewan yang tinggal di dalamnya. Salah satu contohnya yang terkenal adalah Taman Safari di Cisarua Bogor, Jawa Barat.

  1. Kebun Botani

Pelestarian Ex Situ Kebun Botani
Kebun Botani

Kebun botani adalah sebutan bagi lahan pertanian yang ditanami banyak macam tumbuhan untuk memelihara dan menjaga kelestarian dari tumbuhan. Kebun botani dalam tujuan dan manfaat konservasi dijadikan sebagai sarana penelitian, koleksi, wisata, dan pendidikan.

  1. Penangkaran Hewan

Pelestarian Ex Situ Penangkaran Hewan
Penangkaran Hewan

Penangkaran hewan adalah tempat yang bertujuan untuk melindungi hewan dengan cara mengambil dan menetaskan telur di tempat tertentu yang bukan habitat aslinya. Karena dikhawatirkan jika tetap berada di habitat asli terdapat ancaman dari ulah manusia atau predator.

Namun pada waktu tertentu hewan yang sudah menetas dan siap untuk dilepas akan dikembalikan ke habitatnya masing-masing, misalnya pada penyu.

Contoh Pelestarian In Situ

Yaitu sebagai berikut;

  1. Taman Nasional Tanjung Puting

Pelestarian In Situ Taman Nasional Tanjung Puting
Taman Tanjung Puting

Taman nasional ini letaknya berada di semenanjung barat daya Kalimantan Tengah. Taman nasional ini dikenal sebagai kawasan konservasi orangutan terbesar yang ada di dunia. Jumlah orangutan yang hidup di taman nasional Tanjung Puting berkisar lebih dari 30.000 ekor.

Selain melingdungi dan memelihara orangutan, kawasan taman nasional ini juga menjadi salah satu cagar biosfer. Didalamnya terdapat vegetasi flora tumbuhan insektivora atau pemakan serangga yaitu kantong semar.

Area taman nasional ini memiliki luas sebesar 415.040 hektar. Kawasan tersebut meliputi wilayah tropika dataran rendah, hutan rawa air tawar, hutan tanah kering, hutan rawa gambut, hutan bakau atau hutan mangrove, hutan sekunder, dan hutan pantai.

  1. Taman Nasional Kerinci Seblat

Pelestarian In Situ Taman Nasional Kerinci Seblat
Taman Kerinci Seblat

Taman nasional Kerinci Seblat memiliki lokasi yang sangat luas meliputi empat provinsi. Kawasan taman nasional ini melewati Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Dengan luas yang sedemikian rupanya, taman nasional ini disebut sebagai kawasan konservasi yang paling besar di Pulau Sumatera.

Kawasan ini dibangun untuk menjadi tempat bagi flora dan fauna langka hidup disana. Keanekaragaman fauna yang hidup di taman nasional ini antara lain harimau sumatera, gajah sumatera, badak sumatera, macan dahan, beruang madu, dan tapir melayu. Selain itu, didadlamnya juga dapat ditemukan sekitar 370 burung.

Sementara flora yang paling menarik ada di taman nasional Kerinci Seblat adalah bunga raksasa dari jenis Rafflesia arnoldi.

  1. Hutan Lindung Sungai Wain

Pelestarian In Situ Hutan Lindung Sungai Wain
Hutan Lindung Sungai Wain

Hutan lindung sungai wain adalah hutan milik pemerintah provinsi Kalimantan Timur. Hutan ini terletak di Kota Balikpapan dan fokus melindungi flora serta fauna diantaranya bekantan, orangutan, dan tanaman kantong semar.

Keseluruhan luas wilayah hutan mencapai 10.025 hektar. Di dalam hutan lindung Sungai Wain terdapat hutan Dipterocarpa dataran rendah dan perbukitan, hutan air tawar, hutan riparian, dan lain-lain. Hutan ini tidak hanya melindungi hewan dan tumbuhan, namun juga secara operasional sibuka untuk masyarakat umum untuk berwisata.

  1. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Pelestarian Ex Situ Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Taman Bromo Tengger Semeru

Taman nasional Bromo Tengger Semeru adalah kawasan konservasi terkenal di Jawa Timur. Taman nasional ini terbentang meliputi empat kabupaten yaitu Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan.

Taman nasional Bromo Tengger Semeru setidaknya memiliki keunikan berupa laut berpasir yang luasnya sebesar 5.250 hektar. Dari luas tersebut, kawasan ini dihuni oleh sekitar 137 jenis burung, 22 jenis mamalia, dan 4 jenis reptilia.

  1. Taman Nasional Gunung Leuser

Pelestarian In Situ Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Gunung Leuser

Taman nasional Gunung Leuser berada di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Nama taman nasional juga merupakan nama gunung dimana tempat konservasi hewan dan tumbuhan tersebut berada. Kawasan ini menjadi tempat hidup yang luas bagi badak sumatera, gajah, beruang madu, dan orangutan.

  1. Cagar Alam Hutan Kepulauan Karimata

Pelestarian In Situ Cagar Alam Hutan Kepulauan Karimata
Hutan Kepulauan Karimata

Kawasan cagar alam hutan Kepulauan Karimata letaknya adalah di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Hutan ini merupakan ekosistem yang termasuk ke dalam tipe kepulauan, sehingga didalamnya tersebar sumber daya berupa terumbu karang, hutan mangrove, perbukitan tinggi, dan hutan pantai.

Kepulauan Karimata memiliki potensi flora dan flora yang tinggi, mulai dari aneka jenis tanaman laut, tumbuhan tingkat tinggi, dugong, batagur baska, dan kura-kura gading. Keseluruhan aneka ragam spesies yang ada didalamnya harus tetap dilestarikan dan dilindungi dari kepunahan, oleh karena itu kawasan ini ditetapkan menjadi cagar alam.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa pelestarian ex situ merupakan tempat yang sengaja dibuat untuk konservasi baik tumbuhan maupun hewan, sehingga banyak dari tempat-tempat tersebut dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata.

Adapun untuk pelestarian in situ kerapkali didukung oleh wilayah yang cukup luas, sehingga cukup banyak spesies dari flora dan fauna pula yang sudah terancam punah, sehingga langkah pelestarian in situ perlu dilakukan untuk senantiasa menjaga dan memelihara organisme agar tetap dapat bertahan hidup.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh pelestarian ex situ dan pelestarian in situ yang ada di Indonesia dan berbagai belahan dunia. Semoga saja memberikan wawasan untuk kalian.

Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *