Pengertian Pelestarian In Situ, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada

konservasi in situ

Pelestarian merupakan suatu usaha yang bertujuan untuk menjaga keberlangsungan setiap klasifikasi makhluk hidup. Pelestarian perlu dilakukan untuk menjaga keseimbangan dari arti ekosistem dengan adanya keseimbangan maka tingkat kemungkinan interaksi antarorganisme yang ada pada alam akan lebih tinggi.

Pelestarian yang bersinonim dengan konservasi ini sendiri dilakukan dalam upaya menjaga agar jumlah flora dan fauna yang tinggal sedikit tidak sampai habis. Oleh karena itulah pelestarian secara garis besar terbagi menjadi dua yaitu in situ dan ex situ.

Pelestarian In Situ

Pelestarian in situ adalah langkah untuk konservasi flora dan fauna yang dilakukan pada habitat aslinya. Biasanya habitat asli akan dibagi menjadi ke beberapa zona agar lebih mudah mengontrol flora dan fauna yang dilindungi. Selain itu juga pembagiannya dibagi berdasarkan kebutuhan penelitian, pendidikan, dan fokus ke pelestarian.

Jenis dan Contoh Pelestarian In Situ

Adapun untuk macam pelestarian in situ antara lain sebagai berikut;

  1. Taman Nasional

Adanya taman nasional telah diatur dalam peraturan pemerintah, sehingga tanggungjawab dari taman nasional dipegang oleh pemerintah langsung. Taman nasional merupakan wilayah dengan ekosistem yang masih sangat asli. Tujuan dari adanya taman nasional selain sebagai tempat pelestarian juga berperan sebagai objek penelitian dan pendidikan.

Taman nasional diperuntukkan bagi flora dan fauna yang ada didalamnya. Di Indonesia setidaknya ada kurang dari 50 taman nasional yang tersebar di beberapa daerah dan menjadi identitas dari daerah tersebut. Sebab berbeda daerah maka ada flora dan fauna khusus yang hanya ditemukan didaerah tersebut. Bahkan beberapa diantaranya telah dinyatakan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.

Contoh Taman Nasional

Contoh dari taman nasional yang terkenal di negara Indonesia adalah:

  1. Taman Nasional Ujung Kulon
  2. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
  1. Cagar Alam

Cagar alam merupakan tempat pelestarian yang diperuntukkan bagi flora dan fauna. Lokasi tertentu dengan keunikan masing-masing dapat dijadikan sebuah cagar alam. Tentunya keunikan ini sesuai dengan kebutuhan dari flora dan fauna yang akan dilestarikan.

Proses pelestarian pada cagar alam berjalan secara alami, oleh karena itu untuk orang yang ingin memasukinya tidak boleh sembarangan. Sebab kawasan cagar alam masuk kedalam bentuk konservasi, sehingga memerlukan administrasi tertentu untuk masuk ke dalamnya.

Contoh Cagar Alam

Indonesia memiliki beberapa cagar alam, diantaranya yaitu :

  1. Cagar Alam Nusakambangan Barat dan Timur
  2. Cagar Alam Pananjung Pangandaran
  1. Suaka Marga Satwa

Suaka marga satwa adalah lokasi dengan berbagai fauna unik yang langka. Suaka marga satwa dibuat unutk melindungi keberlangsungan satwa langka. Selain itu penetapan dari wilayah suaka marga satwa akan menjaga kondisi ekosistem.

Suaka marga satwa tidak hanya berfokus pada pelestarian satwa langka. Akan tetapi keberadaan fauna langka didalamnya dapat menjadi sarana yang mendukung pendidikan dan penelitian di kawasan tersebut.

Contoh Suaka Marga Satwa

Dua contoh tempat yang dijadikan suaka marga satwa yaitu:

  1. Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur
  2. Suaka Marga Satwa buton Utara
  1. Taman Laut

Taman laut merupakan tempat pelestarian alam biota akuatik yang ada di laut dan kawasan yang ada disekitarnya. Taman laut dibentuk sebagai usaha konservasi untuk melindungi biota laut yang ada didalamnya. Khususnya di Indonesia yang merupakan negara maritim dengan banyak pulau dan laut.

Contoh Taman Laut

Terdapat dua taman laut yang sangat terkenal di Indonesia, yaitu :

  1. Taman Laut Bunaken
  2. Taman Laut Raja Ampat
  1. Hutan Lindung

Hutan lindung merupakan kawasan hutan alami yang berfungsi sebagai pengatur tata air, pencegahan banjir dan erosi, dan untuk memelihara kesuburan pada tanah.

Contoh Hutan Lindung

Contoh hutan lindung yang ada di Indonesia yaitu:

  1. Hutan Lindung Sesaot, Lombok
  2. Hutan Lindung Sungai Wain, Balikpapan
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa tujuan konservasi in situ dijalankan untuk membaca pertumbuhan populasi manusia khususnya telah jauh meningkat drastis jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Banyaknya populasi itu berarti semakin banyak pula kebutuhan yang diperlukan. Hal ini lantaran setiap manusia hidup dari sumber daya alam dan memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi alam. Beberapa diantaranya menggunakan kemampuan tersebut dengan tidak bijak, sehingga menyebabkan flora dan fauna yang ada di alam mengalami penurunan kuantitas hingga terancam punah.

Demikianlah artikel yang bisa kami bagikan pada kalian tentang adanya pengertian pelestarian in situ, jenis, dan contohnya yang ada di kehidupan. Semoga memberikan referensi serta literasi mendalam bagi kalian yang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *