Jenis Habitat Tumbuhan dan Contohnya

Diposting pada

Habitat Tumbuhan

Habitat tumbuhan adalah suatu sistem yang tercipta dari interaksi antara komponen biotik dan komponen abiotik. Konsep habitat ini dikenal dalam ilmu ekosistem atau dikenal juga dengan arti ekologi. Habitat tumbuhan juga merupakan lokasi bagi makhluk hidup di dalamnya yang melangsungkan aktivitas kehidupan. Oleh sebab itulah sebagai uraian lebih lanjut artikel ini mengulas macam-macam habitat tumbuhan dan contohnya.

Habitat Tumbuhan

Pada tahun 1939, Clements dan Shelford menjelaskan gagasannya mengenai pengertian habitat. Menurutnya habitat adalah lingkungan yang berbentuk fisik, di dalamnya terdapat paling tidak suatu kumpulan spesies yang disebut dengan populasi.

Salah satunya diantarnya adalah tumbuhan, dimana arti tumbuhan adalah salah satu klasifikasi makhluk hidup penyusun habitat. Sesuai dengan ciri khas morfologi dan anatominya, spesies tumbuhan memiliki habitat yang berbeda-beda. Pada artikel ini akan dibahas jenis-jenis habitat tumbuhan beserta contohnya.

Dalam istilah ekologi, jika di suatu tempat terdapat berbegai macam kelompok spesies yang hidup di dalamnya. Maka habitat itu disebut sebagai biotop.

Jenis Habitat Tumbuhan

Adapun untuk macam-macam habitat tumbuhan dan contohnya yang mudah ditemukan, antara lain sebagai berikut;

  1. Dataran Rendah

Dataran rendah adalah salah satu habitat yang ada di daratan permukaan bumi. Dataran rendah merupakan hamparan luas tanah yang tingginya kurang dari 200 meter di atas permukaan laut. Temperatur udara pada dataran rendah biasanya berkisar antara 23-28 derajat celcius. Dengan suhu yang sebesar itu, kondisi pada dataran rendah tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin.

Curah hujan pada dataran rendah tergolng cukup tinggi. Kondisi tanah pada dataran rendah umumya subur, oleh karena itu biasa ditanami oleh tumbuhan. Di indonesia terdapat banyak lokasi yang termasuk ke dalam habitat dataran rendah. Diantaranya, di dataran rendah Surakarta, Semarang, Madiun, dan Palembang.

Cukup banyak tanaman yang cocok hidup di habitat dataran rendah, diantaranya padi, kelapa, pisang, jagung, dan lain sebagainya.

  1. Dataran Tinggi

Dataran tinggi merupakan salah satu habitat diatas permukaan bumi yang letaknya lebih tinggi jika dibandingkan dengan dataran rendah, yaitu sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Habitat di dataran tinggi terbentuk dari proses alam yaitu erosi dan sedimentasi.

Kawasan puncak pada habitat dataran tinggi disebut plateau (plato). Di Indonesia terdapat banyak dataran tinggi diantaranya dataran tinggi Dekkan, Gayo, Dieng, dan di Malang.

Ciri-ciri dataran tinggi yang paling sering dirasakan adalah iklimnya yang sejuk. Temperatur di dataran tinggi tergolong rendah, karena dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Apabila semakin tinggi suatu tempat, maka akan semakin rendah suhu yang berada disana.

Pada habitat dataran tinggi banyak digunakan sebagai tempat pertanian. Namun karena kondisi geografisnya yang menurun pertanian yang ada di daerah dataran tinggi dibuat dengan sistem terasering. Sistem terasering berbentuk seperti tangga yang berundak-undak, fungsinya untuk mencegah terjadinya erosi pada tanah.

Iklim yang sejuk pada dataran tinggi menyebabkan udara yang ada di sekitarnya kering. Udara yang kering juga disebabkan karena curah hujan rendah. Oleh karena itu dataran tinggi cocok untuk pertanian sebab jarang terjadi banjir akibat hujan.

Banyak tanaman yang hidup pada habitat dataran tinggi. Biasanya tanaman tersebut adalah tanaman yang mudah dan dapat beradaptasi pada suhu rendah. Contohnya yaitu tanaman kubis, kentang, strawberry, apel, dan masih banyak lainnya.

  1. Danau

Danau adalah eksosistem perairan yang merupakan tempat buatan bukan ruang alami yang terbentuk dari alam. Danau termasuk habitat dengan air tawar yang di dalamnya terdapat banyak macam tumbuhan dan hewan yang hidup.

Danau memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan habitat atau arti ekosistem yang ada di daratan. Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang di dapat, danau memiliki penetrasi cahaya yang kurang.  Karena cahaya matahari hanya dapat menjangkau beberapa bagian permukaan danau saja.

Habitat danau biasanya berdampingan dengan habitat daratan di sekitarnya. Karena itu memungkinkan kuantitas air yang ada pada danau dipengaruhi oleh iklim. Pada musim penghujan air danau akan bertambah volumenya, sementara pada musim panas akan berkurang.

Terakhir, habitat danau mengalami perubahan suhu yang tidak mencolok. Artinya pada siang dan malam hari derajat temperaturnya tidak kontras naik ataupun turun.

Danau merupakan tempat hidup perairan yang terbuka, dan berair tawar. Maka tidak semua jenis hewan dan tumbuhan dapat hidup pada habitat tersebut. Tumbuhan yang dapat hidup pada habitat danau adalah eceng gondok, teratai, alga, lumut, dan lain sebagainya.

  1. Hutan

Hutan terdiri dari berbagai jenis sesuai dengan letak geografisnya, terdapat hutan hujan, hutan gugur, dan lain-lain. Namun di Indonesia lebih banyak tersebar hutan hujan tropis atau hutan basah. Sesuai dengan namanya, hutan hujan tropis memiliki suhu yang hangat, lembab, dan intensitas curah hujan yang tinggi. Maka tidak heran jika hutan ini hampir selalu dalam kondisi yang basah.

Hutan hujan tropis banyak ditemukan di wilayah khatulistiwa. Wilayah ini mendukung banyak keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan dapat tumbuh dengan subur di dalamnya.

Ciri-ciri dari hutan hujan tropis selain yang sudah disinggung di atas, karena berada pada daerah tropis hutan hujan tropis selalu terkena sinar matahari. Hal tersebut memungkinkan banyak pohon berukuran tinggi hidup subur di hutan hujan.

Walaupun selalu disinari oleh cahaya matahari, namun karena curah hujan yang tinggi membuat kelembaban udara di wilayah hutan hujan tropis ada pada tingkatan yang tinggi. Faktor-faktor tersebut cocok bagi banyak tumbuhan hidup subur. Akan tetapi tidak seluruh sinar matahari dapat tembus ke permukaan dasar hutan. Oleh karena itu, akan banyak ditemukan genangan-genangan air pada bagian dalamnya.

Tumbuhan yang dapat ditemui pada habitat hutan diantaranya dari golongan palm, paku-pakuan yang besar, serta tanaman herbal.

  1. Pantai

Pantai merupakan tempat yang ditemukan di tepi laut. Pantai merupakan habitat daratan yang memiliki garis permanen yang terjaga dengan baik, yaitu garis batasan antara daratan dengan lautan.

Pantai dipengaruhi oleh pasang surut air laut, yang merupakan siklus harian dari air laut. Oleh karena itu flora dan fauna yang hidup di daerah pantai biasanya melekatkan diri ke substrat. Tujuannya agar tidak terhempas saat gelombang air datang.

Temperatur pada habitat atau ekosistem pantai termasuk ke tingkat suhu yang tinggi. Maka pada siang hari sinar matahari sepenuhnya menyinari daerah pantai yang biasanya jarang ditanami tumbuh-tumbuhan. Akan tetapi suhu yang tinggi tersebut akan berubah kontras menjadi rendah pada saat malam hari, biasanya juga diiringi oleh angin laut yang kencang.

Tumbuhan yang hidup dan sering ditemukan di daerah pantai yaitu pohon kelapa dan pohon bakau.

  1. Sungai

Sungai merupakan suatu ekosistem yang cakupannya sangat luas. Berbeda dengan danau, sungai adalah perairan terbuka yang airnya mengalir ke tempat tertentu, yaitu dari hulu menuju ke hilir dan berakhir di muara sungai.

Karena kondisi air di wilayah sungai yang selalu mengalir. Pada ekosistem sungai terjadi banyak perubahan fisik dan kimiawi. Misalnya terjadi pengendapan, unsur oksigen yang berubah-ubah, dan juga kandungan mineral yang fluktuatif.

Sungai sebagai salah satu tempat makhluk hidup untuk hidup, banyak ditinggali oleh jenis flora dan fauna. Macam-macam flora yang berada disana mulai dari fitoplankton, ganggang, lumut, dan eceng gondok.

  1. Gurun

Gurun adalah ruang hidup yang memiliki curah hujan paling sedikit. Lokasi geografis demikian membuat gurun menjadi sangat gersang dan sulit untuk mendapatkan sumber air disana. Selain itu, laju penguapan sangat tinggi hingga habitat ini tampak seperti tempat yang mengalami kekeringan.

Walaupun demikian, tetap dapat ditemukan hewan dan tumbuhan yang bertahan hidup di sana. Tentu makhluk hidup tersebut memiliki pola adaptasi tertentu untuk dapat bertahan. Salah satu contoh tumbuhan yang paling sering ditemui di daerah gurun adalah kaktus. Kaktus mampu hidup di daerah gurun dengan morfologi tubuhnya yang seperti tabung untuk meyimpan cadangan air, serta daun yang kecil berupa duri untuk mengurangi penguapan.

  1. Laut

Ekosistem air laut merupakan ekosistem bahari yang terdiri dari perairan dalam dan perairan dangkal. Air laut memiliki salinitas yang tinggi, apabila lokasinya lebih dekat ke khatulistiwa maka salinitasnya akan semakin tinggi.

Kandungan garam mendominasi mineral laur hingga mencapai kira-kira 75%. Selain itu, karena berbeda kedalaman, sinar matahari yang terserap dan suhu pun berbeda-beda.

Habitat air laut dihuni oleh banyak macam organisme, namun seluruhnya memiliki adaptasi yang tinggi untuk dapat bertahan hidup di dalam air laut. Contoh jaringan tumbuhan yang dapat bertahan hidup salah satunya adalah rumput laut, serta fitoplankton yang merupakan produsen utama pada ekosistem air laut.

Demikianlah ulasan yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca. Berkaitan dengan macam-macam habitat tumbuhan dan contohnya yang mudah ditemukan. Semoga bisa memberikan referenso serta literasi bagi semua pembaca.

Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *