Contoh Simbiosis Parasitisme dan Penjelasannya

Diposting pada
Rate this post

Simbiosis Parasitisme

Sudah menjadi hal pasti bahwa berbagai macam simbiosis terjadi antara dua interaksi antarorganisme yang berbeda, begitu pula dengan simbiosis parasitisme. Simbiosis parasitisme merupakan hubungan timbal balik yang ada pada suatu ekosistem dengan penerimaan yang berbeda antara individu satu dengan individu lainnya.

Simbiosis Parasitisme

Simbiosis parasitisme paa hakekatnya berasal dari kata parasit, dapat diketahui bahwa arti parasit ialah terjadinya hubungan iyang merugikan bagi makhluk hidup yang bersifat non-parasit. Jenis parasit terdiri dari organisme-organisme yang merugikan bagi organisme lain, namun menguntungkan bagi dirinya sendiri.

Contoh Simbiosis Parasitisme

Terdapat cukup banyak contoh simbiosis parasitisme yang terjadi di sekitar kita. Ada yang terjadi pada tumbuhan, hewan, bahkan manusia di setiap ekosistemnya. Berikut penjelasannya;

  1. Nyamuk dengan Manusia

Nyamuk adalah salah satu serangga yang memakan darah sebagai kebutuhan hidupnya untuk tumbuh dan berkembang. Nyamuk merugikan bagi manusia ketika menghisap darah dari bagian tubuh manusia. Selain menyebabkan rasa gatal dan ruam merah, beberapa nyamuk yang menghisasp darah pada manusia membawa sumber peyakit yang membahayakan.

Sementara manusia dirugikan, nyamuk mendapat keuntungan dari hubungan tersebut. Karena apa yang nyamuk makan merupakan kebutuhan dasar.

  1. Kutu dengan Manusia

Hampir serupa dengan nyamuk, kutu hidup dengan mennghisap darah dari manusia. Selain diuntungkan karena mendapat makanan, kutu bersifat parasit obligat. Kutu dapat tinggal selama siklus hidupnya berlangsung  mulai dari telur hingga dewasa.

Adanya kutu sangat merugikan bagi manusia. Karena akan menimbulkan rasa tidak nyaman serta gangguan gatal dan luka pada bagian tubuh yang terdapat kutu didalamnya.

  1. Kutu dengan Hewan

Dimanapun kutu berada, karena bersifat prasit maka kutu akan merugikan bagi makhluk hidup yang ditumpanginya. Selain pada manusia, kutu juga hidup pada hewan dan tumbuhan. Dengan jenis yang berbeda namun tetap bersifat sama, yaitu parasit.

Pada hubungan ini yang diuntungkan hanyalah kutu. Sementara hewan sangat dirugikan dengan adanya kutu yang hidup pada bagian tubuhnya.

  1. Kutu Daun dengan Tumbuhan

Pada tumbuhan juga dapat ditemukan kutu daun. Berbeda dengan kutu pada manusia dan hewan, kutu daun adalah pemakan tumbuhan. Biasanya kutu hidup dengan berkelompok.

Kutu menjadi salah satu hama yang merugikan bagi tumbuhan karena dengan jumlahnya yang tidak hanya satu itu mampu menyerap nutrisi yang masih dibutuhkan ada tumbuhan. Setiap tumbuhan yang dijadikan sebagai tempat hidup dari kutu pasti mengalami kerusakan, tidak subur, bahkan dapat mengalami kematian.

  1. Cacing Pita dengan Manusia

Cacing pita adalah golongan moluska yang juga hidup secara berkoloni. Cacing pita hidup di dalam tubuh manusia dan mampu menyerap nutrisi yang ada pada tubuh manusia. Dalam hubungan ini cacing pita mendapatkan keuntungan berupa tempat tinggal dan juga sumber makanan.

Akan tetapi bagi manusia yang masih membutuhkan nutrisi untuk melangsungkan ativitas. Adanya cacing pita sangat merugikan. Sebab manusia akan kehilangan nutrisi, dan hal tersebut memicu adanya gangguan pada tubuh seperti pusing, mual, dan lain-lain.

  1. Cacing Tambang dengan Manusia

Cacing tambang hidup pada usus manusia dan bersifat merugikan karena mampu menyerap darah yang ada di dalam tubuh. Cacing tambang diuntungkan karena mendapat tempat tinggal dan makanan. Sementara manusia akan merasakan penyakit tertentu akibat cacing tambang, salah satunya adalah anemia atau kekurangan darah.

  1. Cacing Hati dengan Sapi

Sesuai dengan namanya, cacing hati hidup pada organ hati sapi. Cacing hati mendapatkan manfaat yang banyak dari sapi untuk dirinya sendiri. Sedangkan jika terdapat cacing hati pada sapi, akan menyebabkan sapi mengalami penyakit dan gangguan kesehatan yang sangat merugikan.

  1. Kelawar Vampir dengan Mamalia

Dinamakan hewan kelelawar vampir karena jenis kelelawar ini mampu menghisap darah hewan mamalia. Walaupun tidak hidup pada tubuh mamalia, namun karena menghisap darah maka mamalia yang dihisap akan mendapat kerugian.

  1. Tikus dengan Petani

Tikus adalah salah satu hewan pengerat yang dapat memakan apapun termasuk tumbuh-tumbuhan. Tikus dikenal sebagai hama pada pertanian yang sangat merugikan. Karena tikus akan menyerang padi yang sedang tumbuh dan itu dapat menyebabkan padi-padi tersebut mati. Sehingga panen yang dihasilkan akan berkurang.

  1. Jamur Rhinosporidium Sebeeri dengan Manusia

Jamur ini dapat disebut juga sebagai jamur badak. Jamur badak dapat menyerang manusia dan hidup di bagian organ-organ tertentu seperti kelenjar mata, kulit, dan bagian tubuh lain. Ketika masuk ke dalam tubuh, jamut badak diuntungkan karena mampu berkembang biak. Sementara manusia akan mengalami gangguan dan penyakit tertentu.

  1. Ikan Pearl dengan Timun Laut

Timun laut merupakan biota laut yang memilki tubuh lunak dan biasa ditemukan di dasar laut atau pinggiran pantai. Timun laut menjadi inang bagi ikan pearl karena ikan pearl mampu masuk ke dalam tubuhnya hingga bagian membran pernapasan.

Ikan pearl akan mengonsumsi gonad dan makanan yang dimakan oleh timun laut. Jika demikian maka timun laut akan dirugikan karena kehilangan makanan.

  1. Serangga Triatomine dengan Manusia

Serangga triatomine umumnya ditemukan di Amerika Tengah serta Amerika Selatan. Serangga ini mampu menempel pada kulit manusia dan menggigitnya. Akibat dari serangga mampu menyebabkan penyakit tripanosoma cruzi, gagal jantung, dan lain-lain.

  1. Lintah dengan Makhluk Hidup Lain

Lintah merupakan organisme parasit yang cukup berbahaya bagi organisme lainnya. Lintah menjadikan tubuh organisme lain sebagai tempat tinggal dan mendapatkan makanan berupa darah. Sedangkan organisme yang berperan sebagai inang akan mengalami kekurangan darah, bahkan jika sudah fatal akan menyebabkan kematian.

  1. Teritip dengan Paus

Teritip hidup di laut dangkal dan pada gelombang yang kuat. Teritip hidup di tubuh paus untuk mengambil makanan. Sementara itu paus akan dirugikan dengan adanya luka akibat teritip yang mengganggu karena menyebabkan gatal.

  1. Keong Emas dengan Padi

Keong emas adalah salah satu organisme pemakan tumbuhan yang biasa ditemukan di persawahan. Keong emas akan memakan padi yang masih muda bahkan hingga habis. Oleh karena itu keong emas sangat merugikan pertanian karena padi akan mati akibat dimakan oleh keong emas.

  1. Jamur Panu dengan Manusia

Penyakit panu pada manusia disebabkan oleh jamur Tinea verskolor. Jamur ini merupakan salah satu jamur berbahaya karena menyebabkan penyakit dan gatal-gatal. Sementara jamur akan mendapat tempat hidup dan berkembang biak pada simbiosis ini. Keberadaan jamur pada manusia dapat disebabkan oleh kurangnya menjada kebersihan pada tubuh.

  1. Lalat Buah dengan Buah

Lalat buah seringkali ditemukan di sekitar buah-buahan karena memang buah adalah makanan dari lalat buah. Selain itu lalat bersifat parasit karena selain mendapat makanan dari buah, lalat ini juga bertelut pada buah-buahan. Hal ini merugikan buah karena dapat menyebabkan kerusakan hingga busuk pada buah.

  1. Rafflesia arnoldi dengan Inang

Rafflesia arnoldi adalah satu jenis bunga yang langka. Keberadaannya dapat ditemukan di wilayah Sumatera. Rafflesia ternyata juga bersifat parasit karena menggantungkan dirinya pada inang untuk mendapatkan zat-zat yang dibutuhkan pada proses fotosintesis. Sementara tumbuhan lain yang ditumpanginnya kekurangan bahan unttuk melakukan fotosintesis.

  1. Tali Putri dengan Inang

Tali putri menempel pada tubuh inang dengan tujuan mengambil sari makanan. Hal ini disebabkan karena tali putri tidak memiliki klorofil untuk menghasilkan makanannya sendiri. Pada hubungan ini tali putri diuntungkan akan tetapi inang akan rusak akibat adanya tali putri.

  1. Alang-alang dengan Tanaman Produksi

Alang-alang adalah jenis gulma yang berguna untuk budidaya tanaman produksi. Akan tetapi bagian daunnya menyebabkan kerugian karena menyerap air dan mineral dari tanaman produksi. Akibat dari hubungan ini alang-alang dan tumbuhan produksi akan bersaing.

Alang-alang akan mendapatkan keuntungan berupa sinar matahari yang cukup, air, dan mineral. Akan tetapi tumbuhan produksi akan dirusak dan mengalami kerugian.

  1. Benalu dengan Tumbuhan Inang

Benalu merupakan tumbuhan parasit yang bertumpu pada tumbuhan inang. Benalu diuntungkan karena menyerap air dan mineral dari tumbuhan inang. Sementara inang akan rusak karena hilangnnya air dan mineral yang menghambat pertumbuhan.

  1. Kalong dengan Buah

Kalong atau kelelawar terdiri dari beberapa jenis. Ada yang memakan darah, hewan, dan ada juga tumbuhan. Bagian tumbuhan yang disukai oleh kalong adalah buah. Kalong akan mendapat keuntungan dari buah yang dimakan. Sedangkan buah yang juga merupakan hasil panen dari suatu pohon akan dirugikan karena sudah pasti bagian yang dimakan kalong akan rusak atau habis.

  1. Anggrek Sarang Burung dengan Inang

Bunga anggrek jenis ini akan menempel pada inang dan menyerap makanan dan air yang ada pada pohon inang. Pada hubungan ini hanya anggrek saja yang diuntungkan. Sebaliknya inang dirugikan karena kekurangan sari makanan dan air untuk dirinya sendiri.

  1. Ulat dengan Tumbuhan

Ulat adalah jenis hewan pemakan tumbuhan yang biasa ditemukan pada dedaunan tumbuhan hijau. Antara ulat dengan tumbuhan terjadi simbiosis parasitisme. Dimana tumbuhnan akan menguntungkan bagi ulat sebagai sumber makanan.

Akan tetapi merugikan bagi tumbuhan itu sendiri karena ketika ulat memakan tumbuhan, bagian yang dimakan akan rusak.

  1. Hama Liriomyza huidobrensis dengan Kentang

Sebagai tanaman yang mampu menghasilkan makanannya sendiri, dalam proses pertumbuhannya kentang rawan dihinggapi banyak hama.

Salah satunya adalah Liriomyza huidobrensis. Hama ini akan menghisap cairan yang ada pada daun tumbuhan kentang dan merusak bagian dermis pada daun. Hal ini akan menyebabkan kentang tidak akan tumbuh dengan subur.

Demikianlah uraian atas artikel yang bisa kami selesaikan pada segenap pembaca. Berkenaan degan contoh-contoh simbiosis parasitisme yang mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi edukasi serta referensi bagi semuanya.

Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *