Pengertian Sanitasi, Ruang Lingkup, Ciri, Macam, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Sanitasi Adalah

Sanitasi adalah penggunaan alat dan tindakan yang efektif dalam menjaga kesehatan lingkungan kita. Contoh tindakan tersebut termasuk kebersihan dalam mengelola limbah, kebersihan dalam persiapan makanan, kebersihan tempat cuci, drainase yang efektif dan mekanisme lainnya yang mendukung kesehatan lingkungan. Sehingga bisa dikatakan juga bahwa sanitasi adalah sarana higienis untuk meningkatkan kesehatan melalui pencegahan kontak manusia dengan bahaya limbah serta perawatan dan pembuangan air limbah yang benar.

Berdasarkan pengertian tersebut bisa dikatakan bahwa sanitasi bertujuan untuk menjamin kebersihan lingkungan, agar bermanfaat untuk mencinptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi manusia. Salah satu ruang lingkup kegiatan sanitasi yaitu melindungi manusia dari bahaya lingkungan yang dapat berupa agen penyakit fisik, mikrobiologis, biologis atau kimia.

Sanitasi

Sanitasi mengacu pada kondisi kesehatan masyarakat terkait dengan air minum bersih dan perawatan serta pembuangan kotoran manusia yang memadai. Mencegah kontak manusia dengan kotoran adalah bagian dari sanitasi, seperti halnya mencuci tangan dengan sabun.

Hak Asasi Manusia atas Air dan Sanitasi diakui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2010. Sanitasi adalah prioritas pembangunan global dan subjek Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 6.

Perkiraan tahun 2017 oleh JMP menyatakan bahwa 4,5 miliar orang saat ini tidak memiliki sanitasi yang aman dikelola. Kurangnya akses ke sanitasi berdampak tidak hanya pada kesehatan masyarakat tetapi juga pada martabat manusia dan keselamatan pribadi.

Fakta-fakta kunci yang perlu kita ketahui terkait sanitasi, antara lain:

  1. Pada 2017, 45% populasi global (3,4 miliar orang) menggunakan layanan sanitasi yang dikelola dengan aman.
  2. 31% dari populasi global (2,4 miliar orang) menggunakan fasilitas sanitasi pribadi yang terhubung ke saluran pembuangan tempat pengolahan air limbah.
  3. 14% dari populasi global (1,0 miliar orang) menggunakan toilet atau jamban tempat pembuangan kotoran di situ.
  4. 74% dari populasi dunia (5,5 miliar orang) menggunakan setidaknya layanan sanitasi dasar.
  5. 2,0 miliar orang masih belum memiliki fasilitas sanitasi dasar seperti toilet atau jamban.
  6. Dari jumlah tersebut, 673 juta masih buang air besar di tempat terbuka, misalnya di selokan jalan, di balik semak-semak atau ke perairan terbuka.
  7. Setidaknya 10% populasi dunia diperkirakan mengonsumsi makanan yang diairi oleh air limbah.
  8. Definisi lahan pertanian di daerah pinggiran kota yang diairi oleh air limbah perkotaan yang sebagian besar tidak diolah diperkirakan sekitar 36 juta hektar (setara dengan ukuran Jerman).
  9. Sanitasi yang buruk terkait dengan penularan penyakit seperti kolera, diare, disentri, hepatitis A, tipus dan polio, dan memperburuk kondisi pengerdilan.
  10. Sanitasi yang buruk mengurangi kesejahteraan manusia, perkembangan sosial dan ekonomi karena dampak seperti kecemasan, risiko kekerasan seksual, dan hilangnya kesempatan pendidikan.
  11. Sanitasi yang tidak memadai diperkirakan menyebabkan 432.000 kematian akibat diare setiap tahun dan merupakan faktor utama dalam beberapa penyakit tropis terabaikan, termasuk cacingan, schistosomiasis, dan trachoma. Sanitasi yang buruk juga berkontribusi terhadap kekurangan gizi.

Pengertian Sanitasi

Sanitasi dapat didefinisikan sebagai tindakan yang disengaja dalam membudayakan hidup bersih yang bertujuan untuk mencegah manusia agar tidak bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya, yang melalui upaya ini diharapan bisa menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.

Proses sanitasi melibatkan pembuangan limbah dengan benar, sehingga tidak mengancam lingkungan atau kesehatan masyarakat.

Pengertian Sanitasi Menurut Para Ahli

Adapun definisi sanitasi menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Edward Scoot Hopkins (1983), Pengertian sanitasi ialah cara pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang memiliki pengaruh terhadap lingkungan.
  2. Richard Sihite (2000), Definisi sanitasi ialah suatu usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia
  3. Azrul Anwar, Arti sanitasi ialah cara pengawasan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.

Ruang Lingkup Sanitasi

Ruang lingkup sanitasi mencakup beberapa hal diantaranya yaitu:

  1. Menjamin lingkungan serta tempat kerja yang bersih dan baik.
  2. Melindungi setiap orang dari faktor-faktor lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan fisik maupun mental.
  3. Mencegah timbulnya berbagai macam penyakit menular.
  4. Mencegah terjadinya kecelakaan.
  5. Menjamin keselamatan kerja.

Ciri Sanitasi

Sanitasi yang baik sangat diperlukan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Sedangkan sanitasi yang buruk akan berdampak buruk pula pada kesehatan masyarakat, khususnya bagi bayi dan juga anak – anak. Berikut ini beberapa ciri sanitasi yang buruk yang harus segera diatasi, yaitu meliputi:

  1. Masih banyaknya warga yang buang air besar sembarangan (BABS)
  2. Membuang sampah sembarangan, seperti sampah dapur, plastik, kertas, dan lainnya
  3. Tidak adanya pengelolaan pembuangan limbah rumah tangga seperti air sabun, air kencing, tinja, limbah dapur, dan lainnya

Macam Sanitasi

Setidaknya dalam berbagai kajian ada empat jenis metode sanitasi: penyaringan, tempat pembuangan sampah, daur ulang dan ekologi. Berikut penjelasannya masing-masing:

  1. Filtrasi (Penyaringan)

Filtrasi melibatkan kegiatan mensterilkan air dan menyaring produk limbah, sehingga aman untuk digunakan dan dikonsumsi. Menurut situs web Pelatihan Sanitasi, proses ini melibatkan pengaliran air melalui filter, yang memisahkan produk limbah padat dan cair.

Setelah menambahkan oksigen murni dan ozon, air melewati filter yang lebih kecil. Setelah proses ini selesai, penangan air (water handler) menambahkan klorin ke dalam air, untuk membunuh bakteri yang tersisa.

  1. Tempat Pembuangan Sampah

Membawa produk limbah ke tempat pembuangan sampah adalah jenis lain dari layanan sanitasi. Menurut situs web Pelatihan Sanitasi, pekerja sampah kota mengangkut sampah ke tempat penampungan sementara, atau tempat pembuangan sampah. Tujuannya adalah untuk mengisolasi limbah padat dari daerah perumahan untuk menghindari penyebaran penyakit.

  1. Mendaur Ulang

Sanitasi juga termasuk daur ulang. Pekerja terlatih di pabrik daur ulang menyortir kertas, plastik, dan barang-barang daur ulang lainnya dari sabuk konveyor umum ke yang khusus untuk masing-masing. Pekerja sampah memilah sampah sisa pada sabuk konveyor umum menjadi tumpukan yang disusun berdasarkan jenis.

Daur ulang yang terpisah dihancurkan dan diproses ulang, sehingga dipersiapkan untuk digunakan kembali. Sampah yang sudah dipisahkan dibuang ke TPA. Situs web Pelatihan Sanitasi mengutip bahwa kertas, gelas, plastik, dan logam sebagai bahan yang mudah didaur ulang.

  1. Ekologis

Konsep ini melibatkan pemasangan toilet, terutama di negara-negara berkembang di mana buang air besar sembarangan terjadi. Menurut WHO, Bangunan dan pemeliharaan toilet yang aman dan bersih adalah yang terpenting.

Selain itu, sanitasi dalam makna ekologis mencakup pengajaran teknik mencuci tangan yang benar sebelum memegang makanan dan setelah memegang kotoran. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Anda harus mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik.

Tujuan Sanitasi

Salah satu tujuan utama sanitasi adalah mengurangi paparan patogen pada manusia secara aman. Patogen diekskresikan oleh individu yang terinfeksi dan jika tidak diobati dengan benar, dapat menimbulkan risiko bagi manusia yang melakukan kontak dengan mereka. Orang-orang ini juga dapat terpapar patogen melalui air minum atau makan-makanan yang terkontaminasi patogen yang ditemukan dalam kotoran manusia.

Sedangkan tujuan keseluruhan sanitasi adalah untuk menyediakan lingkungan hidup yang sehat untuk semua orang, untuk melindungi sumber daya alam (seperti air permukaan, air tanah, tanah), dan untuk memberikan keselamatan, keamanan dan martabat bagi orang-orang ketika mereka buang air besar atau buang air kecil.

Sistem sanitasi yang efektif memberikan penghalang antara kotoran dan manusia sedemikian rupa untuk memutus siklus penularan penyakit (misalnya dalam kasus penyakit yang ditularkan melalui tinja). Aspek ini divisualisasikan dengan diagram-F di mana semua rute utama penularan penyakit fecal-oral dimulai dengan huruf F: feses, fingers (jari), flies (lalat), fields (ladang), fluid (cairan), food (makanan).

Manfaat Sanitasi

Sanitasi memiliki beberpa manfaat, antara lain:

  1. Tercipta kondisi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi manusia.
  2. Mencegah munculnya penyakit-penyakit yang menular.
  3. Mengurangi penyebaran cacingan, schistosomiasis dan trachoma, yang merupakan penyakit tropis terabaikan yang menyebabkan penderitaan bagi jutaan orang.
  4. Mencegah atau meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.
  5. Mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya polusi udara, misalnya bau yang tak sedap.
  6. Menghindari pencemaran lingkungan.
  7. Mengurangi jumlah persentase orang sakit di suatu wilayah.
  8. Mengurangi keparahan dan dampak malnutrisi.
  9. Meningkatkan martabat dan keselamatan, khususnya di kalangan perempuan dan anak perempuan;
  10. Potensi pemulihan air, energi terbarukan, dan nutrisi dari limbah feses.

Contoh Sanitasi

Salah satu contoh sanitasi yang penting bagi kesehatan kita adalah sanitasi dalam makanan. Ada tiga jenis bahaya atau kontaminan utama yang dapat menyebabkan makanan tidak aman: Biologis, kimia, dan fisik. Biologis meliputi mikroorganisme; bahan dalam pengertian kimia termasuk larutan pembersih dan pengendalian hama; dan fisik berarti rambut, kotoran, atau benda lain.

Dalam sebuah penelitian, dikemukakan 5 sanitasi yang sering disebutkan untuk mencegah penyakit bawaan makanan di layanan makanan dan bisnis ritel, diantaranya yaitu:

  1. Kebersihan pribadi yang tepat, termasuk sering mencuci tangan dan lengan serta menutupi luka;
  2. Pembersihan dan sanitasi yang baik untuk semua peralatan yang kontak dengan makanan;
  3. Pembersihan dan sanitasi peralatan makanan yang benar;
  4. Pemeliharaan dasar rumah tangga yang baik; dan
  5. Penyimpanan makanan untuk waktu yang tepat dan pada suhu yang aman.

Itulah tadi penjelasan secara lengkap kepada segenap pembaca sekalian terkait dengan pengertian sanitasi menurut para ahli, ruang lingkup, ciri, macam, tujuan, manfaat, dan contohnya secara umum. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • 5 Essential Tips for Effective Sanitation https://www.foodqualityandsafety.com/article/five-essential-tips-for-effective-sanitation/
  • Introduction to the Importance of Sanitation dari https://www.waterpathogens.org/book/introduction
  • Sanitation dari https://en.wikipedia.org/wiki/Sanitation#Definition
  • Sanitation dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sanitation
  • Types of Sanitation dari https://careertrend.com/info-8143230-types-sanitation.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *