Contoh Perubahan Wujud Benda Gas Menjadi Padat

Diposting pada

Perubahan Gas Menjadi Padat

Setiap klasifikasi benda yang ada di sekitar kita terdiri dari zat atau materi tertentu. Dua faktor yang menunjukkan suatu benda tersusun dari zat adalah sifatnya yang menempati ruang serta memiliki massa. Selain itu, setiap zat memiliki ciri khas masing-masing yang berbeda dan bersifat khusus.

Perubahan wujud benda adalah perubahan yang terjadi pada suatu benda dikarenakan faktor-faktor tertentu. Biasanya dipengaruhi oleh kenaikan atau penurunan panas yang berasal dari lingkungan. Perubahan panas dapat menyebabkan suatu benda berpindah dari fase satu ke fase lainnya. Umumnya benda dibedakan menjadi tiga berdasarkan wujudnya, yaitu benda padat, benda cair, dan benda gas. Setiap benda memiliki fase tertentu dimana wujudnya akan berubah menjadi wujud benda lain.

Perubahan Wujud Benda Gas Menjadi Benda Padat

Perubahan wujud benda gas menjadi padat dikenal juga sebagai mengkristal/kristalisasi/mendeposisi. Artinya fase benda yang semula dalam wujud gas, akibat pengaruh panas lingkungan berubah wujud menjadi padat. Umumnya arti suhu yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah suhu panas atau dingin yang cukup tinggi.

Sebelum lebih lanjut membahas contoh dari peristiwa kristalisasi ini. Akan lebih baik jika kita mengenal karakteristik dari benda gas dan benda padat terlebih dahulu. Sehingga akan mempermudah identifikasi perubahan wujud benda lain dengan peristiwa yang sama pada kehidupan sehari-hari.

Karakteristik Zat Gas

Benda dengan zat gas merupakan benda yang memiliki volume dan bentuk yang berubah-ubah, sesuai dengan ruang atau wadahnya.

Setiap partikel dalam arti gas letaknya antara satu sama lain sangat berjauhan. Selain itu susunanya tidak teratur, akan tetapi partikel-partikel macam-macam gas dapat bergerak bebas. Benda gas juga mampu menekan ke segala arah, dan jika diamati benda gas dapat ditemukan di segala tempat.

Karakteristik Zat Padat

Zat padat adalah materi yang memiliki bentuk serta volume. Sehingga benda padat tidak bergantung pada tempat atau ruang tertentu. Berbeda dengan zat gas, susunan partikel pada zat padat berbaris teratur dan bisa juga tidak menentu.

Zat yang tersusun rapi disebut dengan kristal, sementara yang tidak menentu disebut amorf. Benda-benda yang tersusun atas zat padat bentuknya dapat berubah menjadi bagian yang lebih kecil atau tidak beraturan.

Contoh Perubahan Wujud Benda Gas Menjadi Padat

Perubahan wujud benda banyak terjadi di sekitar kita, termasuk benda gas menjadi padat. Beberapa contohnya terdapat pada uraian di bawah ini;

  1. Parfum yang Disemprotkan ke Tubuh

Parfum adalah salah satu bahan wangi-wangian yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya parfum memiliki wujud yang cair, namun apabila mulai disemprotkan zat cair tadi akan berubah menjadi partikel-partikel gas kecil yang bersatu dengan udara.

Apabila parfum disemprotkan ke tubuh, partikel kecil tadi akan berubah menjadi butiran-butiran kecil pada tubuh yang menyerupai kristal. Peristiwa tersebut termasuk ke dalam perubahan wujud dari semula berupa gas menjadi padat.

  1. Pembuatan Kapur Barus

Pembuatan kapur barus berasal dari tumbuh-tumbuhan yang memiliki aroma tertentu. Kapur barus digunakan sebagai pengusir serangga dan hewan kecil lain. pembuatannya menggunakan prinsip perubahan wujud benda gas menjadi padat.

  1. Salju

Pada musim dingin di negara dengan empat musim terdapat peristiwa hujan salju. Salju yang turun prosesnya sama seperti hujan air, hanya saja berbeda wujud. Air adalah benda cair, sedangkan salju benda padat.

Hujan merupakan salah satu peristiwa yang terjadi pada siklus air, atau disebut juga dengan presipitasi. Pada daerah tropis, hujan akan turun dalam bentuk air. Akan tetapi pada daerah kutub atau musim dingin, hujan turun dalam bentuk salju.

Peristiwa presipitasi terjadi akibat awan yang berwujud gas dan mengandung partikel-partikel air mengalami titik jenuh. Saat awan tidak lagi mampu menampung partikel air yang dibawa, maka akan turun hujan.

Di daerah kutub atau negara dengan musim dingin hujan turun dalam bentuk salju karena dipengaruhi oleh suhu atau temperatur lingkungan yang sangat rendah. Sehingga parikel-partikel air dari gas awan yang jenuh akan memadat dan menjadi salju.

  1. Bunga Es di Freezer

Selain salju, proses terbuatnya bunga es pada mesin pendingin atau freezer juga terjadi perubahan wujud dari gas menjadi padat. Dalam waktu beberapa hari, pendingin yang ada pada kulkas akan dipenuhi bunga es yang menyerupai salju. Jika tidak dibersihkan secara berkala, bunga es akan terus bertambah dan menyebabkan tempat penyimpanan berkurang.

Bunga es dapat muncul akibat perubahan suhu antara kulkas dengan lingkungan ketika pintu kulkas dibuka tutup. Partikel gas-gas dengan suhu tinggi yang berasal dari lingkungan akan memadat dan membuat bunga es pada bagian mesin pendingin (freezer). Jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan seringnya pintu kulkas dibuka tutup. Oleh karena itu, akan lebih baik jika menggunakan kulkas dengan pintu freezer terpisah.

  1. Kristal Hitam pada Knalpot Motor

Knalpot pada kendaraan bermotor merupakan bagian pembuangan yang harus ada pada setiap kendaraan. Gas emisi yang dibuang melalui knalpot tidak lagi digunakan pada mesin, dan tidak lagi bermanfaat. Gas yang dikeluarkan pada knalpot merupakan gas-gas buruk penyebab polusi udara pada lingkungan.

Selain itu, gas emisi yang terbuang akan menyisakan kristal-kristal hitam pada dinding-dinding knalpot. Peristiwa ini merupakan salah satu perubahan wujud benda gas menjadi padatan. Kristal akan terus berada pada dinding knalpot hingga dibersihkan.

  1. Pembuatan Gula Pasir

Gula pasir merupakan salah satu bahan masakan atau penambah pada makanan yang terbuat dari hasil kristalisasi. Proses kristalisasi merupakan pengubahan wujud benda dari zat gas menjadi padat. Pembuatan gula menggunakan prinsip penguapan pada suhu tinggi yang pada akhirnya uap menghilang dan digantikan dengan zat padat.

Gula terbuat dari bahan alami pada tumbuhan, umumnya tebu adalah penghasil gula terbanyak. Gula yang dihasilkan melalui proses panjang akan berbentuk seperti kristal-kristal kecil yang rasanya manis. Oleh karena itu, seringkali digunakan sebagai bahan penambah makanan manis atau penyedap masakan.

  1. Pembuatan Micin

Micin adalah salah satu bahan yang juga banyak digunakan di dapur sebagai bahan penyedap makanan. Jika diperhatikan warna dari micin seperti kristal bening dengan bentuk yang lebih panjang dari pada gula dan garam namun lebih tipis. Pembuatan micin menggunakan prinsip yang sama seperti pada gula dan garam yaitu perubahan wujud gas menjadi padat.

  1. Pembuatan Garam

Laut dengan air yang asin merupakan penghasil garam terbesar. Sama seperti pada pembuatan gula, garam dibuat dengan prinsip penguapan yang dilakukan oleh sinar matahari. Uap yang merupakan zat berwujud gas akan menghilang dan digantikan oleh kristal-kristal garam yang bentuknya padat.

  1. Intan dan Berlian

Intan dan berlian merupakan kelompok dari bebatuan mulia. Umumnya batu-batu ini digunakan sebagai perhiasan karena rupanya yang cantik dan menawan. Harganya pun sangat tinggi di pasaran, sebab pembuatan dari perhiasan ini tidak semudah yang dikira.

  1. Pembuatan Kaca

Pembuatan kaca biasanya dilakukan pada industri yang selanjutnya digunakan pada bangunan-bangunan baik rumah, gedung pabrik, perkantoran, dan lain-lain. Kaca yang berwujud padat dan transparan ini memiliki bentuk dan warna yang seperti kristal.

Proses pembuatan kaca biasa disebut dengan pengkristalan. Yaitu berasal dari kristal silika yang akhirnya menjadi kaca-kaca yang digunakan di sekitar kita. Silika akan dilelehkan pada suhu tinggi tertentu, umumnya suhu cukup tinggi daripada sekedar titik didih. Sehingga akan dihasilkan kaca dengan bentuk yang sedemikian rupa.

Dari penjelasan yang telah dikemukakan penting diketahui pula bahwa perubahan wujud benda ini terbagi atas 6 bentuk. Antara lain;

  1. Melebur, yaitu perubahan wujud dari padat ke cair
  2. Membeku, yaitu perubahan wujud dari cair ke padat
  3. Menguap, yaitu perubahan wujud dari cair ke gas
  4. Mengembun, yaitu perubahan wujud dari gas ke cair
  5. Mengkristal, yaitu perubahan wujud dari gas ke padat
  6. Menyublim, yaitu perubahan wujud dari padat ke gas

Demikianlah artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh perubahan wujud benda dari gas menjadi padat. Semoga bisa memberikan pemahaman bagi segenap pembaca yang sedang membutuhkannya.

Referensi Tulisan
  • Niddul. Masterbama.blogspot.com, 11 Februari 2014, https://masterbama.blogspot.com/2014/11/perubahan-wujud-benda-cair-gas-padat.html
Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *