Pengertian Daur Hidup, Jenis, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada
3/5 - (1 vote)

Daur Hidup Adalah

Siklus makhluk hidup merupakan salah satu hal yang pasti dialami oleh mahluk hidup. Seperi hal nya pada manusia. Tidak mungkin manusia dilahirkan sebagai orang dewasa, tentu kita dilahirkan sebagai bayi yang kemudian melewati tahap-tahap perkembangan hingga mencapai usia dewasa, dan setelah dewasa kemudian menikah san memiliki keturunan kembali, begitu juga pada hewan dan tumbuhan.

Tahap-tahap tersebut dikenal dengan siklus hidup atau daur hidup. Daur hidup dimulai dari masa selama organisme hidup hingga berakhir ketika organisme mati. Dalam perkembangannya daur hidup antara manusia, hewan dan tumbuhan tentu berbeda-beda. Pada hewan, misalnya ada yang mengalami daur hidup melalui metamorphosis sempurna, contohnya kupu-kupu, ada pula yang melalui metamorphosis tidak sempurna, contohnya rayap.

Daur Hidup

Daur hidup didefinisikan sebagai tahap perkembangan yang terjadi selama masa hidup organisme dan daur hidup tersebut berakhir ketika suatu organisme mati. Secara umum, tumbuhan dan hewan melewati tiga tahap dasar dalam siklus hidupnya.

Mulai dari telur atau benih yang dibuahi, berkembang menjadi remaja yang belum dewasa, dan akhirnya berubah menjadi dewasa. Selama tahap dewasa, suatu organisme akan bereproduksi, sehingga menimbulkan generasi berikutnya.

Tahap dasar dari daur hidup untuk semua organisme meliputi tahap pra-produktif (atau remaja) dimana individu tumbuh dan dewasa dan tahap reproduksi (atau dewasa) dimana individu menghasilkan keturunan.

Namun, spesies sangat bervariasi sehingga dalam aspek-aspek tertentu memiliki daur kehidupan mmereka sendiri yang unik. Nama-nama setiap tahap juga dapat sedikit berbeda tergantung pada spesies. Misalnya, capung remaja yang belum dewasa disebut nimfa.

Waktu yang dihabiskan organisme pada setiap tahap dapat berbeda. Misalnya, satu spesies jangkrik dapat menghabiskan 17 tahun sebagai nimfa yang belum matang. Jika pada manusia usia tersebut ketika kita lulus SMA.

Kemudian setelah jangkrik mencapai dewasa, ia hanya hidup sekitar 24 jam sebelum mati. Organisme lain menghabiskan lebih banyak waktu sebagai orang dewasa. Sebagai contoh, gajah mencapai kematangan setelah 15 tahun dan kemudian menghabiskan lebih dari 30 tahun sebagai gajah dewasa.

Dalam banyak organisme sederhana, seperti bakteri dan berbagai protista, siklus hidup diselesaikan dalam satu generasi. Siklus hidup dimulai dengan pembelahan individu yang ada, kemudian organisme baru muncul dan tumbuh menjadi dewasa dan kemudian terbagi menjadi dua individu baru kembali, sehingga menyelesaikan siklus.

Pada hewan yang lebih tinggi, siklus hidup juga mencakup satu generasi. Hidup individu dimulai dari proses penggabungan sel kelamin pria dan wanita (gamet), yang kemudian tumbuh hingga mencapai kematangan reproduksi dan kemudian menghasilkan gamet lagi di mana siklus dimulai lagi (dengan asumsi bahwa pembuahan terjadi).

Sebaliknya siklus hidup sebagian besar tanaman bersifat multigenerasi. Individu tumbuahan dimulai dengan perkecambahan spora, yang kemudian tumbuh menjadi organisme penghasil gamet (gametofit).

Gametofit mencapai kematangan dan membentuk gamet yang kemudian melakukan pembuahan, yang, tumbuh menjadi organisme penghasil spora (sporofit). Setelah mencapai kematangan reproduksi, sporofit menghasilkan spora, dan siklus dimulai lagi. Siklus hidup multigenerasi tersebut merupakan pergantian generasi. Hal itu terjadi pada beberapa protista dan jamur serta pada tanaman.

Sedangkan karakteristik siklus hidup bakteri disebut haplontik. Istilah ini merujuk pada fakta bahwa ia meliputi satu generasi organisme yang selnya haploid (mis. Mengandung satu set kromosom). Siklus hidup satu generasi dari hewan yang lebih tinggi adalah diplontik, itu hanya melibatkan organisme yang sel-sel tubuhnya diploid (mis., mengandung dua set kromosom).

Organisme dengan siklus diplontik menghasilkan sel-sel seks yang haploid, dan masing-masing gamet ini harus bergabung dengan gamet lain untuk mendapatkan set kromosom ganda yang diperlukan untuk tumbuh menjadi organisme lengkap.

Pengertian Daur Hidup

Daur hidup dalam konteks biologi merupkan serangkaian proses perubahan yang dialami oleh anggota suatu spesies yang menandakan perkembangan dimana mereka melewatinya dari tahap awal perkembangan atau sejak memulai hidupnya di bumi hingga ia bereproduksi untuk memepertahankan keberadaan jenisnya.

Proses tersebut merupakan suatu daur yang artinya siklus atau perputaran karena akan kembali pada titik awal mulanya. Dalam daur hidup terjadi perubahan pada bentuk luar (morfologi) yang merupakan tanda fase perkembangan suatu individu.

Secara sederhana daur hidup merupakan serangakain perubahan pada perkembangan organisme yang dmulai dari awal kehidupannya hingga akhir batas usainya (kematiannya). Daur hidup melibatkan satu generasi organisme melalui alat reproduksi, baik melalui reproduksi aseksual atau reproduksi seksual.

Pengertian Daur hidup Menurut Para Ahli

Adapun definisi daur hidup menurut para ahli, antara lain:

Houngton

Daur hidup dapat diartikan sebagai serangakian perubahan dalam pertumbuhan dan perkembangan organisme dari awal sebagai bentuk kehidupan yang independen yang kemudian menuju kondisi dewasa sehingga keturunan baru bisa dihasilkan.

Pada organisme sederhana (misalnya bakteri) siklus hidupnya dimulai ketika organisme ersebut dihasilkan oleh proses pembelahan sel dan berakhir ketika ia terbagi menjadi 2 sel baru.

Cambridge Dictionary

Siklus hidup merupkan serangkaian perubahan yang dialami makhluk hidup dari awal kehidupannya hingga kematian. Misalkan siklus hidup katak.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Daur hidup atau siklus hidup dapat didefinisikan sebagai rangkaian penahapan yang dilalui oleh suatu makhluk hidup, mulai dari masa remaja, dewasa, sampai terjadinya spora (biji atau telur yang dibuahi lagi).

Wikipedia

Dalam arti biologi, siklus hidup adalah serangkaian perubahan dalam bentuk yang dialami suatu organisme, yang kemudian kembali ke keadaan awal.

Konsep tersebut terkait erat dengan sejarah kehidupan, perkembangan dan ontogeni, tetapi berbeda dari mereka dalam menekankan pembaruan. Transisi bentuk tersebut dapat melibatkan pertumbuhan, reproduksi aseksual, atau reproduksi seksual.

Jenis Daur Hidup dan Contohnya

Berikut ini jenis-jenis daur hidup atau siklus hidup beserta contohnya, antara lain:

Duar hidup pada tumbuhan

Terdapat tiga jenis siklus hidup pada tumbuhan:

  1. Siklus hidup haplontik

Siklus hidup haplontik dapat diartikan sebagai siklus hidup dengan tahap yang dominan adalah tahap haploid. Zigot suatu organisme dengan siklus hidup haplontik mengalami meiosis segera setelah kariogami dalam proses yang disebut zigotik meiosis.

Karenanya, organisme berakhir pada tahap haploid. Pembelahan sel mitosis pada sel haploid ini memungkinkan pembentukan organisme multisel dengan massa sel haploid. Dua gamet atau sel jantan dan betina bergabung untuk membentuk zigot. Oleh karena itu, satu-satunya sel diploid yang terbentuk selama siklus hidup haplontik adalah zigot.

  1. Siklus hidup diplontik

Siklus hidup diplontik dapat diartikan sebagai siklus hidup dengan tahap yang dominan adalah tahap diploid. Dalam siklus hidup diplontik, zigot diploid hanya membelah melalui mitosis, membentuk massa sel diploid yang kemudian membentuk organisme multiseluler.

Sel-sel organisme diploid membelah dengan meiosis untuk membentuk gamet haploid. Karena gamet terjadi dalam periode yang sangat singkat, tahap dominan siklus hidup diplontik adalah tahap diploid.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan siklus hidup haplontik didominasi oleh tahap haploid, sedangkan siklus hidup diplontik didominasi oleh tahap diploid. Sehingga perbedaan utama antara siklus hidup haplontik dan diplontik adalah jenis tahap dominan.

Daur hidup pada hewan

Terdapat dua jenis siklus hidup pada tumbuhan:

  1. Daur hidup dengan metamorphosis

Daur hidup dengan metamorphosis merupakan perjalanan hidup suatu organisme yang memilikiperbedaan yang sangat kontras dengan induknya ketika ia lahir. Namun dengan berjalannya waktu ia juga mengalami tahapan-tahapan sehingga bentuknya sama dengan induknya.

Daur hidup dengan metamorphosis dibagi menjadi 2, yaitu:

  • Metamorphosis sempurna

Metamorphosis sempurna merupkan suatu kondisi dmana suatu organisme dalam perkembangannya melewati empat tahapan proses, yakni menjadi telur, larva, kepompong dan kemudian menjadi bentuk dewasa.

Contoh hewan yang mengalami metammorfosisi sempurna adalah kupu-kupu. Pada tahap awal kehidupan kupu-kupu berbentuk telur, kemudian seiring berkembangnya waktu menjadi ulat, kemudian menjadi kepompong. Ketika menjadi kepompong tersebut jarigan tubuh akan ditata ulang sehingga menjadi bentuk dewasa secara sempurna.

  • Metamorphosis tidak sempurna

Metamorfosis tidak sempurna merupakan  perubahan bentuk suatu oranisme yang menyerupai fisik induknya, namun organ tubuh tertentu berbeda dengan induknya seperti misalnya pada bagian sayap.

  1. Daur hidup tanpa metamorphosis

Daur hidup tanpa metamorphosis merupakan daur hidup dimana kondisi fisik organisme yang baru lahir sama dengan induknya baik bentuk maupu fisik. Sehingga dalam daur hidupnya tidak mengalai perubahan bentuk fisiknya namun hanya berubah dalam hal ukuran tubuhnya.

Contoh hewan yang mengalami daur hidup tanpa metamorphosis sempurna seperti halnya dengan hewan kucing, buaya, kambing, dan lain-lain.

Manfaat Daur Hidup

Manfaat terjadinya daur hidup bagi suatu organisme, antara lain:

  1. Mencegah Tersebarnya Virus/Penyakit

Conoth untuk kasus ini misalnya jika kita mempelajari dan mengenal daur hidup nyamuk demam berdarah, tentu akan membuat kita mengerti bagaimana langkah tepat dalam menanggulangi penyebaran nyamuk demam berdarah tersebut agar tidak meluas.

Sehingga, dengan mengetahui ilmu tentang daur hidup, kita dapat meminimalisir penyebaran nyamuk demam berdarah dengan cara memutus mata rantai kehidupan organisme tersebut sehingga persebarannya tidak meluas.

  1. Memproduksi Barang/Benda Bermanfaat

Apabila kita mempelajari daur hidup juga akan bermanfaat  untu dapat menghasilkan barang, seperti misalnya: Sutra. Dengan mengetahui daur hidup ulat sutra, kita dapat menghasilkan sejumlah bahan untuk memproduksi lembaran kain sutra yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Nah, itulah tadi penjelasan dan pembahasan secara lengkap yang bisa kami uraikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian daur hidup menurut para ahli, jenis, manfaat, dan contohnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *