Pengertian Daur Ulang, Jenis, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada
3/5 - (2 votes)

Daur Ulang Adalah

Menjaga kelestraian lingkungan merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan dan kerusakan lingkungan. Salah satu cara untuk melestarikan lingkungan adalah dnegan melakukan daur ulang. Selain memiliki manfaat untuk menjaga lingkungan, daur ulang juga dapat meningkatkan nilai ekonomis. Daur ulang merupakan salah satu cara dalam pengelolaan sampah atau limbah sehingga berdaya guna baru.

Daur ulang bermanfaat sebagai salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang kegiatannya terdiri atas pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian serta pembuatan produk/material bekas pakai serta sebagai sebuah komponen utama dalam manajemen sampah modern. Contoh barang-barang bekas yang bisa di daur ulang antara lain kertas, kain, kayu, plastik, dan lain-lain.

Daur Ulang

Daur ulang mengacu pada pengumpulan sampah atau limbah dan memprosesnya kembali sehingga dapat digunakan kembali.  Daur ulang juga dapat didefinisikan sebagai mengembalikan sumber daya ke tahap sebelumnya dalam proses siklusnya. Daur ulang (recycle), pemulihan (recovery), pemrosesan ulang (reprocessing) sampah atau limbah digunakan untuk memproduksi produk baru.

Dalam kegiatan daur ulang  mencakup tiga langkah dasar yang membentuk lingkaran secara terus menerus, hal tersebut  diwakili oleh simbol daur ulang yang sering kita temui. Langkah-langkah tersebut adalah pengumpulan bahan limbah, pemrosesan yang meliputi pengolahan dan pembuatan, dan pembelian produk tersebut yang kemudian dapat didaur ulang.

Bahan yang biasanya didaur ulang adalah  besi dan baja, kaleng aluminium, botol kaca, kertas, kayu, dan plastik. Bahan-bahan yang digunakan kembali dalam daur ulang berfungsi sebagai pengganti bahan baku yang diperoleh dari sumber daya alam yang semakin langka seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, bijih mineral, dan pohon.

Sehingga daur ulang dapat membantu mengurangi jumlah limbah padat yang disimpan di tempat pembuangan sampah agar memiliki nilai tambah. Daur ulang juga mengurangi polusi udara, air, dan tanah yang dihasilkan dari pembuangan limbah.

Pada dasarnya pilihan masyarakat tentang apakah akan melakukan daur ulang dn berapa banyak tergantung pada faktor ekonomi. Keberadaan bahan baku yang murah cenderng mendorong masyarakat memiliki ketertarikan yang rendah terhadap daur ulang dan hanya membuang bahan-bahan bekas tersebut.

Daur ulang akan menjadi menarik secara ekonomi ketika biaya pemrosesan ulang atau bahan daur ulang lebih rendah daripada biaya perawatan dan pembuangan bahan atau pemrosesan bahan baku baru.

Pengertian Daur Ulang

Daur ulang adalah proses mengumpulkan dan mengolah bahan yang seharusnya dibuang sebagai sampah dan mengubahnya menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Pengertian Daur Ulang Menurut Para Ahli

Adapun definisi daur ulang menurut para ahli, antara lain:

Wkipedia

Daur ulang merupakan proses mengubah bahan limbah menjadi bahan atau benda baru. Hal tersebut merupakan alternatif dari pembuangan limbah secara “konvensional” sehingga dapat menghemat bahan dan membantu menurunkan emisi gas rumah kaca.

Daur ulang dapat mencegah dari adaya sampah atau limbah yang sebenarnya berpotensi menjadi sesuatu yang berguna dan mengurangi penggunaan bahan baku baru, sehingga dapat mengurangi penggunaan energi, polusi udara (dari pembakaran), dan polusi air (dari penimbunan), kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca apabila dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Daur Ulang merupakan peredaran ulang suatu masa, perosesan kembali bahan yang pernah dipakai, seperti misalna serat, kertas, dan air agar mendapatkan produk baru. Sedangkan mendaur ulang berarti melakukan, membuat daur ulang, atau memproses kembai bahan yang pernah terpakai.

Jenis Daur Ulang

Ada dua jenis operasi daur ulang, yaitu internal dan eksternal:

  1. Daur Ulang Internal 

Daur ulang internal adalah penggunaan ulang dalam proses pembuatan bahan yang merupakan produk limbah dari proses itu. Daur ulang internal biasa terjadi di industri logam, misalnya.

Pembuatan pipa tembaga menghasilkan sejumlah limbah dalam bentuk ujung tabung dan hiasan; bahan ini dicairkan dan kemudian disusun kembali. Bentuk lain dari daur ulang internal misalnya dalam industri penyulingan, di mana, setelah penyulingan, sisa tumbukan biji-bijian dikeringkan dan diolah menjadi bahan makanan yang dapat dimakan untuk ternak.

Contoh lain misalnya mengumpulkan sejumlah besar kaleng aluminium, meleburnya menjadi aluminium dan akhirnya, untuk menghasilkan kaleng baru atau produk aluminium lainnya dari bahan yang diperbarui.

  1. Daur Ulang Eksternal

Daur ulang eksternal adalah pengambilan kembali bahan dari produk yang telah aus atau dianggap usang. Contoh daur ulang eksternal adalah pengumpulan surat kabar dan majalah tua untuk repulping atau ddibuat bubur kertas kembali dan kemudian memprosesnya menjadi produk kertas baru.

Kaleng aluminium dan botol kaca adalah contoh lain dari benda sehari-hari yang didaur ulang secara eksternal dalam skala luas. Bahan-bahan ini dapat dikumpulkan dengan salah satu dari tiga metode utama:

  1. Pusat pembelian kembali, yang membeli bahan limbah yang telah disortir dan dibawa oleh konsumen;
  2. Pusat drop-off, di mana konsumen dapat menyimpan bahan limbah tetapi tidak dibayar untuk mereka; dan
  3. Rongsokan yaitu pengumpulan dari tepi jalan, rumah-rumah atau dari kegiatan bisnis kemudian memilah bahan limbah mereka dan menyimpannya untuk pengumpulan oleh agen pusat.

Manfaat Daur Ulang

Dengan mendaur ulang kertas, seseorang tidak perlu menghabiskan energi untuk menebang kayu, mengangkut kayu, dan mengubah kayu pulp menjadi kertas (yang membutuhkan energi cukup intensif).

Selain itu kertas bekas tidak perlu dibakar. Karena apabila dibakar akibatnya adalah kertas yang terbakar tersebut akan melepaskan karbon ke atmosfer yang kemudian akan mengikat dengan oksigen untuk membentuk karbon dioksida.

Singkatnya, dibutuhkan 70 hingga 90% lebih sedikit energi untuk membuat kertas daur ulang, dan karena energi yang tersedia tidak selalu berasal dari sumber terbarukan, ini akan mengurangi emisi gas rumah kaca lebih jauh.

Untuk membantu menyelenggarakan pembangunan berkelanjutan, masyarakat kita harus mendaur ulang sumber dayanya yang berharga dan terbatas. Selain itu, perlu diimbangi dnegan menghindari konsumsi berlebih dan menggunakan kembali apabila dapat dilakukan. Sehingga manfaat yang didapatkan dari kegiatan  daur ulang adalah:

  1. Mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan sampah dan incinerator
  2. Melestarikan sumber daya alam seperti kayu, air dan mineral
  3. Meningkatkan nilai ekonomi dengan memanfaatkan sumber material domestic
  4. Mencegah polusi dengan mengurangi kebutuhan untuk mengumpulkan bahan baku baru.
  5. Menghemat energi
  6. Menghemat sumber daya
  7. Membantu menciptakan lapangan kerja di industri daur ulang

Contoh Daur Ulang

Berikut ini contoh-contoh barang yang dapat di daur ulang, antara lain:

  1. Kertas

Ketika kita mendaur ulang kertas, berarti kita telah menyelamatkan sejuta pohon di planet kita ini dengan mencegah deforestasi.

Saat ini perusahaan menggunakan kertas daur ulang untuk banyak kebutuhan pencetakan mereka seperti kartu nama, pencetakan kertas umum, menulis proposal dan membuat memo. Bahkan majalah, koran, dan buku dapat didaur ulang.

Daur ulang kertas tersebut dilakukan dengan mengumpulkan sampah kertas kemudian dari sampah tersebut dibuat bubur kertas kembali dan diproses sebagaimana pembuatan kertas pada semestinya. Selain itu kertas juga bisa dimanfaatkan dalam pembuatan kerajinan seperti misalnya pembuatan prakarya dari koran bekas.

  1. Kardus

Daur ulang satu ton kardus menghemat sekitar sembilan meter kubik ruang TPA. Karton biasanya digunakan di rumah tangga dan perusahaan. Mereka digunakan untuk pengemasan dan pengiriman produk. Kotak kardus besar dan kecil dapat didaur ulang meskipun mudah terurai secara hayati.

Banyak properti dan perusahaan perumahan menawarkan wadah daur ulang terpisah untuk kotak kardus. Namun, ada langkah penting sebelum mendaur ulang kardus. Mereka harus dilipat sehingga ada lebih banyak ruang dalam wadah daur ulang. Langkah ini juga dapat mengurangi masalah bagi petugas daur ulang.

  1. Baja

Baja dikenal sebagai bahan yang paling bisa didaur ulang di bumi, karena 100% dapat didaur ulang. Keuntungannya adalah baja tidak memburuk selama proses daur ulang. Dengan mendaur ulang baja berartii menghemat hampir 74% energi yang dibutuhkan untuk membuat baja dari bahan baku. Ini juga mengurangi emisi udara, polusi air, dan ekstraksi serta pengolahan bijih besi.

  1. Kaleng Aluminium

Aluminium digunakan untuk minuman seperti soda dan kaleng buah. Ada miliar kaleng aluminium yang diproduksi dan digunakan setiap tahun. Satu-satunya masalah dengan pembuatan kaleng aluminium adalah membutuhkan banyak energi untuk menambang bahan baku.

Memproduksi kaleng aluminium dari kaleng daur ulang hanya membutuhkan sekitar 5% dari energi yang menghasilkan penghematan energi 95%. Selain penghematan energi, ada penghematan biaya juga. Biaya daur ulang aluminium sangat rendah dibandingkan dengan produksi aluminium baru.

  1. Kaca

Mirip dengan baja, kaca dapat didaur ulang 100%. Saat didaur ulang, kaca tidak kehilangan kualitas atau kemurniannya yang berarti dapat didaur ulang berulang kali. Kaca daur ulang mencegah emisi, menghemat energi, dan mengurangi konsumsi bahan baku.

Kaca membutuhkan jutaan tahun untuk terurai di TPA sedangkan, dibutuhkan beberapa hari untuk kaca daur ulang untuk dibuat menjadi wadah atau botol kaca baru.

  1. Kayu

Kayu terbuang sia-sia jika berakhir di tempat pembuangan sampah meskipun biodegradable. Namun, jika didaur ulang, kayu dapat digunakan kembali sebagai bahan bangunan atau untuk produksi kertas. Kayu adalah salah satu bahan daur ulang yang paling berharga karena dapat diubah menjadi berbagai produk sekunder. Daur ulang sumber daya kayu mengurangi kebutuhan untuk menebang pohon.

Caranya misalnya dengan menghancurkan kayu menjadi serpihan kecil yang digunakan untuk membuat produk baru, atau bisa juga digunakan sebagai pembuatan prakarya seperti mobil-mobilan, rumah-rumahan dll.

  1. Plastik

Plastik merupakan salah satu limbah padat terpenting yang menempati sebagian besar tempat pembuangan akhir dan lautan, sehingga kegiatan daur ulng plastic sangat penting untuk menjadi perhatian.

Plastik membutuhkan waktu antara 500 hingga 1.000 tahun untuk menguraikan ruang penyumbatan TPA yang berharga dan mencemari lautan kita. Dengan peningkatan konsumsi baru-baru ini, plastik terlihat mengambang di permukaan laut yang merusak ekosistem.

Dengan mendaur ulang plastik, 80% dari total energi yang digunakan untuk memproduksi produk plastik baru dilestarikan, membuat lautan dan tempat pembuangan sampah bebas dari limbah padat. Misalnya, dijadikan botol minyak pelumas, tas, botol minuman, dan lain-lain.

  1. Kain dan tekstil

Daur ulang tekstil dan kain itu mudah. Pakaian bekas atau jenis kain lainnya dapat digunakan kembali untuk membuat pakaian, linen, tirai dan bahkan sebagai alat untuk mengepel atau keset.

Tekstil dapat memakan waktu ratusan tahun untuk terurai sehingga lebih baik didaur ulang dan digunakan kembali dengan segera. Akhir-akhir ini, banyak negara menyiapkan tempat pengumpulan pakaian di berbagai kota.

Itulah tadi penjelasan dan pengulasan yang bisa diberikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian daur ulang, jenis, manfaat, dan contohnya dalam berbagai bidang. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Referensi Tulisan
  • Ferrous metals dari https://www.britannica.com/science/recycling/Ferrous-metals
  • Recycling Definition dari https://www.climate-change-guide.com/recycling-definition.html

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *