Pengertian Adaptasi, Macam, Tujuan, dan Contohnya

Diposting pada

Adaptasi Adalah

Adaptasi adalah salah satu dari dua proses utama yang menjelaskan keanekaragaman spesies di dunia. Proses lainnya adalah spesiasi, di mana spesies baru muncul, biasanya melalui isolasi reproduksi. Contoh favorit yang digunakan saat ini untuk mempelajari interaksi antara adaptasi dan spesiasi adalah evolusi ikan cichlid di danau-danau Afrika. Semua adaptasi membantu organisme bertahan hidup di relung ekologisnya.

Ciri adaptif mungkin struktural, perilaku atau fisiologis. Beberapa hal itulah yang sekaligus membedakan adaptasi makhluk hidup menjadi beberapa macam, dengan contoh yang berbeda-beda pula tentunya. Misalnya adaptasi fisiologis memungkinkan organisme untuk melakukan fungsi-fungsi khusus seperti membuat racun, mengeluarkan lendir, dan fototropisme, tetapi juga melibatkan fungsi yang lebih umum seperti pertumbuhan dan perkembangan, pengaturan dalam arti suhu, keseimbangan dalam makna ion dan aspek homeostasis lainnya.

Adaptasi

Dalam arti biologi, adaptasi memiliki tiga makna terkait.

  1. Adaptasi adalah proses evolusi di mana suatu organisme menjadi lebih mampu hidup di habitat atau habitatnya, atau dengan kata lain proses evolusi dinamis yang menyesuaikan organisme dengan lingkungannya, meningkatkan kebugaran evolusionernya.
  2. Adaptasi adalah kondisi adaptasi: sejauh mana suatu organisme dapat hidup dan bereproduksi dalam seperangkat habitat tertentu.
  3. Sifat fenotipik atau sifat adaptif adalah aspek dari pola perkembangan organisme yang memungkinkan atau meningkatkan kemungkinan organisme itu bertahan hidup dan bereproduksi.

Secara historis, adaptasi telah dijelaskan sejak zaman para filsuf Yunani kuno seperti Empedocles dan Aristoteles. Pada abad ke 18 dan 19, teologi natural, adaptasi diambil sebagai bukti keberadaan dewa. Charles Darwin mengusulkan bahwa itu dijelaskan oleh seleksi alam.

Adaptasi adalah topik utama dalam filsafat biologi, karena menyangkut fungsi dan tujuan (teleologi). Beberapa ahli biologi mencoba untuk menghindari istilah yang menyiratkan tujuan dalam adaptasi, paling tidak karena itu menunjukkan niat dewa, tetapi yang lain mencatat bahwa adaptasi tentu bertujuan.

Pengertian Adaptasi

Adaptasi adalah penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya. Dalam biologi, secara lebih kompleks, adaptasi adalah proses dimana suatu spesies menjadi cocok dengan lingkungannya; ini adalah hasil seleksi alam yang bertindak atas variasi yang diwariskan selama beberapa generasi.

Organisme disesuaikan dengan lingkungannya dalam berbagai cara: dalam struktur, fisiologi, dan genetika mereka, dalam penggerak atau penyebarannya, dalam cara pertahanan dan serangannya, dalam reproduksi dan perkembangannya, dalam reproduksi dan perkembangannya, dan dalam hal-hal lain.

Pengertian Adaptasi Menurut Para Ahli

Adapun definisi adaptasi menurut para ahli, antara lain:

Wallace (1963)

Wallace (1963) adalah seorang ahli biologi Britania Raya, yang menyatakan bahwa proses adaptasi yang sudah berlangsung turun temurun disebut dengan evolusi. Menurut Wallace semua proses evolusi tidak selalu sama dengan proses adaptasi.

Lamarch (1744-1829)

Lamarch merupakan seorang ahli biologi Perancis, yang menjelaskan bahwa perubahan yang dilakukan makhluk hidup bertujuan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Ia menjelaskan tingkat perkembangan suatu organ sebanding dengan penggunaannya. Perubahan organ tersebut sifatnya kekal dan bisa diturunkan jika terdapat perkawinan.

Rohadi et al. (2016)

Adaptasi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Adaptasi bisa berupa penyesuaian bentuk tubuh, penyesuaian tingkah laku, dan penyesuaian fungsi tubuh. Penyesuaian tersebut bisa dilakukan melalui genetik maupun dari habitat. Makhluk hidup bisa mencari habitat yang sesuai dengan cara hidup mereka maupun mengubah organ tubuh mereka.

Macam Adaptasi

Berikut ini bermacam-macam adaptasi beserta masing-masing contohnya, antara lain:

Adaptasi Morfologi 

Adaptasi morfologi merupakan cara bagaimana makhluk hidup atau organisme menyesuaikan bentuk dan struktur organ tubuhnya yang tampak terhadap lingkungannya agar bisa bertahan hidup.

Adaptasi morfologi mudah dikenali sebab masing-masing makhluk hidup memiliki ciri khas bentuk dan struktur organ tubuhnya yang menggambarkan lingkungannya. Contoh adaptasi morfologi diantaranya yaitu:

Contoh adaptasi morfologi pada manusia:

  1. Lubang hidung manusia menonjol keluar agar memudahkan dalam bernapas dan menghadap ke bawah agar tidak mudah kemasukkan air, debu atau kotoran lainnya.
  2. Manusia mempunyai daun telinga yang menghadap ke depan agar mudah menangkap suara dan daun telinga yang lentur sehingga aman ketika tidur.
  3. Kulit manusia memiliki rambut-rambut halus yang akan berdiri ketika suhu udara yang rendah.
  4. Seiring bertambahnya usia, manusia akan menua sehingga rambut akan beruban.

Contoh adaptasi morfologi pada hewan:

Burung mempunyai bentuk kaki atau cakar adaptif yang bisa dibedakan menjadi tipe perenang, pemanjat, petengger, pejalan dan pencengkeram.

  • Ciri kaki burung perenang yaitu mempunyai selaput diantara jari-jari kakinya. Misalnya bebek/itik, mentok.
  • Ciri kaki burung pemanjat yaitu mempunyai 2 jari ke depan dan 2 jari ke belakang. Misalnya burung pelatuk, burung kutilang.
  • Ciri kaki burung petengger yaitu mempunyai empat jari yang ukurannya kecil. Misalnya burung gelatik, burung pipit.
  • Ciri kaki burung pencengkram yaitu mempunyai kaki pendek dan kekar serta berkuku runcing. Misalnya seperti burung elang, burung rajawali dan burung hantu.

Burung mempunyai bentuk paruh yang dibedakan menjadi tipe pemakan biji, pemakan daging, pemakan ikan dan pengisap madu.

  • Ciri paruh burung pemakan biji yaitu pendek dan kuat. Misalnya paruh burung pipit, burung gereja, parkit atau emprit, merpati atau dara, manyar, peking, perkutut, deruk.
  • Ciri paruh burung pemakan daging yaitu paruh kuat, tajam dan melengkung bagian ujungnya. Misalnya burung elang, burung hantu, burung gagak.
  • Ciri paruh burung pemakan ikan yaitu mempunyai paruh yang berkantong. Misalnya burung pelikan, bangau, pecuk, flamingo, burung raja udang, burung cucuk urang atau paruh udang.
  • Ciri paruh burung pengisap madu yaitu panjang dan runcing. Contohnya seperti burung kolibri, burung cucak kombo.

Contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan:

  1. Tumbuhan Xerofit, yaitu yang bisa beradaptasi di daerah kering. Ciri-cirinya yaitu daunnya tebal, sempit, dapat berubah bentuk menjadi duri, sisik atau tidak memiliki daun sehingga dapat mengurangi penguapan; memiliki lapisan permukaan tubuh atau daunnya dilapisi oleh lapisan lilin atau lapisan kutikula yang berfungsi untuk mengurangi penguapan.

Selain itu, tumbuhan xerofit memiliki batangnya tebal yang memiliki jaringan spons untuk menyimpan air; Memiliki akar yang panjang sehingga jangkauannya luas untuk mencari air. Contohnya adalah kaktus, lidah buaya, pohon kurma, lili gurun, setawar, sp senseveria.

  1. Tumbuhan Higrofit, yaitu yang bisa beradaptasi di daerah basah atau lembab. Ciri-cirinya yaitu memiliki daun yang tipis dan lebar; pada permukaan daunnya terdapat banyak stomata atau mulut daun yang berfungsi untuk mempercepat penguapan. Contohnya adalah lumut, dedalu, tumbuhan paku, tumbuhan kemunting, daun ungu.
  2. Tumbuhan Hidrofit, yaitu yang bisa beradaptasi di daerah perairan atau hidupnya berada di atas air. Ciri-cirinya yaitu memiliki daun lebar dan tangkai daun menggembung berisi udara; memiliki rongga antar sel yang berisi udara untuk memudahkan mengapung di air. Contohnya adalah eceng gondok dan kiambang.
  3. Tumbuhan Mesofit, yaitu yang bisa beradaptasi pada tempat yang tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering disebut mesofit. Contohnya adalah mangga, rambutan, pisang, pepaya. Umumnya jenis tumbuhan monokotil dan dikotil.

Adaptasi Fisiologi 

Adaptasi fisiologi dapat diartikan sebagai cara makhluk hidup atau organisme menyesuaikan fungsi organ-organ tubuhnya terhadap lingkungannya agar bisa bertahan hidup. Adaptasi fisiologi memiliki sifat yang reversibel atau bisa kembali ke kondisi awal.

Contoh adaptasi fisiologi pada manusia:

  1. Orang yang tinggal di daerah pantai mempunyai jumlah sel darah merah yang lebih sedikit daripada orang yang hidup di pegunungan, sebab tekanan parsial oksigen di daerah pantai lebih besar dibandingkan daerah pegunungan. Apabila tekanan parsial oksigen rendah, maka diperlukan lebih banyak sel darah merah untuk mengikat oksigen.
  2. Seorang atlet mempunyai ukuran jantung lebih besar dibanding orang pada umumnya.
  3. Saat udara dingin, tubuh kita cenderung mengeluarkan urine lebih banyak.
  4. Mata manusia menyesuaikan intensitas cahaya yang diterimanya. Ketika kita berada di tempat gelap, maka pupil kita akan terbuka lebar. Sebaliknyaketika berada di tempat terang, maka pupil kita akan mengecil. Ini adalah cara mata manusia menyesuaikan intensitas cahaya.

Contoh adaptasi fisiologi pada hewan:

  1. Hewan ruminansia merupakan kelompok hewan mamalia yang mencerna makanannya dua kali. Makanan ruminansia berupa rumput-rumputan, di dalam saluran pencernaannya ada enzim selulase yang berfungsi untuk mencerna selulose yang menyusun dinding sel tumbuhan, dengan enzim selulase maka makanan menjadi lebih mudah dicerna. Misalnya yaitu kambing, sapi, kerbau.
  2. Musang mempunyai kelenjar bau yang membuat musuh tidak kuat dan pergi karena baunya.
  3. Teredo navalis merupakan mollusca yang biasa hidup pada kayu galangan kapal dan kayu tiang-tiang pelabuhan. Mollusca ini bisa merusak kayu sebab makanannya berupa kayu. Saluran pencernaan Teredo memiliki enzim selulase yang berfungsi membantu menguraikan selulose yang ada pada kayu.
  4. Ikan yang hidup di laut mengeluarkan urin lebih sedikit dibandingkan dengan ikan yang hidup di air tawar, sebab air laut lebih banyak mengandung garam sehingga kadar garam yang tinggi juga menyebabkan cairan tubuh keluar terus menerus.
  5. Onta mempunyai kantung air di punuknya yang berfungsi untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama.
  6. Burung hantu mempunyai penglihatan dan pendengaran yang sangat tajam yang berfungsi untuk melihat di malam hari.
  7. Anjing laut mempunyai lapisan lemak yang tebal yang berfungsi untuk bertahan di daerah dingin dengan menahan panas tubuh tetap tertahan.

Contoh adaptasi fisiologi pada tumbuhan:

  1. Bunga mempunyai bau khas yang berfungsi untuk mengundang datangnya serangga untuk membantu penyerbukan. Bunga-bunga tersebut biasanya menghasilkan madu atau nektar dan serbuk sarinya mudah melekat.

Misalnya yaitu bunga Bromelia Merah dan beberapa jenis Anggrek mampu menarik perhatian serangga penghisap madu terutama lebah. Bunga-bunga ini menghasilkan aroma bunga yang merupakan sinyal bagi serangga untuk menentukan bunga yang memiliki kandungan nektar.

Saat serangga menghisap nektar bunga, secara tidak sengaja, banyak serbuk sari yang menempel di tubuhnya. Kemudian, saat mengunjungi bunga lain, serbuk sari akan jatuh pada kepala putik. Saat itulah penyerbukan terjadi.

  1. Semak azela

Semak azela bisa mengeluarkan zat yang sifatnya beracun bagi hewan herbivora. Oleh karena itu, hewan herbivora enggan untuk mendekat apalagi memakannya. Zat racun tersbeut juga berdampak pada terhambatnya pertumbuhan, bahkan kematian pada tumbuhan lain yang ada di sekitarnya.

Adaptasi Tingkah Laku 

Adaptasi tingkah laku merupakan cara bagaimana makhluk hidup atau organisme menyesuaikan tingkah laku terhadap lingkungannya agarbisa bertahan hidup.

Contoh adaptasi tingkah laku pada manusia:

  1. Saat menghirup bau tidak sedap, manusia akan menutup hidungnya.
  2. Saat mendengar suara yang terlalu nyaring, manusia akan menutup telinganya.
  3. Saat cuaca dingin, manusia menggunakan pakaian yang lebih tebal untuk menghangatkan tubuhnya.
  4. Pada umumnya manusia menggunakan berbagai isyarat dengan jari untuk menunjukkan perasaan atau untuk komunikasi.

Contoh adaptasi tingkah laku pada hewan:

  1. Kerbau berkubang di lumpur sehingga tubuhnya tertutupi dengan lumpur yang berfungsi untuk mengurangi sengatan panasnya terik matahari.
  2. Kerbau melumuri tubuhnya dengan lumpur untuk mengurangi terik matahari, sedangkan untuk tujuan yang sama gajah menyemprotkan air ke tubuhnya menggunakan belalainya.
  3. Setiap 30 menit, ikan paus akan muncul ke permukaan air untuk menghirup oksigen sambil memancarkan air yang merupakan uap air jenuh.
  4. Cicak memutuskan ekornya untuk mengelabui musuhnya.
  5. Berbeda dengan cicak, bunglon mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungan sekitarnya untuk mengelabui musuhnya.
  6. Cumi-cumi akan menyemprotkan tinta hitam untuk membela dirinya dari musuh.
  7. Trenggiling akan menggulungkan tubuhnya jika ada musuh.
  8. Ketika berpapasan, semut akan saling mendekatkan kepalanya ke semut lain untuk berkomunikasi.
  9. Ayam jantan akan berkokok di pagi hari sebagai tanda bahwa sudah pagi.

Tujuan Adaptasi

Makhluk hidup melakukan adaptasi dengan beragm tujuan, diantaranya yaitu:

  1. Untuk melindungi diri dari musuh ataupun pemangsanya
  2. Untuk bisa mendapatkan makanan.
  3. Untuk berkembang biak dan melestarikan jenisnya.
  4. Untuk dapat bertahan hidup.

Itulah tadi materi yang bisa kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian adaptasi menurut para ahli, macam, tujuan, dan contohnya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • Adaptation dari https://en.wikipedia.org/wiki/Adaptation
  • Adaptation dari https://www.britannica.com/science/adaptation-biology-and-physiology

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *