Pengertian Hiperparasit dan Contohnya

Diposting pada
2/5 - (3 votes)

Hiperparasit Adalah

Kata parasit merupakan kata yang familiar didengar dalam pembahasan biologi mengenai simbiosis (hubungan timbal balik). Begitupun dengan hiperparasit, walaupun memiliki pengertian yang lebih rumit jika dibandingkan dengan parasit. Hiperparasit juga memiliki kaitan yang erat dengan hubungan simbiosis.

Sebelum membahas mengenai hiperparasit, akan lebih baik jika kita kilas balik terlebih dahulu mengenai berbagai macam simbiosis. Ekosistem tersusun dari komponen abiotik maupun komponen biotik. Di dalam arti ekologi, ilmu yang membahas ekosistem, setiap komponen mengalami interaksi antara satu dan lainnya.

Interaksi yang terjadi pada dua komponen makhluk hidup. Simbiosis merupakan interaksi makhluk hidup pada jenis yang sama yaitu tumbuhan dengan tumbuhan, hewan dengan hewan, atau jenis satu dengan jenis lainnya. Setiap simbiosis memiliki dampak yang berbeda terhadap satu individu dengan individu lain.

Jika keduanya mendapatkan keuntungan dari interaksi tersebut, simbiosis dikatakan dengan mutualisme (saling menguntungkan). Jika salah satu individu mendapat keuntungan sedangkan yang lainnya tidak terpengaruh apapun, simbiosis ini disebut komensalisme. Jika salah satu individu mendapatkan keuntungan sementara individu lainnya mengalami kerugian akibat dari interaksi tersebut, maka simbiosis disebut dengan parasitisme.

Hiperparasitisme

Dalam arti biologi parasit merupakan organisme yang hidup pada tubuh makhluk hidup lain baik di bagian dalam atau luar tubuh. Organisme parasit hidup menumpang dan bergantung pada makhluk hidup lain dalam kurun waktu tertentu. Terdapat parasit yang menggantungkan hidupnya pada tubuh inang selama siklus hidup, namun ada juga yang hanya pada situasi dan kondisi tertentu saja.

Interkasi timbal balik yang terjadi pada organisme parasit dengan organisme yang berperan sebagai inang memiliki banyak jenis. Banyaknya jenis didasarkan pada berbagai macam faktor. Istilah dalam hubungan parasitisme pun terdiri dari beberapa istilah, salah satunya adalah hiperparasitisme.

Pengertian Hiperparasitisme

Pengertian hiperparasit adalah kondisi dimana satu makhluk hidup dapat memanfaatkan banyak melakukan interaksi antarorganisme lain (lebih dari satu) sebagai sumber hidupnya. Sehingga kondisi hiperparasit lebih menguntungkan dari pada kondisi parasit biasa.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hiperparasit diartikan sebagai parasit yang hidup pada parasit lain. Artinya di dalam tubuh parasit terdapat organisme parasit lain yang hidupnya bergantung pada organisme parasit tersebut.

Istilah hiperparasit juga berkaitan erat dengan istilah biologi lainnya yaitu parasitoid. Pada dasarnya antara parasit dengan parasitoid memiliki ciri-ciri yang cukup berbeda. Akan tetapi istilah parasitoid dan hiperparasit saling berkaitan.

Jika parasit merupakan hubungan antara organisme yang hanya memperoleh keuntungan sendiri, dan tidak memberikan keuntungan apapun pada organisme lainnya bahkan merugikan. Parasit datang dari kelompok makhluk hidup yang berbeda, akan tetapi parasitoid memiliki inang yang mana merupakan makhluk hidup dengan jenis dan kelas yang sama. Biasanya parasitoid adalah berasal dari kumpulan serangga.

Perbedaan lainnya adalah, parasitoid hanya hidup pada tubuh inang pada tahapan tertentu dalam hidupnya, dan dari hubungan tersebut tidak menunjukkan fenomena heteroesisme. Sementara parasit hidup pada tubuh inang dalam jangka waktu yang lebih lama meliputi beberapa fase hidupnya atau bahkan selama daur hidup organisme parasit itu berlangsung.

Parasitoid memiliki sebutan lain yaitu organisme protelean. Parasitoid memiliki cara hidup dengan memencar secara aktif untuk menemui inang tertentu. Sementara organisme parasit pada umumnya bersifat pasif dan hanya mengikuti gerak dari inang.

Parasitoid berasal dari organisme parasit, hanya saja parasitoid hanya bersifat parasit ketika fase larva dalam hidupnya. Namun ketika sudah tumbuh dewasa parasitoid dapat tumbuh bebas tanpa memerlukan inang selama tahapan hidupnya berlangsung, memungkinkan hanya butuh beberapa waktu saja.

Parasitoid memiliki sebutan endoparasitoid atau internal apabila melangsungkan perkembangannya di dalam tubuh inang. Kebalikan dari endoparasitoid adalah ektoparasitoid atau eksternal, yaitu parasitoid berkembang biak di bagian luar tubuh dari inang.

Keadaan dimana parasitoid dapat memarasit organisme inang dalam beberapa fase hidupnya disebut sebagai parasitoid kombinasi. Terdapat pula parasitoid yang dapat memarasit secara sendirian di satu jenis inang memiliki sebutan parasitoid soliter.

Parasitoid primer adalah kondisi saat organisme parasitoid meletakkan telur pada tubuh inang tanpa menunggu organisme parasitoid lainnya meletakkan telur pada tubuh inang terlebih dahulu. Sementara parasitoid sekunder menjadi sebutan bagi organisme parasitoid yang baru meletakkan telurnya ketika organisme parasitoid primer sudah menetaskan telurnya.

Fenomena yang berlangsung ketika individu inang yang sudah dijadikan tempat bergantung masih dapat menjadi tempat bergantung bagi organisme parasitoid lainnya disebut dengan parasitisme berganda.

Kaitan antara parasitoid dengan hiperparasitisme adalah ketika terjadi fenomena sebagai berikut. Fenomena yang terjadi ketika organisme parasitoid mampu menjadikan organisme parasitoid lainnya menjadi tempat tinggal itulah yang dinamakan dengan hiperparasitisme.

Jenis Hiperparasitisme

Berdasarkan cara terjadinya, hiperparasitisme dibedakan menjadi beberapa ragam. Antara lain;

  1. Hiperparasitisme secara langsung

Hiperparasitisme yang terjadi secara langsung adalah ketika parasitoid menggantungkan diri pada parasitoid lain dalam keadaan sedang memarasitkan dirinya pada inang ataupun ketika sedang hidup bebas.

  1. Hiperparasitisme secara tidak langsung

Sedangkan hiperparasitisme tidak langsung terjadi secara tidak sengaja, yaitu ketika terdapat dua organisme parasitoid yang menyimpan telurnya di tempat yang sama pada inang, lalu telur parasitoid keduanya menetas dan memarasit telur lainnya yang menetas paling akhir.

  1. Hiperparasitisme Fakultatif dan Obligat

Seperti halnya hubungan timbal balik parasitisme pada klasifikasi makhluk hidup, terdapat parasit yang bersifat fakultatif dan mutualisme obligat. Organisme parasit fakultatif menggantungkan seluruh tahapan hidupnya kepada inang. Sedangkan organisme parasityang bersifat obligat hanya pada fase tertentu saja.

Hal tersebut berlaku pada hiperparasitisme, akan bersifat fakultatif ketika hiperparasitoid memarasit parasitoid dalam seluruh fase hidupnya. Yaitu ketika memarasit fase parasitoid maupun ketika hidup bebas. Hiperparasitisme fakultatif merupakan parasitoid yang berkembang layaknya suatu parasitoid primer. Namun dalam kondisi yang seseuai sehingga dapat beradaptasi.

Sementara hiperparasitisme yang bersifat obligat hanya memarasit ketika hiperparasitoid memarasit pada fasenya sebagai parasitoid. Hiperparasitoid yang hidup secara obligat merupakan golongan dari hiperparasit sekunder yang berkembang di dalam tubuh parasitoid primer.

Terdapat satu istilah untuk hiperparasitisme yang bukan sesungguhnya yaitu kleptoparasitisme. Pada kondisi ini parasitoid memilih untuk menyerang inang yang telah menjadi tempat bagi parasit lain, oleh jenis parasitoid. Kemudian akan terjadi persaingan antara kedua parasitoid tersebut untuk mendapatkan nutrisi yang dihasilkan dari inang. Parasitoid yang berhasil memenangkan kompetisi kemudian disebut dengan kleptoparasitoid.

Terdapat satu kondisi lagi dimana hiperparasitisme terjadi pada kelompok spesies yangg sama. Kondisi tersebut dinamakan dengan autoparasitisme. Autoparasitisme secara spesifik terjadi ketika jantan memarasit betina pada spesies yang sama.

  1. Makhluk Hidup Hiperparasitisme

Makhluk hidup yang tergolong ke dalam hiperparasitisme adalah golongan serangga. Sebagian besarnya merupakan ordo Hymenoptera. Sebagian besar lainnya merupakan hewan predator yang bukan merupakan parasitoid.

Selain jenis hymenoptera, parasitoid juga berasal dari bangsa diptera, namun hanya pada suku tachinidae. Contoh makhluk hidup bangsa diptera yaitu lalat beserta kerabatnya. Sementara bangsa hymenoptera meliputi tawon, lebah, dan semut.

Parasitoid golongan serangga menghinggapi tubuh inang yang juga merupakan kelompok serangga. Berbeda dengan inangnya, parasitoid memiliki sifat pemangsa yaitu dengan membunuh inangnya seperti berbagai jenis parasit ketika parasitoid memarasit. Sebab di satu waktu parasitoid membutuhkan satu inang untuk menggantungkan seluruh hidupnya, mulai dari pertumbuhan, perkembangan, hingga bermetamorfosis.

Anggapan mengenai parasitoid di dalam suatu ekosistem adalah, parasitoid dianggap lebih baik jika dibandingkan dengan pemangsa yang berperan sebagai agen pengendali hayati (makhluk hidup). Salah satu analisis mengungkap bahwa tingkat keberhasilan penggunaan parasitoid sebagai pengendalian hayati mencapai angka dua kali lipat lebih besar dari pada pemangsa.

Contoh Organisme Hiperparasitisme

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kelompok parasitoid dan hiperparasitisme adalah kelompok serangga. Berikut contoh fenomena dari makhluk hidup yang bersifat hiperparasitisme.

Protozoa spesies Nosema algerae adalah makhluk hidup yang berperan sebagai parasit pada tubuh nyamuk. Spesies ini dapat menjadi parasit pula bagi larva Schistosoma mansoni. Larva dari Schistosoma mansoni menggantungkan hidupnya pada keong spesies Biomphalaria glabrata.

Hiperparasit yang berada pada tubuh-tubuh inang yang juga merupakan parasit dapat menghambat produksi serkaria. Sehingga perkembangan dari parasitoid yang diparasit tidak seimbang.

Demikianlah uraoan atas artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan pengertian hiperparasit, jenis,  dan contohnya yang mudah ditemukan. Semoga bisa memberi tabahan bacaan serta mengedukasi.

Referensi Tulisan
  • https://kbbi.co.id/arti-kata/hiperparasit
  • https://kenalihama.blogspot.com/2013/04/parasiotid-dan-predator-serangga-hama.html
  • faperta.ugm.ac.id/download/bahan_kuliah/fx_wagiman…
Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *