Jenis Bahan yang Tidak Dapat Menghantarkan Listrik

Diposting pada

Jenis Bahan yang Tidak Dapat Menghantarkan Listrik

Klasifikasi benda-benda yang ada di sekitar kita tersusun atas bahan-bahan tertentu. Setiap bahan memiliki karakteristik dan ciri-ciri tertentu. Oleh karena itu fungsi dan kegunaan dari masing-masing benda pun berbeda adanya.

Berdasarkan sifat kelistrikannya, bahan-bahan penyusun benda terdiri dari dua jenis. Petama adalah bahan yang baik dalam menghantarkan listrik dan kedua bahan yang buruk dalam menghantarkan listrik. Bahan yang mampu menghantarkan listrik disebut dengan konduktor, dan bahan yang tidak mampu menghantarkan listrik disebut dengan arti insulator atau makna isolator.

Bahan yang Tidak Menghantarkan Listrik

Bahan-bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik statis dan listrik dinamis terdiri dari benda dengan berbagai macam wujud, diantaranya padat dan cair. Contoh-contoh dari bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik akan dibahas pada artikel ini. Akan lebih baik jika mengetahui pengertian dari bahan tersebut terlebih dahulu.

Contoh Bahan yang Tidak Dapat Menghantarkan Listrik

Adapun untuk contoh dari berbagai jenis dalam bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik, antara lain;

Isolator

Bahan isolator merupakan bahan yang mempunyai fungsi menyekat antara dua penghantar. Bahan isolator biasa digunakan agar tidak terjadi kebocoran arus listrik ketika ada dua penghantar yang saling bertegangan. Isolator dapat mengatasi kondisi tersebut karena memiliki satu sifat yaitu tidak dapat menghantarkan listrik.

Sebagai bahan yang mencegah aliran arus listrik, isolator yang didominasi oleh bahan padat harus memiliki ketahanan yang sangat besar serta tegangan tembus yang sangat tinggi. Dalam bidang industri kelistrikan dapat ditemui bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik seperti plastik dan karet.

  1. Plastik

Plastik merupakan salah satu bahan isolator terbaik. Sifatnya yang tidak dapat menghantarkan arus listrik banyak digunakan pada alat-alat rumah tangga, misalnya pengering rambut, lampu, mesin cuci, kulkas, televisi, dan lain-lain.

Perangkat yang telah disebutkan adalah alat-alat yang erat kaitannnya dengan listrik. Agar selalu aman ketika diperlukan kontak langsung dengan tangan manusia maka bahan plastik digunakan pada alat-alat tersebut. Bahan plastik juga digunakan sebagai isolasi listrik serta pelindung kabel.

  1. Mika

Mika merupakan bijih yang juga digunakan dalam isolasi elektrik. Mika berfungsi sebagai isolator elektronik yang ada dalam cat yang berfungsi menghilangkan debu dan batang las. Selain itu mikajuga berperan insulator terbaik untuk memadamkan kebakaran, insulasi pipa, peralatan olahraga, industri atap, hingga untuk membuat sampel mikroskopis.

Penggunaan isolator dalam perangkat listrik harus disesuaikan dengan jenis logam yang digunakan serta sifatnya. Seperti halnya pada mika dengan fungsi-fungsinya yang telah disebutkan di atas.

  1. Keramik

Keramik adalah salah satu bahan yang banyak digunakan karena memiliki fungsi sebagai isolator listrik. Keramik digunakan pada berbagai bidang contohnya tekstil, listrik, mekanik, elektronik, aerospace, dan lain-lain. Bahan kemarik juga dapat ditemui pada perangkat dengan suhu tinggi, perlengkapan yang menggunakan listrik, elemen pemanas, oven microwave, dan sirkuit film tipis.

Selain itu keramik berguna dalam spindle kecepatan tinggi sebagai pemotong papan circuit printed, kendaraan listrik dan penukar panas. Pada bidang kesehatan, keramik berfungsi dalam perawatan komponen medis serta sensor, komponen alat pacu jantung, gigi, pendengaran, dan juga implan medis.

  1. Porselen

Porselen merupakan bahan yang dapat menolak arus listrik pada suhu yang luar biasa. Kekuatan dielektrik pada porselen baik dan juga bersifat anti korosi. Porselen adalah golongan logam yang dimanfaatkan pada aplikasi tegangan baik tinggi maupun rendah.

Porselen juga digunakan pada industri kimia dan kesehatan. Pada bidang kesehatan, porselen digunakan dalam aplikasi restorasi gigi serta aplikasi lab.

  1. Fiberglass

Fiberglass adalah bahan menggunakan plastik yang diperkuat, bahan ini digunakan pada aplikasi tertentu. Fiber glass dapat disebut juga sebagai serat kaca yang dimanfaatkan pada minuman sebagai saluran pembotolan. Selain itu juga digunakan pada industri kelautan, otomotif, elektronik, dan aplikasi medis. Banyaknya kegunaan dari serat kaca ini disebabkan karena memiliki sifat yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Larutan Non Elektrolit

Larutan non elektrolit menjadi salah satu bahan dalam bentuk cair yang memiliki sifat tidak dapat menghantarkan arus listrik. Pengertian tersebut berkebalikan dengan larutan elektrolit sebagai bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Larutan non elektrolit berasal daru zat yang terurai ke dalam air, akan tetapi zat ini tidak akan berubah menjadi ion.

Larutan non elektrolit memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Larutan non elektrolit tidak dapat terurai
  • Tidak dapat menghantarkan arus listrik
  • Memiliki derajat ion 0, atau A=0
  • Jika ada pengujian larutan, larutan non elektrolit tidak akan menyalakan sebuah lampu atau menghasilkan gelembung gas

Contoh larutan non elektrolit, antara lain;

  1. Urea CON2H4

Urea merupakan bagian dari senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Urea memiliki nama lain carbamide yang biasa digunakan di kawasan Eropa. Urea ditemukan pertama kalinya pada tahun 1733 oleh Hilaire Roulle. Urea adalah senyawa organik yang pertama kali berhasil disintesis dari senyawa anorganik.

Sebagai senyawa yang tidak dapat menghantarkan listrik, urea digunakan dalam keperluan bidang pertanian contohnya sebagai pupuk tanaman. Kurang lebih 90% industri menggunakan urea sebagai pupuk imia. Urea dapat ditemukan dalam bentuk butiran curah dan berfungsi sebagai pemasok nitrogen.

  1. Glukosa C6H12O6

Glukosa adalah gula monosakarida yang sangat penting sebagai sumber tenaga bagi makhluk hidup. Glukosa mengandung enam atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen.

Glukosa memang bukan larutan elektrolit yang dapat menghantarkan arus listrik. Akan tetapi keberadaannya banyak dimanfaatkan bagi makhluk hidup. Pada manusia glukosa diserap melalui saluran pencernaan lalu menuju ke peredaran darah. Sebagiannya akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar sel otak. Sedangkan sebagian lainnya menuju hati dan otot serta disimpan dalam bentuk glikogen.

Glikogen berfungsi sebagai sumber cadangan makanan yang akan kembali menjadi glukosa ketika membutuhkan lebih banyak energi. Meskipun di dalam tubuh juga terdapat lemak sebagai cadangan makanan. Lemak tidak dapat dikonversikan menjadi glukosa.

  1. Sukrosa C12H22O11

Baik glukosa maupun sukrosa dapat disebut sebagai gula. Perbedaannya adalah glukosa adalah kelompok monosakarida, sementara sukrosa adalah bagian dari kelompok disakarida. Unit-unitnya berasal dari monomer glukosa dan fruktosa.

Sukrosa bermanfaat sebagai sumber nutrisi yang dapat dibentuk oleh tumbuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, sukrosa disebut sebagai gula dapur yang berasal dari tumbuhan tebu. Pada sukrosa, unit glukosa dan fruktosa dapat terhubung melalui ikatan antar karbon perta,a yang ada pada subunit glukosa, dan terhubung dengan karbon kedua milik fruktosa.

  1. Etanol C2H5OH

Etanol adalah sebutan dari etil alkohol, alkohol absolut, atau alkohol murni. Etanol merupakan jenis bahan cair yang mudah sekali menguap, dan tidak memiliki sifat sebagai penghantar arus listrik. Dalam kehidupan sehari-hari, etanol digunakan sebagai obat psikoaktif.

Etanol dapat dibentuk dari fermentasi gula yang juga merupakan salah satu reaksi organik. Efek dari pengonsumsian etanol adalah mabuk. Pada industri etanol dapat dihasilkan dari etilena.

Sebagai senyawa kimia, etanol banyak ditemukan sebagai pelatur berbagai bahan dengan tujuan untuk dikonsumsi. Etanol dapat memiliki rasa, bau, dan ciri khas lain seperti yang kita temukan pada parfum, perasa, pewarna, obat-obatan, dan makanan. Perannya dalam bidang kimia sangat penting, karena selain sebagai pelarut etanol juga dapat digunakan sebagai umpan sintesis senyawa kimia lain.

  1. Alkohol

Alkohol merupakan senyawa organik yang juga penggunaannya banyak ditemukan pada keseharian. Alkohol terdiri dari tiga jenis, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Ketiga namanya dapat dilihat dari jumlah karbon yang menyusunnya. Jenis alkohol primer yang paling sederhana yaitu metanol, alkohol sekunder yaitu 2-propanol, terkahir alkohol tersier yang paling sederhana yaitu 2-metil-2-propanol.

Alokohol sering digunakan sebagai pengawet spesimen tumbuhan maupun hewan di bidang penelitian. Selain itu pada bidang otomotif pun alkohol berguna sebagai bahan bakar. Etanol yang merupakan salah satu jenis alkohol dan juga metanol memberikan egek lebih bersih pada bahan bakar bensin dan diesel.

Alkohol juga digunakan pada radiator sebagai antibeku. Masih pada bidang otomotif, alkohol mampu menambah penampilan pada mesin pembakar bagian dalam. Jenis metanol dapat disuntikkan ke dalam mesn turbocharger dan supercharger yang selanjutnya berguna mendinginkan udara yang masuk ke dalam pupa. Serta menyediakan udara masuk yang lebih padat.

Demikianlah artikel yang bisa kami selesaikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan macam bahan yang tidak dapat untuk menghantarkan listrik dengan baik. Semoga bisa memberi edukasi serta menambah wawasan bagi kalian yang membutuhkan.

Referensi Tulisan
  • Hage. “Ilmu Bahan Listrik.” Dunia-listrik.blogspot.com, 3 Februari 2009, https://dunia-listrik.blogspot.com/2009/03/ilmu-bahan-listrik-dasar.html
  • id.wikipedia.org/wiki/
Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *