Pengertian Sistem Pernafasan, Organ, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Diposting pada
Rate this post

Sistem Pernafasan Adalah

Ketika sistem pernafasan disebutkan, umumnya orang berpikiran tentang pernafasan, tetapi pernafasan hanyalah salah satu kegiatan dari sistem pernafasan. Sel-sel tubuh membutuhkan pasokan oksigen terus menerus untuk proses metabolisme yang diperlukan untuk mempertahankan hidup. Sistem pernapasan bekerja dengan sistem peredaran darah untuk menyediakan oksigen ini dan untuk menghilangkan produk-produk metabolisme, termasuk juga membantu mengatur pH darah.

Pada dasarnya bernafas merupaka salah satu ciri mahluk hidup. Sistem pernafasan atau dikenal juga dengan sistem respirasi  manusia memiliki tugas berat setiap hari, hal ini terjadi karena manusia bernafas sebanyak 12- 20 kali per menit secara terus-menerus. Sistem pernafasan masunia terdiri dari alat pernafasan dan lain-lainya.

Sistem pernafasan

Sistem penafasan atau respirasi merupakan urutan peristiwa yang menghasilkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara atmosfer dan sel-sel tubuh. Setiap 3 hingga 5 detik, impuls saraf merangsang proses pernapasan yang menggerakkan udara melalui serangkaian saluran masuk dan keluar dari paru-paru.

Selain itu ada pertukaran gas antara paru-paru dan darah hal tersebut dikenal dengan respirasi eksternal. Darah mengangkut gas ke dan dari sel-sel jaringan. Pertukaran gas antara sel darah dan jaringan dikenal dengan  respirasi internal.

Pada akkhirnya sel-sel memanfaatkan oksigen untuk aktivitas spesifik merekayag dikenal dengan metabolisme sel atau respirasi sel. Serangkaian kegiatan tersebut sangat berhubungan erat dengan kegiatan pernapasan.

Pengertian Sistem pernafasan

Sistem pernafasan merupakan serangkaian organ yang bertanggung jawab untuk mengambil oksigen dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida. Sedangkan bernafas merupakan proses menghirup oksigen dari udara yang kemudian keluar dalam bentuk karbondioksida dan uap air. Proses bernapas tersebut merupakan salah satu tugas sistem pernapasan.

Bernafas merupakan proses menghirup oksigen dari udara kemudian masuk ke dalam organ pernafasan yang kemudian memindahkan oksigen ke seluruh tubuh. Paru-paru kita mengeluarkan oksigen dan meneruskannya melalui aliran darah kita.

Selanjutnya oksigen dibawa ke jaringan dan organ yang memungkinkan kita untuk berjalan, berbicara, dan bergerak. Paru-paru juga mengambil karbon dioksida dari darah kita dan melepaskannya dalam bentuk uap air ketika kita bernapas.

Secara sederhana sistem pernafasan di didefinisikan sebagai pertukaran oksigen dan karbon dioksida ke dalam tubuh, atau suatu proses proses oksidatif di mana oksigen diambil ke dalam jaringan (dari paru-paru) untuk mengoksidasi makanan untuk melepaskan energi dan karbon dioksida.

Energi yang dilepaskan digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupan. Residu metabolik seperti CO2 dikeluarkan dari tubuh melalui paru-paru. Senyawa teroksidasi dalam respirasi disebut substrat pernapasan.

Pengertian Sistem Pernapasan Menurut Para Ahli

Adapun definisi sistem pernafasan menurut para ahli, antara lain:

Wikipedia

Sistem pernapasan (juga alat pernapasan, sistem ventilasi) adalah sistem biologis yang terdiri dari organ dan struktur spesifik yang digunakan untuk pertukaran gas pada hewan dan tumbuhan. Anatomi dan fisiologi yang mempengaruhi sistem pernapasanmahluk hidup sangat bervariasi, tergantung pada ukuran organisme, lingkungan tempat ia hidup, dan sejarah evolusinya.

Your Dictionary

Sistem pernapasan adalah seperangkat organ yang memungkinkan seseorang untuk bernapas dan bertukar oksigen dan karbon dioksida ke seluruh tubuh.

Contoh sistem pernapasan adalah saluran hidung manusia, laring, trakea, saluran bronkial, dan paru-paru, atau juga sistem organ yang terlibat dalam pertukaran karbon dioksida dan oksigen antara suatu organisme dan lingkungannya.

Price dan Wilson

Pernapasan secara harfiah merupakan pergerkan oksigen (O2) dar I atmosfer menuju ke sel dan keluarnya karbondioksida (CO2) dari sel ke udara bebas. Proses tersebut diperlukan untuk menjalankan fungsi sel dalam tubuh.

Namun sebagian besar sel-sel tubuh tidak dapat melakukan pertukaran gas secara langsung dengan udara, untuk melakukan tugas tersebut maka dibutuhkan sistem pernapasan, yang akan berperan  dalam melkaukan langkah-langkah pernapasan.

Organ Sistem Pernapasan dan Fungsinya

Organ sistem pernapasan pada manusia bisa dibedakan menjadi dua, yaitu oorgan bagian atas dan bawah.

Organ Bagian Atas

Terdiri atas:

  1. Hidung

Hidung dan rongga hidung membentuk lubang eksternal utama untuk sistem pernapasan dan merupakan bagian pertama jalan napas tubuh-saluran pernapasan tempat udara bergerak. Hidung adalah struktur wajah yang terbuat dari tulang rawan, tulang, otot, dan kulit yang mendukung dan melindungi bagian anterior rongga hidung.

Rongga hidung adalah ruang kosong di dalam hidung dan tengkorak yang dilapisi dengan rambut dan selaput lendir. Fungsi rongga hidung adalah untuk menghangatkan, melembabkan, dan menyaring udara yang masuk ke tubuh sebelum mencapai paru-paru.

Rambut dan lendir yang melapisi rongga hidung membantu menjebak debu, jamur, serbuk sari, dan kontaminan lingkungan lainnya sebelum dapat mencapai bagian dalam tubuh. Udara yang keluar dari tubuh melalui hidung mengembalikan kelembaban dan panas ke rongga hidung sebelum dihembuskan ke lingkungan.

Udara juga dapat masuk melalui Rongga mulut, terutama apabila seseorang memiliki kebiasaan bernapas melalui mulut atau saluran hidung yang mungkin sedang terhambat untuk sementara.

  1. Sinus

Sinus merupakan ruang kosong di tulang kepala. Lubang kecil menghubungkan ke rongga hidung. Sinus membantu mengatur suhu dan kelembaban air yang kita hirup, serta menerangi struktur tulang kepala dan memberi nada pada suara kita.

  1. Laring

Laring disebut juga dengan kotak suara yang berisi pita suara. Ketika udara yang bergerak dihirup masuk dan keluar, itu menciptakan suara suara.

  1. Faring

Faring sering kita kenal sebagai tenggorokan, yaitu corong berotot yang memanjang dari ujung posterior rongga hidung ke ujung superior esofagus dan laring. Faring dibagi menjadi 3 wilayah: nasofaring, orofaring, dan laringofaring.

Nasofaring adalah daerah faring superior yang ditemukan di posterior rongga hidung. Udara yang kita hirup dari rongga hidung masuk ke dalam nasofaring kemudian turun melalui orofaring, yang berada di posterior rongga mulut.

Sedangkan, udara yang kita hirup melalui rongga mulut akan memasuki faring di orofaring, yang dihirup kemudian turun ke laringofaring, untuk selanjutnya dialihkan ke dalam pembukaan laring oleh epiglotis.

  1. Epiglotis

Epiglotis adalah lipatan tulang rawan elastis yang bertindak sebagai pergantian antara trakea dan kerongkongan. Karena faring juga digunakan untuk menelan makanan, epiglotis memastikan bahwa udara masuk ke trakea dengan menutup lubang ke kerongkongan.

Selama proses menelan, epiglotis bergerak untuk menutupi trakea untuk memastikan bahwa makanan memasuki kerongkongan dan mencegah tersedak.

Organ Bagian bawah

Terdiri atas:

  1. Trakea 

Trakea menghubungkan laring dengan bronkus dan memungkinkan udara melewati leher dan masuk ke torak. Fungsi utama trakea adalah memberikan jalan napas yang jelas agar udara masuk dan keluar paru-paru.

Epitel yang melapisi trakea dapat menghasilkan lendir yang berguna untuk memerangkap debu dan kontaminan lainnya, serta mencegahnya agar tidak mencapai paru-paru. Silia pada permukaan sel epitel menggerakkan lendir secara superior menuju faring di mana ia dapat ditelan dan dicerna di saluran pencernaan.

  1. Bronkus dan Bronkiolus

Bronkus meruapakan percabangan dari trakea sebelum paru-paru yang memungkinkan udara masuk ke dalam alveolus. Sedangkan bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Fungsi utama bronkus dan bronkiolus adalah untuk membawa udara dari trakea ke paru-paru. Jaringan otot polos di dinding bronkus membantu mengatur aliran udara ke paru-paru.

Ketika volume udara yang lebih besar dibutuhkan oleh tubuh, seperti saat berolahraga, otot polos rileks untuk melebarkan bronkus dan bronkiolus.

Jalan napas yang melebar memberikan sedikit resistensi terhadap aliran udara dan memungkinkan lebih banyak udara masuk dan keluar dari paru-paru. Serat otot polos dapat berkontraksi selama istirahat untuk mencegah hiperventilasi.

  1. Paru-paru 

Paru-paru adalah sepasang organ besar dan kenyal seperti spons yang ditemukan di dalam tulang rusuk dan lebih tinggi dari diafragma.

Paru-paru berada di kedua sisi bagian dada.  Fungsi utama paru-paru adalah  menampung udara mengandung oksigen yang kita hirup dari hidug dan kemudian mengalirkannya ke dalam aliran darah untuk nantinya disebarkan ke seluruh tubuh.

Bagian dalam paru-paru terdiri dari jaringan kenyal yang mengandung banyak kapiler dan sekitar 30 juta kantung kecil yang dikenal sebagai alveoli. Alveoli adalah struktur berbentuk cangkir yang ditemukan di ujung slauran bronkiolus dan dikelilingi oleh kapiler.

Alveoli dilapisi dengan epitel skuamosa tipis sederhana yang memungkinkan udara memasuki alveoli untuk bertukar gasnya dengan darah yang melewati kapiler.

  1. Alveolus

Alveolus sebagai temapt pertukaran gas. Alveoli kaya akan kapiler darah. Dinding alveoli dilapisi dengan pneumosit tipe I yang membantu pertukaran gas dan pneumosit tipe II menghasilkan surfaktan.

Surfaktan mengurangi tegangan permukaan sehingga paru-paru tidak runtuh. Fungsi alveolus adalah membantu dalam pemurnian darah dan memungkinkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida di paru-paru.

  1. Diafragma

Diafragma dalam sistem pernapasan adalah lembaran otot berbentuk kubah yang memisahkan rongga dada dengan rongga perut. Ketika kita menarik napas rongga akan mengembang dan diafragma akan berkontraksi menjadi lebih datar, hal ini akan memudahkan udara yang menagndung oksigen masuk kedalam paru-paru.

Sedangkan ketika menghembuskan napas diafragma akan mengendur hingga membuat ukuran paru-paru mengecil dan tekanan udara dalam rongga dada meningkat dan udara mengalir keluar. Sehingga bisa dikatakan bahwa diafragma berfungsi untuk mengatur masuk dan keluarnya udara dari dalam dan keluar tubuh melalui kontraksi dan relaksasinya.

Jenis Sistem Pernafasan

Berdasarkan metodenya sistem pernapasan dibagi menjadi 2, yaitu:

Pernafasan dada 

Pernafasan dada  diatur oleh kontraksi dan relaksasinya otot-otot tulang rusuk. Fase pernapasan dada adalah sebagi berikut:

  • Fase Inspirasi

Saat otot antar tulang rusuk melakukan kontraksi, rongga dada akan mengalami pembesaran. Sehingga rongga dada yang merupakan ruang tertutup, maka tekanan udara di dalamnya mengecil. Paru-paru yang dilindungi selaput tipis (pleura) akan mengembang, sehingga udara luar masuk kedalam paru-paru melalui saluran pernafasan.

  • Fase Ekspirasi

Ketika  otot antar tulang rusuk relaksasi (mengendur), rongga dada mengecil sehingga tekanan udara didalamnya akan naik dan menekan dinding paru-paru. Kemudian volume paru-paru mengecil dan selanjutnya menekan udara di dalam keluar melalui saluran pernapasan.

Pernapasan Perut

Pada dasarnya hampir sama dnegan pernapasan dada hanya saja berbeda pada otot yang mengaturnya. Pernafasan perut  diatur oleh kontraksi dan relaksasi otot diafragma.

  • Fase Inspirasi

Fase Inspirasi terjadi pada waktu otot diafragma berkontraksi, yang ditandai dengan permukaan diafragma turun 1 sampai 5 cm, rongga dada akan membesar, sehingga tekanan udara didalamnya turun, yang diikuti membesarnya paru-paru dan penurunan tekanan udara di dalam paru-paru. Hal itu menyebabkan udara luar masuk melalui saluran pernafasan.

  • Fase Ekspirasi

Ketika diafragma ber-relaksasi, maka yang akan terjadi adalah ekspirasi atau kembalinya otot diafragma ke posisi semula, sehingga rongga dada mengecil. Akibat tekanan dalam rongga dada membesar daripada tekanan diluar.

Perlu kita ketahui bahwa jenis pernafasan yang umum di lakukan oleh manusia adalah pernapasan dada. Sedangkan untuk bisa melakukan pernapasan perut perlu melakukan latihan rutin.

Berdasarkan lokasi pertukaran gas sistem pernafasan dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Respirasi eksternal

Yaitu pertukaran gas antara paru-paru dan darah. Ini adalah proses penyerapan oksigen dan pembuangan karbon dioksida dari tubuh melalui paru-paru.

  1. Respirasi internal

Yaitu pertukaran gas antara darah dan sel. Ini adalah proses pemanfaatan oksigen untuk menghasilkan energi dan karbon dioksida dengan oksidasi bahan makanan di dalam sel.

Berdasarkan ketersedian oksigen, respirasi terdiri dari dua, yaitu:

  1. Respirasi aerobik

Yaitu proses yang terdiri dari respirasi eksternal dan internal terjadi pada hewan yang lebih tinggi termasuk manusia disebut respirasi aerobik.

  1. Respirasi anaerob

Pada beberapa organisme (seperti bakteri, jamur, cacing parasit), glukosa dapat dipecah untuk menghasilkan energi tanpa menggunakan oksigen. Proses ini disebut sebagai respirasi anaerob.

Itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian sistem pernafasan menuarut para ahli, organ, fungsi, dan jenis-jenisnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • Respiratory System dari https://www.innerbody.com/anatomy/respiratory
  • Respiration and Respiratory Organs dari https://microbiologynotes.com/respiration-and-respiratory-organs/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *