Sifat Gelombang Cahaya dan Penjelasannya

Diposting pada
Rate this post

Sifat Gelombang Cahaya

Gelombang dalam arti cahaya menjadi bagikan transversal yang secara sepesifik kerapkali dijumpai pada definisi fisika dalam mengenal berbagai bentuk perubahan wujud benda. Tak khayal lantaran ini inilah gelombang cahaya diartikan sebagai bentuk radiasi elektromagnetik yang terdiri dari medan listrik dan medan magnet. Posisinya saling tegak lurus antara satu sama lain.

Dimana Medan listrik dan medan magnet saling berkaitan, yaitu ketika medan listrik berubah dalam waktu tertentu maka akan menghasilkan medan magnet, dan berlaku kebalikannya. Hukum ini disebut dengan hukum Ampere-Maxwell.

Gelombang Cahaya

Gelombang cahaya merupakan gelombang yang berisolasi dengan cepat. Gelombang ini terdiri atas medan listrik dan medan magnetik. Isolasinya mencapai 1014 hertz. Kedua medan akan merambat seperti gelombang dengan kecepatan tinggi.

Sifat Gelombang Cahaya

Sama halnya seperti gelombang bunyi, gelombang cahaya juga memiliki sifat-sifat khusus, yaitu diantaranya :

  1. Pemantulan Gelombang Cahaya

Ketika cahaya melintas dari satu medium menuju medium lainnya, sebagian cahaya yang datang akan dipantulkan pada bidang batas. Bidang batas terletak antara kedua medium. Sebagian cahaya lain yang datang akan diteruskan ke medium baru.

  1. Pembiasan Gelombang Cahaya

Apabila berkas cahaya yang datang arahnya tidak tegak lurus dengan bidang batas antar dua medium. Maka yang akan terjadi adalah berkas cahaya yang masuk ke medium baru akan mengalami pembelokan. Pembelokan inilah yang disebut dengan pembiasan cahaya.

Pembelokan yang terjadi pada gelombang cahaya dapat terjadi ketika cahaya melewati dua medium dengan indeks bias yang berbeda.

  1. Dispersi Cahaya

Dispersi cahaya adalah peristiwa dimana terjadi penguraian cahaya polikromatis (cahaya putih) menjadi komponen-komponen lainnya. Ketika cahaya polikromatis melewati suatu prisma, maka cahaya tadi akan terurai menjadi sinar monokromatis.

Contohnya yaitu pada dispersi cahaya sinar matahari, sinar ungu akan mengalami deviasi yang paling besar. Selain itu ada contoh lainnya adalah fenomena pelangi. Pelangi akan terlihat jika posisi pengamat membelakangi matahari dan pada bagian depan terjadi hujan.

  1. Difraksi Cahaya

Difraksi atau pelenturan cahaya dapat terjadi ketika gelombang cahaya melewati suatu celah sempit. Celah tersebut lebarnya lebih kecil daripada panjang gelombang. Pada kondisi ini cahaya akan terlihat melebar pada tepi celah.

Pendapat dari Huygens menyebutkan bahwa setiap bagian celah berperan sebagai sumber gelombang. Cahaya yang berasal dari satu bagian celah mampu melakukan interferensi dengan cahaya lain. Hasilnya intensitas cahaya pada layar akan bergantung pada arahnya.

Interferensi cahaya tidak terjadi secara nyata seperti interferensi pada gelombang bunyi atau gelombang air. Pada gelombang cahaya, interferensi terjadi apabila memenuhi dua syarat. Antara lain;

  • Kedua cahaya harus koheren yaitu memiliki beda fase yang selalu tetap, serta dalam frekuensi yang sama
  • Gelombang harus memiliki amplitudo yang hampir sama.
  1. Interferensi Cahaya

Peristiwa interferensi cahaya akan terjadi apabila terdapat dua atau lebih gelombang cahaya koheren yang berbeda tetapi tetap dipadukan. Dua gelombang cahaya yang koheren akan diperoleh jika menggunakan satu sumber cahaya. Hasilnya akan dibagi menjadi dua cahaya yaitu interferensi pada celah ganda, serta interferensi pada celah kisi.

  1. Polarisasi Cahaya

Polarisasi atau polaritas cahaya merupakan peristiwa terserapnya bagian arah getar cahaya. Gelombang cahaya yang sebagian arah getarnya terserap disebut polarisasi cahaya. Ketika cahaya yang memiliki satu arah getar disebut dengan cahaya terpolarisasi linear.

Terdapat lima cara agar cahaya yang mulanya tidak terpolarisasi menjadi terpolarisasi, yaitu dengan cara sebagai berikut :

  1. Penyerapan selektif menggunakan kristal polaroid. Kristal polaroid memiliki sifat meneruskan arah getaran tertentu.
  2. Polarisasi menggunakan pemantulan. Cahaya yang menuju bidang batas antara dua medium, maka sebagiannya akan dipantulkan. Dari proses ini ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi yaitu cahaya pantul tidak terpolarisasi, hanya terpolarisasi sebagian, atau bahkan terpolarisasi sempurna.
  3. Polarisasi dengan pembiasan ganda. Manfaat pembiasan cahaya ganda dapat terjadi pada kristal yang memiliki dua indeks bias.
  4. Polarisasi hamburan. Peristiwa polarisasi hamburan terjadi akibat dari penyerapan serta pemantulan kembali cahaya oleh partikel-partikel yang dilewatinya.
  5. Polarisasi akibat pemutaran bidang getar

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca. Berkenaan dengan penjelasan dalam sifat gelombang cahaya dan contohnya yang mudah ditemukan. Semoga melalui tulisan ini bisa memberi edukasi dan bahan bacaan.

Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *