Sifat Gelombang Bunyi dan Penjelasannya

Diposting pada
Rate this post

Sifat Gelombang Bunyi

Membahas mengenai gelombang, erat kaitannya dengan arti ilmu fisika yang mempelajari hal-hal tersebut. Gelombang dapat diartikan sebuah usikan yang merambat melalui suatu medium. Rambatan ini membawa energi mulai dari satu tempat ke tempat lainnya.

Zat medium perantara bersifat tetap, sementara itu yang merambat adalah gelombangnya. Medium yang dilalui dapat berupa zat padat, zat cair, dan zat gas. Umumnya gelombang terdiri dari dua jenis yaitu gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Gelombang transversal dan longitudinal terdiri berbagai jenis pula, salah satunya pada gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi

Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal yang memiliki arah rambat sejajar dengan arah getarannya. Medium yang dilewati oleh gelombang bunyi terdiri dalam bentuk rapatan dan renggangan. Selain itu, mediumnya dapat berupa zat padat, zat cair, dan arti gas (udara).

Setiap materi mempunyai cepat rambat bunyi yang berbeda-beda. Kecepatan bunyi pada tiap-tiap materi bergantung pada modulus elastisnya serta tingkat kerapatannya. Kecepatan bunyi dapat mencapai 331 m/s pada suhu celcius dengan tekanan 1 atm. Pada udara panas, bunyi akan merambat lebih cepat dibandingkan dengan kondisi udara dingin.

Sifat Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi memiliki sifat tertentu yang berbeda dengan gelombang lainnya. Diantaranya sebagai berikut.

  1. Pemantulan Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi mengalami pemantulan apabila gelombang mengenai penghalang yang cukup kuat dan kokoh. Misalnya zat padat berupa dinding atau tebing.

Gelombang bunyi dengan sifatnya yang dapat melakukan pemantulan dapat dimanfaatkan untuk menghitung jarak antara satu tempat dengan tempat lainnya. Cara menghitung jarak menggunakan pemantulan gelombang buyi adalah dengan mengukur kedalaman laut atau menggunakan metode ultrasonik.

Salah satu contoh dari pemantulan gelombang bunyi yaitu pada peristiwa gema. Ketika seseorang berteriak di pinggir tebing, maka suaranya akan lebih terdengar dengan jelas. Kebalikan dari gema adalah gaung, yaitu bunyi yang kurang jelas. Misalnya pada goa ketika seseorang berteriak.

  1. Pembiasan Gelombang Bunyi

Selain pemantulan pada gelombang bunyi juga terjadi pembiasan atau pembelokan gelombang. Pembelokan gelombang akan terjadi jika gelombang bunyi melewati dua medium dengan indeks bias yang berbeda. Pembiasan (refleksi) pada gelombang bunyi terjadi karena gelombang menjauhi garis normal ketika merambat dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat.

Contoh dari pembiasan gelombang bunyi yaitu pada suara petir. Ketika malam hari, suara petir akan terdengar lebih keras daripada suara petir di siang hari.

Sebab di siang hari udara permukaan lebih panas. Hal ini mengakibatkan kerapatan udara yang ada pada siang hari lebih renggang jika dibandingkan dengan malam hari. Dari peristiwa ini menunjukkan bahwa pembiasan gelombang bunyi terjadi akibat perbedaan kerapatan udara.

  1. Interferensi Konstruktif

Interferensi pada gelombang bunyi akan terjadi apabila terdapat dua sumber bunyi yang mengeluarkan suara dan bertemu. Peristiwa ini juga dapat terjadi ketika ada di perposisi pada suatu titik.

Interferensi konstruktif akan terjadi apabila dua gelombang saling bertemu. Masing-masing gelombang memiliki perpindahan menuju arah yang sama. Hasil dari peristiwa ini adalah pemindahan gelombang yang saling menguatkan, serta membentuk gelombang resultan yang memiliki amplitudo lebih tinggi.

  1. Interferensi Destruktif

Interferensi destruktif merupakan kebalikan dari interferensi konstruktif. Interferensi ini terjadi ketika suatu gelombang yang sama, namun perpindahannya menuju ke arah yang berlawanan. Hasilnya amplitudo dari gelombang resultan akan lebih rendah.

Akibat dari adanya peristiwa ini adalah intensitas dari gelombang bunyi lebih kecil daripada intensitas gelombang getaran.

  1. Difraksi Gelombang Bunyi

Difraksi gelombang bunyi dapat disebut juga dengan pelenturan gelombang. Difraksi lebih mudah dialami oleh gelombang bunyi yang memiliki panjang gelombang mulai dari sentimeter hingga meter. Semakin panjang gelombang bunyi maka akan semakin mudah terjadi difraksi.

  1. Rambatan Gelombang Bunyi Memerlukan Medium

Gelombang bunyi yang merambat harus melewati medium tertentu, contohnya medium padat, cair, atau gas. Gelombang bunyi tidak dapat merambat pada ruang hampa. Karena di ruang hampa tidak ada medium padat, cair, maupun gas.

Itulah tadi artikel yang bisa kami share pada kalian, tentang penjelasan dalam sifat gelombang bunyi dan contohnya yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi edukasi serta literasi bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *