Pengertian Mikroskop, Sejarah, Jenis, Fungsi, dan Cara Penggunaannya

Diposting pada

Mikroskop Adalah

Mikroskop adalah andalan dalam penelitian sains kehidupan, tetapi kemajuan dalam pencitraan memungkinkan penggunaannya untuk berkembang ke sebagian besar bidang sains dan teknologi. Mikroskop biasanya digunakan untuk melihat berbagai jenis sel, menganalisis spesimen klinis dan untuk memindai bahan nano.

Tiga kategori utama mikroskop didefinisikan oleh metode yang digunakan untuk memperbesar sampel, yang meliputi: optik, elektron dan scanning probe. Secara historis, mikroskop merupakan alat optik yang pertama dan terutama, sehingga kualitas optik adalah yang terpenting dalam memilih alat penelitian yang satu ini, karena memang penggunaannya di banyak bidang dan mikroskop berguna untuk berbagai jenis pencitraan. Tugas-tugas ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada Pencitraan fluoresensi; Pencitraan sel; Pencitraan 3D; Pencitraan jaringan; Pencitraan laboratorium klinis.

Mikroskop

Mikroskop (dari bahasa Yunani Kuno: mikros, “small” dan skopein, “to look” atau “see“) adalah alat yang digunakan untuk melihat benda yang terlalu kecil untuk dilihat oleh mata telanjang. Mikroskopi adalah ilmu yang menyelidiki benda dan struktur kecil menggunakan instrumen semacam itu. Mikroskopis berarti tidak terlihat oleh mata kecuali jika dibantu oleh mikroskop.

Kekuatan pembesar mikroskop adalah ekspresi dari berapa kali objek yang diperiksa tampak diperbesar dan merupakan rasio tanpa dimensi. Biasanya dinyatakan dalam bentuk 10 × (untuk gambar diperbesar 10 kali lipat).

Kadang-kadang 10 × diucapkan secara salah sebagai “sepuluh eks” —seperti × adalah simbol aljabar — bukan bentuk yang benar, “sepuluh kali.” Resolusi mikroskop merupakan ukuran detail terkecil dari objek yang bisa diamati oleh mikroskop. Resolusi tersebut dinyatakan dalam satuan linear, biasanya mikrometer (μm).

Pengertian Mikroskop

Mikroskop adalah instrumen ilmiah. Itu membuat benda kecil terlihat lebih besar. Ini memungkinkan orang melihat hal-hal kecil. Orang yang sering menggunakan mikroskop dalam pekerjaan mereka termasuk dokter dan ilmuwan. Siswa di kelas sains seperti biologi juga menggunakan mikroskop untuk mempelajari hal-hal kecil.

Mikroskop awal hanya memiliki satu lensa dan disebut mikroskop sederhana. Mikroskop majemuk memiliki setidaknya dua lensa. Dalam mikroskop majemuk, lensa yang lebih dekat ke mata disebut lensa mata. Lensa di ujung yang lain disebut objek. Lensa berlipat ganda, sehingga lensa mata 10x dan objek 40x bersama-sama memberikan pembesaran 400x.

Pengertian Mikroskop Menurut Para Ahli

Adapun definisi mikroskop menurut para ahli, antara lain:

Encyclopedia Britannica

Mikroskop adalah instrumen yang menghasilkan gambar yang diperbesar dari benda-benda kecil, memungkinkan pengamat melihat dari dekat struktur menit pada skala yang nyaman untuk diperiksa dan dianalisis. Mikroskop dapat memberikan gambar dinamis (seperti dengan instrumen optik konvensional) atau yang statis (seperti dengan mikroskop elektron pemindaian konvensional).

National Geographic

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk memperbesar benda kecil. Beberapa mikroskop bahkan dapat digunakan untuk mengamati objek pada tingkat sel, memungkinkan para ilmuwan untuk melihat bentuk sel, nukleusnya, mitokondria, dan organel lainnya.

Sementara mikroskop modern memiliki banyak bagian, bagian terpenting adalah lensanya. Melalui lensa mikroskoplah gambar suatu objek dapat diperbesar dan diamati secara detail.

Sebuah mikroskop cahaya sederhana memanipulasi bagaimana arti cahaya memasuki mata menggunakan lensa cembung, di mana kedua sisi lensa melengkung ke arah luar.

Ketika cahaya memantul dari objek yang dilihat di bawah mikroskop dan melewati lensa, itu membungkuk ke arah mata. Ini membuat objek terlihat lebih besar dari yang sebenarnya.

Sejarah Mikroskop

Selama periode bersejarah yang dikenal sebagai Renaissance, setelah Abad Pertengahan “masa kegelapan”, terjadi penemuan-penemuan percetakan, bubuk mesiu dan kompas pelaut, diikuti oleh penemuan Amerika.

Yang juga luar biasa adalah penemuan mikroskop cahaya: alat yang memungkinkan mata manusia, dengan menggunakan lensa atau kombinasi lensa, untuk mengamati gambar yang diperbesar dari benda-benda kecil.

Mikroskop sederhana paling awal hanyalah sebuah tabung dengan piringan untuk objek di satu ujung dan, di sisi lain, lensa yang memberikan perbesaran kurang dari sepuluh diameter – sepuluh kali ukuran sebenarnya. Keajaiban umum yang luar biasa ini ketika digunakan untuk melihat kutu atau benda-benda kecil yang merayap dan dijuluki “kacamata kutu.”

Kelahiran Mikroskop Cahaya

Sekitar tahun 1590, dua pembuat tontonan Belanda, Zaccharias Janssen dan putranya, Hans, ketika bereksperimen dengan beberapa lensa dalam sebuah tabung, menemukan bahwa benda-benda terdekat tampak sangat membesar.

Itu adalah cikal bakal dari mikroskop senyawa dan teleskop. Pada 1609, Galileo, bapak fisika modern dan astronomi, mendengar eksperimen awal ini, menyusun prinsip-prinsip lensa, dan membuat instrumen yang jauh lebih baik dengan perangkat fokus.

Anton van Leeuwenhoek (1632-1723)

Bapak mikroskop, Anton van Leeuwenhoek dari Belanda, mempelajari sendiri metode baru untuk menggiling dan memoles lensa kecil dengan kelengkungan besar yang memberikan perbesaran hingga 270 diameter, yang paling dikenal pada waktu itu.

Ini mengarah pada penemuan mikroskop dan penemuan biologis yang membuatnya terkenal. Dia adalah orang pertama yang melihat dan menggambarkan bakteri, tanaman ragi, kehidupan penuh dalam setetes air, dan sirkulasi sel darah di kapiler.

Selama masa hidupnya yang panjang, ia menggunakan kacamatanya untuk melakukan studi perintis tentang berbagai hal luar biasa, baik yang hidup maupun yang tidak hidup, dan melaporkan temuannya dalam lebih dari seratus surat ke Royal Society of England dan French Academy.

Robert Hooke

Robert Hooke, bapak mikroskop Inggris, menegaskan kembali penemuan Anton van Leeuwenhoek tentang keberadaan organisme kecil di setetes air. Hooke membuat salinan mikroskop cahaya Leeuwenhoek dan kemudian memperbaiki desainnya.

Charles A. Spencer

Belakangan, beberapa perbaikan besar dilakukan sampai pertengahan abad ke-19. Kemudian beberapa negara Eropa mulai memproduksi peralatan optik yang bagus tetapi tidak ada yang lebih baik daripada instrumen luar biasa yang dibuat oleh Amerika, Charles A. Spencer, dan industri yang ia dirikan.

Instrumen saat ini, berubah tetapi sedikit, memberikan perbesaran hingga 1.250 diameter dengan cahaya biasa dan hingga 5000 dengan cahaya biru.

Jenis Mikroskop

Mikroskop adalah alat laboratorium yang digunakan untuk melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh mata manusia. Ada berbagai jenis mikroskop dan masing-masing jenis memiliki manfaat dan kelebihannya. Berdasarkan banyaknya lensa yang digunakan, jenis mikroskop bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Mikroskop sederhana – itu adalah mikroskop pertama yang dibuat oleh Antony Van Leeuwenhoek pada abad ke-17. Itu adalah kaca pembesar, sangat sederhana namun kuat dan bermanfaat. Ini terdiri dari satu lensa atau kelompok lensa dalam satu unit.
  2. Mikroskop majemuk (Compound microscope) – disebut mikroskop majemuk karena memiliki dua lensa yang menghasilkan pembesaran yang lebih baik. Ini adalah mikroskop bidang terang yang menyediakan pembesaran hingga 1.000 kali. (1, 2, 3, dan 4)

Berdasarkan cara kerjanya, mikroskop bisa dibedakan menjadi bebearap jenis, antara lain:

  1. Mikroskop cahaya / Mikroskop Optik

Mikroskop cahaya ialah jenis mikroskop yang menggunakan cahaya untuk mengamati objeknya. Sumber cahaya dapat dengan menggunakan cahaya sekitar yang dipantulkan dengan menggunakan cermin atau menggunakan cahaya lampu yang terhubung dengan listrik.

Contoh mikroskop cahaya yaitu mikroskop monokuler, mikroskop binokuler, mikroskop digital, dan mikroskop stereo.

  1. Mikroskop elektron

Mikroskop elektron ialah jenis mikroskop yang menggunakan berkas elektron yang terletak di bagian atas sebagai sumber energi, bukan cahaya. Berkas elektron difokuskan kepada objek oleh lensa pembalik yang kemudian diproyeksikan ke layar atau ke komputer dengan perbesaran jutaan kali.

Mikroskop elektron biasanya digunakan oleh para profesional dan peneliti. Ada dua jenis mikroskop elektron yaitu SEM (Scanning Electron Microscope) dan TEM ((Transmition Electron Microscope).

Fungsi Mikroskop

Mikroskop adalah salah satu alat paling penting yang digunakan dalam arti kimia dan definisi biologi. Instrumen ini memungkinkan ilmuwan atau dokter memperbesar objek untuk melihatnya secara detail, sehingga bisa dikatakan bahwa secara umum berfungsi untuk:

  1. Fungsi utamanya yaitu untuk melihat dan mengamati objek dengan ukuran sangat kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
  2. Fungsi lainnya yaitu tetap akan berakar pada fugsi utamanya, bedanya beberapa jenis mikroskop dibuat untuk fungsi yang lebih detail, misalnya ada jenis mikroskop yang dibuat hanya untuk mengamati satu jenis objek mikroskopis saja.

Cara Penggunaan Mikroskop

Berikut ini beberapa tata cara dalam menggunakan mikroskop, yaitu:

Menyiapkan mikroskop 

  1. Peganglah lengan mikroskop dengan tangan kanan sementara tangan kiri menyangga kaki mikroskop.
  2. Letakkan di atas meja yang kokoh dan bersih.
  3. Bersihkan mikroskop dan kenali bagian-bagiannya.

Mengatur penyinaran 

  1. Dengan melihat melalui lensa okuler, aturlah cermin agar diperoleh penyinaran yang merata di seluruh medan pandangan.
  2. Untuk mengumpulkan cahaya agar kekuatan pencahayaan bertambah gunakanlah kondensor. Abaikan tahapan ini jika sumber cahaya menggunakan lampu.
  3. Jika sinar terlalu kuat, maka aturlah dengan diafragma.

Mengatur lensa 

  1. Putar revolver untuk memindahkan lensa objektif dengan pembesaran paling kecil (4x) tepat di tengah meja sediaan sampai terdengar bunyi klik.
  2. Preparat diletakkan di tengah meja sediaan, kemudian dijepit agar tidak bergeser. Perhatikan dari samping dan putarlah makrometer / pengatur fokus kasar untuk menurunkan tabung mikroskop dengan cepat sehingga lensa objektif hampir menyentuh preparat.
  3. Gunakan mikrometer / pengatur fokus halus untuk memfokuskan preparat.

Mengganti perbesaran 

  1. Putarlah lensa objektif yang diinginkan ke sumbu optik hingga terdengar bunyi klik dengan memutar revolver.
  2. Lensa objektif cenderung memerlukan pencahayaan yang kuat. Aturlah bagian diafragma agar memperoleh pencahayaan yang bagus.
  3. Usai melakukan pengamatan, kembalikan posisi lensa objektif ke perbesaran lemah.

Nah, itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian mikroskop menurut para ahli, sejarah penemuan, jenis, fungsi, dan cara penggunaannya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • History of the Microscope dari https://www.thoughtco.com/history-of-the-microscope-1992146
  • Microscope dari https://www.britannica.com/technology/microscope/Confocal-microscopes
  • Microscope dari https://en.wikipedia.org/wiki/Microscope

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *