Bagian Magnet dan Fungsinya

Diposting pada
Rate this post

Bagian Magnet

Di dalam arti fisika untuk kehidupan sehari-hari, ketika menyebut kata magnet yang identik dipikirkan adalah fungsinya yaitu menarik benda. Padahal magnet tidak hanya berfungsi demikian. Benda yang didominasi oleh bahan besi, baja dan campuran logam lain, saat ini banyak dimanfaatkan pada beberapa bidang kehidupan.

Kegunaan magnet dapat dilihat dan ditentukan dari apa saja bagian yang terdapat pada magnet tersebut. Umumnya kita hanya mengenal bagian magnet berupa kutub utara dan selatan. Selebihnya terdapat banyak bagian lain yang akan diruaikan lebih lanjut pada artikel ini.

Magnet

Dari pemahaman tentang magnet yang dapat menarik suatu benda, magnet itu sendiri diartikan sebagai suatu objek yang memiliki medan magnet. Medan magnet inilah yang selanjutnya berguna dalam penarikan suatu klasifikasi benda yang berasal dari bahan besi, baja atau logam.

Magnet banyak digunakan pada bidang otomotif yang cenderung berkutat pada bahan-bahan besi dan logam. Adanya magnet sangat penting untuk mengatasi kendala tidak terduga seperti bagian-bagian kecil yang jatuh ke tempat tertentu, maka dapat ditarik oleh magnet. Selain bidang otomotif, magnet juga ditemukan pada benda-benda kelistrikan serta penunjuk arah (kompas).

Sifat magnetik dapat dibuat pada bahan-bahan yang berpotensi menghasilkan magnet, yaitu besi, baja dan logam. Pada sebuah magnet tersusun atas partikel-partikel kecil magnet. Partikel ini memiliki arah yang sama dan tersusun dengan teratur. Magnet-magnet kecil disebut juga dengan magnet elementer.

Pada suatu magnet sudah tentu memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Daerah kutub ini terletak pada bagian ujung magnet dan memiliki kekuatan yang lebih besar jika dibandingkan dengan bagian lainnya.

Bagian pada Magnet

Adapun penjelasan terkait dengan bagian dalam magnet, antara lain sebagai berikut;

  1. Medan Magnet

Medan magnet dapat menarik benda karena terdiri atas garis-garis fluks imajiner yang bergerak atau berputar. Garis-garis ini berasal dari partikel yang bermuatan listrik statis. Magnet dapat bersifat permanen yaitu tidak bergantung pengaruh dari luar.

Bahan ini biasanya dihasilkan oleh alam. Sementara sifat lainnya yaitu elektromagnet, yaitu medan magnet yang tercipta karena adanya arus listrik mengalir.

  1. Kutub Magnet

Kutub magnet merupakan bagian dengan gaya tarik terbesar pada bagian magnet. Hal ini dapat dibuktikan ketika suatu magnet dicelupkan ke dalam serbuk besi, maka pada bagian ujung magnet akan lebih banyak menangkap serbuk besi daripada bagian tengah. Semakin ke tengah, gaya tariknya semakin netral.

Magnet terdiri dari berbagai bentuk, bagaimanapun bentuknya kutub magnet akan selalu berjumlah dua dan dinamakan utara serta selatan. Letak kutub pada setiap magnet dapat dilihat pada bagian mana yang menarik benda paling kuat atau paling banyak. Tidak hanya sebuah nama, kutub utara dan selatan pada magnet juga menunjukkan arah utara dan selatan.

  1. Sumbu Magnet

Sumbu magnet adalah serangkaian bentuk garis yang berfungsi menghubungkan antara kutub utara dan kutub selatan pada magnet.

  1. Magnet Elementer

Magnet-magnet kecil penyusun suatu magnet atau disebut juga megnet elementer adalah bagian yang berupa atom. Sifat magnet ditentukan dari arah pada elementer. Jika arahnya beraturan maka suatu  benda memiliki sifat magnet. Namun sebaliknya, jika arah dari elementer tidak beraturan, maka suatu benda tidak memiliki sifat magnet.

Artinnya pada sebuah magnet, tersusun atas magnet elementer yang rapi dan beraturan dengan arah yang sama. Arah ini akan menunjukkan dimana letak kutub magnet berada. Adanya partikel kecil magnet ini juga menyebabkan adanya gaya tarik-menarik dan gaya tolak-menolak pada suatu magnet.

Tidak semua bahan-bahan besi, baja, dan logam memiliki sifat magnet. Ketika tidak terjadi gaya tarik-menarik atau gaya tolak-menolak pada bagian tiga bahan tersebut, maka tidak ada sifat magnet yang terkandung.

Fungsi Magnet

Magnet dengan sifatnya yang dapat melakukan gaya tarik-menarik dan tolak-menolak memiliki berbagai kegunaan dalam keseharian, yaitu sebagai berikut :

  1. Gunting yang memiliki bagian ujung berasal dari besi dapat digunakan untuk mengambil jarum saat menjahit.
  2. Magnet berada pada bel listrik dan berguna untuk menggerakkan pemukul dari lonceng.
  3. Digunakan pada papan catur sebagai pelekat bagian pion-pion yang sedang dimainkan agar tidak terguling.
  4. Pada kompas berfungsi menunjukkan arah utara dan arah selatan.
  5. Digunakan pada dinamo sepeda dan juga generator untuk membangkitkan arus listrik.
  6. Mengangkut benda-benda yang terbuat dari bahan besi, baja atau logam.
  7. Bantalan magnetik, biada digunakan pada perangkat tertentu karena memiliki daya kerja serta putaran yang tinggi.
  8. Magnet juga digunakan pada kereta maglev, yaitu kendaraan yang melayang dengan kekuatan elektromagnetik.
  9. Penggunaan magnetic bearing dimanfaatkan untuk mengurangi gesekan pada bagian kompoen mekanis. Pada magnetic bearing digunakan superkonduktor yang ditemukan pada tahun 1986

Itulah tadi artikel yang bisa kami selesaikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan bagian-bagian dalam magnet dan fungsinya secara umum. Semoga bisa memberi edukasi serta referensi bagi kalian yang pada saat ini sedang membutuhkan.

Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *