Alat Laboratorium Biologi dan Fungsinya

Diposting pada

Nama Alat Laboratorium Biologi

Laboratorium merupakan tempat pusat dari segala aktivitas ilmiah, yaitu meliputi riset, percobaan, dan juga pengukuran. Laboratorium dibagi berdasarkan beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan penelitian ilmunya, diantaranya laboratorium biologi, kimia, dan fisika.

Dari ketiga jenis laboratorium yang telah disebutkan, terdapat beberapa alat yang digunakan pada tiga laboratorium tersebut. Namun ada juga alat-alat yang khusus ditemukan hanya pada jenis laboratorium tertentu. Sebab setiap laboratorium memiliki fungsi dan objek yang berbeda pada masing-masing kegiatan ilmiahnya.

Alat Laboratorium Biologi

Alat laboratorium biologi adalah penunjang pada tahapan penelitian yang ada dalam prosesi praktikum ilmiah. Sehingga dalam kahanannya peralatan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan reparasi sekaligus pengukuran dan penentuan dalam percobaan.

Jenis Alat Laboratorium Biologi

Adapun untuk beberapa macam alat laboratorium yang dipergunakan dalam menalaan praktikum biologi, antara lain sebagai berikut;

  1. Mikroskop

Alat Laboratorium Mikroskop
Mikroskop

Mikroskop menjadi alat yang khas ditemukan di laboratorium biologi. Objek-objek penelitian biologi kebanyakan adalah objek dengan ukuran mikroskopik, sehingga mikroskop sangat dibutuhkan dalam aktivitas penelitian.

Mikroskop berfungsi melihat objek dengan ukuran mikroskopik atau tidak dapat dilihat secara kasat mata. Jenis mikroskop terdiri dari berbagai macam, diantaranya mikroskop cahaya, mikroskop listrik, mikroskop elektron, dan lain-lain.

Dalam satu mikroskop terdapat dua bagian, yaitu bagian non optik dan bagian optik. Bagian non optik biasanya dapat dikenali sebagai bagian yang tidak menggunakan kaca, misalnya revolver, makrometer, mikrometer, lengan, tabung, dan kaki mikroskop. Sementara bagian optik yaitu lensa okuler dan lensa objekif.

  1. Lup/Kaca Pembesar

Alat Laboratorium Kaca Pembesar
Lub/Kaca Pembesar

Lup merupakan salah satu alat optik yang berbentuk cembung. Umumnya terdapat pegangan yang berasal dari plastik atau besi untuk memudahkan peneliti menggenggamnya. Lup atau kaca pembesar memiliki fungsi yang hampir sama seperti mikroskop, akan tetapi dalam perbesaran yang sangat terbatas.

Kaca pembesar dapat melihat benda atau objek yang berukuran kecil, akan tetapi tidak sekecil ukuran yang dapat dilihat pada mikroskop. Dengan menggunakan lup objek yang berukuran kecil akan terlihat lebih besar dari ukuran aslinya.

  1. Autoklaf

Alat Laboratorium Autoklaf
Autoklaf

Autoklaf adalah alat yang bentuknya mirip seperti alat presto yang biasa digunakan untuk memasak. Perbedaannya adalah alat ini digunakan untuk mensterilkan alat-alat atau perlengkapan laboratorium. Caranya yaitu menggunakan pemanasan hingga 121 derajat celcius dalam waktu 15-20 menit.

Prinsip yang digunakan pada autoklaf menyerupai penanak nasi. Akan tetapi pada autoklaf tekanan yang ada akan menghasilkan panas yang lebih tinggi daripada penanak nasi. Alat-alat laboratorium biologi harus selalu steril sebelum digunakan, oleh karena itu setelah digunakan dalam eksperimen atau penelitian alat-alat dimasukkan ke autoklaf agar kembali steril. Dengan suhu yang panas, autoklaf dapat membunuh kuman dan bakteri agar tidak berkembang biak.

  1. Kotak Genetika

Kotak genetika, sesuai dengan namanya digunakan pada percobaan genetika. Di dalam kotak genetika terdapat 500 kancing dengan lima warna berbeda yang berasal dari kayu atau plastik. Kancing-kancing ini dapat dilekatkan atau dipisahkan antara satu sama lainnya.

Pada percobaan genetika, kancing genetik berfungsi menyelidiki kemungkinan kombinasi gen serta prinsip dari ilmu genetika. Misalnya persilangan monohibrid, dihibrid, kliptomeri, epistasis, dan hipostasis.

  1. Vaskulum

Vaskulum atau kotak botani merupakan alat yang digunakan untuk menyimpan contoh spesimen. Jika disimpan pada vaskulum, spesimen tiadk akan mudah kering. Vaskulum memiliki panjang sekitar 30 cm, lebarnya sekitar 19 sm, dan tebal 8 cm. Kotak vaskulum berasal dari bahan logam dengan dilengkapi ikat gantungan agar mudah dibawa.

  1. Pinset

Pinset adalah salah satu alat yang digunakan pada laboratorium biologi. Umumnya pinset membantu mengambil sebuah preparat atau bagian tubuh dati objek yang diteliti. Pinset digunakan agar mengurangi kontaminasi pada objek. Sehingga ketika digunakan pinset harus berada pada keadaan steril.

  1. Alat Ukur Tekanan Tanah (Root presure)

Alat ini digunakan untuk mengukur seberapa besar tekanan akar yang ada pada tumbuhan tertentu. Bentuknya menyerupai bentuk huruf S dan berasal dari pipa kapiler. Pada dinding kaki root presure  diberi penanda skala, selain itu pada bagian tengah terdapat reservoir untuk menampung air raksa.

  1. Plat Tetes

Plat tetes terbuat dari bahan keramik, dengan bentuk plat dengan jumlah cekungan 6, 12, atau 16. Umumnya plat tetes digunakan pada uji keasaman suatu larutan. Selain itu plat tetes juga digunakan pada reaksi pengujian makanan, untuk mengetahui kandungan pada makanan. Plat tetes dapat dimanfaatkan untuk mereaksikan bahan cair ataupun padat.

  1. Cawan Petri

Cawan petri dapat disebut juga dengan telepa petri, yaitu sebuah wadah dengan bentuk bundar yang berasal dari bahan plastik atau kaca. Cawan petri memiliki bagian penutup yang biasanya digunakan untuk mengembangbiakkan mikroba pada percobaan mikrobiologi.

Ukuran wadah maupun bagian penutup terbuat dari bahan yang sama, hanya saja ukurannya berbeda. Bagian wadah akan berukuran sedikit lebih kecil daripada bagian penutup. Kegunaan cawan petri tidak hanya untuk mengembangbiakkan mikroba, akan tetapi juga dapat digunaan untuk penelitian tropi, kultur spora, khamir, dan jenis biji-bijian.

  1. Gelas Arloji

Gelas arloji adalah bahan kaca dengan bentuk bundar dan agak cekung. Gelas arloji dapat ditemukan dengan beberapa ukuran. Gelas arloji dapat digunakan saat pemanasan gelas beaker. Selain itu gelas arloji juga berguna ketika peneliti akan mengukur suatu bahan atau objek pada suatu aktivitas ilmiah.

  1. Gelas Beaker

Gelas beaker atau gelas piala berasal dari bahan borosilikat atau plastik dengan bentuk silinder dengan alas yang datar. Gelas ini terdiri dari beberapa ukuran berdasarkan volume, yaitu berkisar 25 mL hingga 3 L.

Pada percobaan ilmiah gelas beaker digunakan untuk bahan yang bersifat korosif, atau dapat juga digunakan untuk mengukur volume dalam jumlah banyak. Untuk menghindari kontaminasi atau penguapan cairan pada gelas beaker, peneliti dapat menggunakan gelas arloji sebagai penutup.

  1. Gelas Ukur

Gelas ukur terdiri dari beberapa ukuran, mulai dari 10 mili liter hingga 2 liter. Gelas ukur berbentuk pipa dari bahan plastik atau kaca dan dilengkapi oleh bagian lebar di bawah untuk menyangga kestabilan gelas ukur. Di dalam laboratorium gelas ukur digunakan untuk mengukur volume larutan.

  1. Pipet Tetes

Pipit tetes digunakan pada aktivitas laboratorium untuk memindahkan cairan yang telah diukur sebelumnya. Bentuk dan ukuran pipet tetes terdiri dari beberapa macam, akan tetapi memiliki fungsi yang hampir sama. Pipet tetes dengan ukuran kecil hanya dapat memindahkan cairan dalam jumlah sedikit. Walaupun demikian, pipet tetes sangat berguna untuk membantu proses percobaan.

  1. Pipet Ukur

Pipet ukur memiliki prinsip yang sama seperti pipet tetes. Perbedaannya pada pipet ukur terdapat skala, sehingga setiap tetes yang dikeluarkan sudah terukur pada pipet tersebut. Penggunaan pipet ukur akan menghasilkan pengkuran yang lebih valid dibandingkan tidak menggunakannya.

  1. Kaki Tiga

Kaki tiga adalah bentuk rangkaian besi yang memiliki kaki berjumlah tiga buah, dengan bagian atas berbentuk lingkaran. Kaki tiga berfungsi untuk menyangga ring di atasnya sebagai alat yang biasa digunakan pada pemanasan sederhana.

  1. Tabung Reaksi

Tabung reaksi merupakan salah satu jenis peralatan gelas yang berbahan kaca atau plastik. Bentuk dan ukurannya ada yang kecil, kira-kira sebesar jari manusia dewasa, dan ada yang berukuran besar (labu didih). Tabung reaksi berfungsi mencampurkan satu bahan dengan bahan lain dalam bentuk cair atau padat dan menghasilkan suatu reaksi. Tabung reaksi umumnya digunakan pada pengujian kulitatif pada campuran.

  1. Penjepit Tabung Reaksi

Penjepit tabung reaksi berfungsi untuk menjepit tabung ketika melakukan reaksi. Penjepit ini berbentuk menerupai gunting yang berasal dari kayu. Dengan menggunakan penjepit dapat menghindari risiko pada bagian tubuh jika tabung reaksi bersinggungan dengan panas atau bahan-bahan berbahaya.

  1. Kawat Kasa

Kawat kasa sejatinya berfungsi sebagai penahan dalam pengukuran gelas beaker atau gelas labu. Kawat kasa ini diletakkan di atas ring kaki tiga. Bahkan biasanya kawat kasa berguna ketika proses pemanasan dengan bunsen atau spirtus.

  1. Mortar dan Pestle

Dalam bahasa Indonesia kita mengenalnya sebagai lesung dan alu. Merupakan suatu alat laboratorium yang berfungsi menghaluskan atau menghancurkan zat padat dan kristal. Misalnya bahan-bahan percobaan seperti dedaunan, biji-bijian, protein, akar, dan lain-lain.

  1. Oven Laboratorium

Oven laboratorium adalah alat yang digunakan untuk mengeringkan alat-alat laboratorium lain sebelum digunakan. Selain alat-alat, oven laboratorium juga dapat digunakan untuk mengeringkan bahan basah. Oven juga penting untuk digunakan pada pengujian bahan yang membutuhkan temperatur stabil.

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan macam-macam nama alat laboratorium biologi dan fungsinya secara umum. Semoga bisa memberi pemahaman sekaligus referensi yang mendalam.

Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *