Reproduksi atau kemudian disebut juga perkembangbiakan makhluk hidup merupakan salah satu proses hidup yang secara alami dapat dilakukan oleh setiap organisme. Dalam prosesnya cara dan jenis reproduksi pada makhluk hidup mengalami perkembangan. Perkembangbiakan tidak hanya terjadi secara alami, namun dapat dibuat dengan bantuan teknologi atau manusia.
Oleh karena itu artikel ini akan lebih lanjut menjelaskan mengenai jenis reprosuksi, tujuan, manfaat, dan contoh reproduksi. Makhluk hidup yang melakukan reproduksi diantaranya adalah hewan dan tumbuhan.
Pengertian Reproduksi
Reproduksi adalah salah satu proses biologis yang terjadi di setiap makhluk hidup, misalnya hewan dan tumbuhan. Reproduksi menjadi dasar pertahanan diri bagi semua makhluk hidup yang dilakukan sejak dulu untuk meneruskan generasi selanjutnya. Reproduksi juga diartikan sebagai kemampuan makhluk hidup dalam menghasilkan individu baru yang memiliki sifat mirip dengan induknya.
Proses menghasilkan keturunan ini dapat dilakukan secara seksual dan aseksual. Reproduksi adalah salah satu ciri khas makhluk hidup. Selain itu reproduksi menjadi syarat bagi organisme untuk dapat menjaga kelangsungan hidupnya. Dengan reproduksi kelestarian organisme juga akan terjaga dan terhindar dari kemusnahan.
Pengertian Reproduksi Menurut Para Ahli
Adapun definisi reproduksi menurut para ahli, antara lain;
- Campbell et al. (2008)
Reproduksi adalah kemampuan organisme untuk menghasilkan keturunan, di mana proses ini melibatkan pemindahan informasi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga organisme baru memiliki karakteristik yang sama dengan induknya.
- Starr & Taggart (1998)
Reproduksi adalah bagian dari adanya proses biologis di mana setiap organisme membentuk individu baru yang berasal dari induk atau induknya. Proses ini bisa melalui reproduksi seksual maupun aseksual.
- Curtis (2007)
Reproduksi adalah proses biologis yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup spesies. Melalui reproduksi, organisme dapat melestarikan spesiesnya dan memfasilitasi transfer materi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Jenis Reproduksi
Reproduksi dapat dilakukan dengan beberapa cara, dua diantaranya yang paling umum dilakukan oleh hewan dan tumbuhan yaitu reproduksi seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual merupakan proses yang dapat menghasilkan individu baru dengan tanpa adanya peleburan antara sel jantan dan sel betina. Reproduksi ini disebut juga sebagai cara tidak kawin. Sebaliknya reproduksi seksual terjadi karena adanya perkawinan antara induk jantan dan betina.
Perbedaan dua jenis reproduksi antara tumbuhan dan hewan yaitu sebagai berikut:
Reproduksi Tumbuhan
Reproduksi tumbuhan merupakan proses pembentukan individu baru yang terjadi pada tanaman dalam kurun waktu tertentu.
- Reproduksi Aseksual atau Vegetatif
Reproduksi aseksual pada tumbuhan biasa disebut dengan reproduksi vegetatif. Cara untuk melihat adanya perkembangbiakan ini dilakukan tanpa adanya peleburan antara sel gamet betina dengan sel gamet jantan. Individu baru yang dihasilkan murni berasal dari bagian tubuh induk secara langsung yang kemudian tumbuh menjadi individu baru yang terpisah.
Reproduksi vegetatif dibagi lagi menjadi dua berdasarkan sumbernya, yaitu secara alami dan secara buatan. Vegetatif alami yaitu bagian tubuh induk yang berkembang menjadi individu baru, misalnya tunas, akar rimpang, umbi batang, umbi lapis, umbi akar, dan geragih atau batang menjalar.
Sementara vegetatif buatan adalah proses yang terjadi karena campur tangan manusia secara sengaja. Reproduksi ini juga memafaatkan bagian-bagian tumbuhan induk yang dapat berkembang menjadi individu baru. Beberapa teknik vegetatif buatan yang terkenal adalah stek, merunduk, menempel, cangkok, sambung batang, dan kultur jaringan.
- Reproduksi Seksual atau Generatif
Reproduksi seksual adalah cara yang berlangsung secara alami pada tumbuhan. Perkembangbiakan ini disebut juga dengan perkawinan karena melibatkan perleburan sel gamet jantan ke sel gamet betina. Sel-sel tersebut diproduksi oleh induk organisme yang secara khusus digunakan saat reproduksi seksual.
Tumbuhan mengawali reproduksi seksual dengan penyerbukan dan persarian, khususnya pada tumbuhan tingkat tinggi. Pada tumbuhan tingkat tinggi terbagi menjadi dua alat reproduksi berbeda, diantaranya strobilus yang ada pada tumbuhan biji terbuka, dan bunga yang ada pada tumbuhan biji tertutup.
Individu baru mulai tumbuh ketika dua gamet jantan dan betina pada alat reproduksi tumbuhan melebur menjadi satu. Proses dari peleburan dua sel gamet disebut dengan fertilisasi (pembuahan), hasil dari fertilisasi adalah pembentukan zigot. Pada tumbuhan spermatophyta atau berbiji gamet jantan diproduksi oleh benang sari, sementara gamet betina diproduksi oleh putik.
Hewan
Mirip dengan tumbuhan, reproduksi hewan terbagi menjadi dua jenis yaitu reproduksi aseksual dan reproduksi seksual. Secara sederhana reproduksi aseksual tidak melalui proses pembuahan yang dilakukan oleh sel jantan, akan tetapi reproduksi seksual sebaliknya yaitu harus ada pertemuan antara gamet jantan dan gamet betina.
Dalam ilmu genetika, reproduksi seksual akan menghasilkan individu baru yang memiliki sifat campuran dari dua induknya. Namun hasil keturunan reproduksi aseksual mewarisi sifat yang lebih identik dari induknya. Perbedaan lainnya antara reproduksi aseksual dan seksual pada hewan akan dijelaskan di bawah ini.
- Reproduksi Aseksual
Reproduksi aseksual adalah proses perkembangbiakan yang terjadi dengan hanya melibatkan satu induk saja. Oleh karena itu hasil keturunan dari proses reproduksi ini nyaris serupa dengan induknya. Variasi yang dihasilkan oleh individu baru sangatlah sempit, bahkan reproduksi secara aseksual hanya menghasilkan individu tanpa adanya pelebaran kelamin baik jantan maupun betina.
Hewan yang melakukan repoduksi secara aseksual jumlah jenisnya lebih sedikit, yaitu kelompok hewan tidak bertulang belakang yang disebut juga invertebrata. Beberapa diantara hewan bertulang belakang atau vertebrata juga melakukan reproduksi aseksual.
Dalam melakukan perkembangbiakan dikenal dua jenis reproduksi aseksual. Pertama adalah pembelahan diri atau pembelahan biner, proses ini biasanya dilakukan oleh organisme bersel satu. Proses reproduksi pembelahan biner akan menghasilkan dua individu baru yang masing-masingnya memiliki inti sel. Contoh kelompok yang melakukan pembelahan diri untuk reproduksi adalah protozoa.
Kedua jenis fragmentasi, yaitu pemisahan antara sebagian sel yang berasal dari satu koloni kemudian akan membentuk koloni baru. Salah satu contoh reproduksi aseksual dengan cara fragmentasi dilakukan oleh ganggang hijau, volvox.
- Reproduksi Seksual
Reproduksi seksual pada hewan dapat terjadi ketika kelamin jantan dan kelamin betina mengalami proses pembuahan (fertilisasi). Pembuahan dua kelamin berbeda pada hewan dapat terjadi di luar tubuh dan di dalam tubuh.
Fertilisasi eksternal atau nama lain dari pembuahan di luar tubuh, reproduksi ini terjadi pada tubuh induk betina. Tubuh bagian luar induk mampu menghasilkan sel telur dan sel sperma yang cukup banyak dari biasanya. Hal ini dikarenakan kemungkinan terjadi pembuahan sangatlah kecil, sehingga dibutuhkan sel telur dan sel sperma yang lebih banyak.
Risiko yang cukup banyak tidak terjadi pada pembuahan internal atau di dalam tubuh induk. Sebab proses fertilisasi ini terjadi di dalam tubuh sehingga lebih terlindungi oleh bagian tubuh luar pada induk.
Tujuan Reproduksi
Makhluk hidup melakukan reproduksi atau perkembangbiakan dengan beberapa cara berbeda. Akan tetapi dari cara yang berbeda tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menambah jumlah populasi.
Populasi yang terus bertambah dan terkendali mampu menjaga serta mempertahankan kelestarian dari setiap jenis spesies yang melakukan reproduksi.
Manfaat Reproduksi
Manfaat terjadinya reproduksi pada hewan dan tumbuhan secara umum adalah memperbanyak keturunan dengan menghasilkan individu baru. Melalui proses reproduksi tentu saja akan mengurangi risiko kepunahan dari setiap spesies yang ada di muka bumi. Proses reproduksi yang terjadi baik secara alamiah maupun buatan mampu menjaga keseimbangan seluruh ekosistem yang ada di bumi.
Contoh reproduksi
Berdasarkan jenis reproduksi yang dilakukan oleh makhluk hidup, berikut beberapa contoh dari masing-masing jenis :
- Reproduksi aseksual hewan, cara membelah diri dilakukan oleh organisme bersel satu misalnya protozoa. Sedangkan fragmentasi atau pemisahan sel dari koloni dilakukan oleh volvox.
- Reproduksi seksual yang terjadi pada hewan terbagi menjadi beberapa cara, yaitu bertelur (ovipar), melahirkan (vivipar), dan gabungan antara bertelur dan melahirkan (ovovivipar). Reproduksi seksual hewan secara eksternal terjadi padaikan dan katak. Sementara secara internal terjadi pada hewan yang bertelur misalnya unggas, dan hewan melahirkan misalnya mamalia.
- Reproduksi generatif tumbuhan terjadi pada tumbuhan tingkat tinggi, contohnya tumbuhan penghasil buah mangga, pepaya, nanas, dan lain-lain. proses penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan tersebut biasanya terjadi karena bantuan dari faktor luar misalnya angin, hewan, dan manusia.
- Reproduksi vegetatif tumbuhan secara alami misalnya tunas adventif pada tumbuhan cocor bebek dan tunas pada bambu, palem, serta pisang. Cara reproduksi dengan akar rimpang dapat dilakukan pada lengkuas, jahe, dan sansiviera. Selain itu dapat digunakan umbi-umbian, umbi batang pada kentang, umbi akar pada ketela pohon, dan umbi lapis pada bunga bakung.
Sementara vegetatif tumbuhan secara buatan dapat terjadi pada berbagai jenis tanaman. Teknik stek biasa digunakan pada tumbuhan melatii dan ketela pohon. Teknik cangkok biasanya digunakan pada tumbuhan penghasil buah, misalnya jamb biji, jeruk, dan apel. Teknik merunduk cocok untuk digunakan pada tumbuhan alamanda.
Itulah saja informasi yang bisa dibagikan tentang adanya pengertian reproduksi menurut para ahli, jenis tumbuhan dan hewan, tujuan, manfaat serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dapat memberikan wawasan.