5 Tujuan Dilakukan Pembelahan Meiosis

Diposting pada

Tujuan Meiosis

Meiosis adalah bagian dari adanya proses pembelahan sel yang terjadi pada organisme yang bereproduksi secara seksual, di mana satu sel induk membelah menjadi empat sel anak, masing-masing memiliki setengah jumlah kromosom dari sel induknya (haploid). Proses ini sendiri penting dalam pembentukan sel gamet (sperma dan sel telur) pada hewan, serta spora pada tumbuhan.

Pengertian Pembelahan Meiosis

Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan untuk menghasilkan keturunan. Keturunan tersebut sudah pasti identik dengan induknya atau disebut sejenis. Proses ini disebabkan oleh mekanisme yang terjadi mulai dari pembuahan hingga perkembangbiakan. Sel-sel kelamin berpengaruh besar pada proses pergiliran keturunan. Pembelahan inilah yang disebut dengan pembelahan meiosis.

Pembelahan meiosis adalah pembelahan yang secara khusus hanya terjadi pada organ kelamin mkahluk hidup. Pembelahan meiosis berbeda fungsinya dengan pembelahan mitosis. Melalui pembelahan meiosis akan dihasilkan sel gamet yaitu sel sperma (jantan) dan sel telur (betina). Hasil dari pembelahan meiosis sel anak hanya memiliki kromosom berjumlah setengah dari kromosom induk.

Pembelahan meiosis merupakan pembelahan sel dengan hasil 4 sel anakan. Sel anakan hanya memiliki separuh kromosom sel induk, tidak seperti pada pembelahan mitosis. Oleh karena itu, kromosom sel anakan disebut n atau haploid. Pembelahan meiosis disebut juga dengan pembelahan reduksi.

Pembelahan meiosis memiliki tahapan yang sama dengan pembelahan mitosis. Perbedaannya adalah pembelahan meiosis pada setiap tahapannya terjadi sebanyak dua kali dalam dua siklus. Maka tahapan meiosis secara berturut-turut dikenal dengan profase I, metafase I, anafase I, telofase I, profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II.

Tahapan profase I ditandai dengan membran ini yang mulai rusak sehingga terbagi menjadii fragmen. Selanjutnya fragmen-fragmen tersebut akan membentuk gelondong pembelahan. Di dalam gelondong benang-benang kromatin memadat hingga berubah menjadi kromosom homolog yang berpasangan. Fase terakhir pada tahap ini yaitu pindah silang atau pertukaran molekul DNA.

Tahap selanjutnya metafase I, yaitu proses ketika kromosom mulai berjejer pada bidang ekuator. Tahapan anafase I ditandai dengan kromosom homolog berpasangan yang akan memisah dan bergerak ke kutub-kutub berlawanan. Tahapan ini mematangkan setiap kromosom untuk berdiri sendiri dan siap dipisahkan menjadi sel baru.

Tahapan terakhir pada meiosis I adalah telofase I, yaitu proses kromosom homolog yang terpisah. Ketika membran inti mulai kembali terbentuk maka dilanjutkan ke tahap sitokinesis. Pada tahapan ini akan dibentuk dua sel anakan dengan sifat haploid hasil dari pembelahan.

Proses meiosis II memiliki tahapan dengan nama-nama yang sama pada meiosis I. Proses yang terjadi pada setiap tahapan pun tidak berbeda jauh. Hanya saja karena meiosis II sudah diawali dengan dua sel anakan, maka hasil akhir dari meiosis II adalah empat anakan yang bersifat haploid (n).

Pembelahan meiosis seperti yang sudah dipaparkan terjadi dalam dua kali pembelahan. Oleh karena itu,  proses pembelahan meiosis akan memakan waktu lebih lama dari mitosis. Walaupun lebih lama, kromosom yang dimiliki oleh keempat anakan hanya berjumlah setengah dari jumlah kromosom induk saja.

Tujuan Pembelahan Meiosis

Pembelahan sel yang terjadi pada sel kelamin ini memiliki tujuan sebagai berikut :

  1. Terjadi dalam sel kelamin (gonad) dan berperan dalam proses reproduksi.
  2. Mempertahankan diploid pada setiap tubuh makhluk hidup.
  3. Sebagai pembelahan sel tipe reproduksi seksual.
  4. Salah satu mekanisme reproduksi pada organisme mikro dan makro.
  5. Sebagai proses pencampuran genetik antara sel jantan dan sel betina.

Itulah saja informasi yang bisa dibagikan pada kalian tentang adanya beragam tujuan dilakukan pembelahan meiosis beserta dengan penjelasannya. Semoga saja memberikan wawasan bagi kalian semuanya lho ya.