Jenis Bahan yang Dapat Menghantarkan Listrik

Diposting pada
3.5/5 - (2 votes)

Contoh Bahan Dapat Menghantarkan Listrik

Setiap kita memperherhatikan perlengkapan yang ada di sekitar kita, setiap klasifikasi benda tersusun atas bahan tertentu. Dengan bentuk dan fungsi yang berbeda, tentunya masing-masing benda memiliki ciri-ciri khusus tertentu. Misalnya di rumah, umumnnya banyak ditemukan perlengkapan yang membutuhkan listrik atau disebut alat elektronik. Alat elektronik sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun semuanya tidak dapat digunakan tanpa adanya listrik. Listrik dinamis dan listrik statis merupakan aliran yang bersumber dari energi listrik. berdasarkan sumbernya energi listrik dihasilkan dari beberapa bahan alam, misalnya fosil, air, angin, atau sinar matahari dalam kapasitas tertentu.

Saat ini listrik mempunyai peran yang sangat penting dan akan merepotkan rasanya jika tidak ada listrik. Berbicara tentang listrik erat kaitannya dengan sifat kelistrikan. Listrik dapat dihantarkan melalui benda-benda tertentu, sehingga benda yang dialirkan listrik akan memiliki sifat kelistrikan yang sama. Pada artikel ini, akan dibahas mengenai penghantar listrik atau konduktor, sebelumnya kita lebih dulu pahami pengertian konduktor di bawah ini.

Bahan Dapat Menghantarkan Listrik

Benda yang dengan mudah mengantarkan alur listrik dikenal dengan arti konduktor, dimana ia memiliki hambatan dengan nilai yang kecil, sesuai dengan hambatan jenisnya. Elektron pada kulit atom terluar pada konduktor memiliki gaya tarik terhadap inti yang juga lemah.

Dengan begitu ketika ujung-ujung konduktor dihubungkan dengan tegangan listrik walaupun kecil, elektron akan bergerak bebas. Peristiwa ini mendukung arus listrik (aliran elektron) mengalir melalui konduktor.

Jenis Bahan yang Dapat Menghantarkan Listrik

Bahan yang dapat menghantarkan listrik umumnya berasal dari golongan logam-logam tertentu, misalnya tembaga, alumunium, besi. Akan tetapi masih banyak jenis lain dari bahan serupa yang juga dapat menghantarkan listrik. Bahkan bahan-bahan tersebut dapat mudah ditemukan di sekitar kita. Berikut jenis-jenis bahan yang bersifat konduktor atau dapat menghantarkan arus listrik.

  1. Tembaga

Tembaga merupakan bahan yang dapat meghantarkan listrik dengan resistenti rendah. Elektron terluarnya berikatan lemah dengan inti, sehingga dapat mengalir bebas ketika  dialirkan arus listrik. Namun pada tembaga energi yang akan hilang saat berikatan dengan arus listrik jumlahnya lebih sedikit dibandingkan jenis logam lainnya.

Tembaga adalah salah satu logam yang memiliki sifat sebagai berikut :

  1. Memiliki tingkat kelelehan yang rendah, sehingga cukup tahan akan pemanasan.
  2. Bersifat konduktif terhadap termal dan listrik yang sangat baik dan tahan akan korosi (pengkaratan).
  3. Dapat didaur ulang menjadi berbagai macam bentuk. Bahannya yang keras mudah untuk dipadukan dengan bahan lain.
  4. Bersifat nonmagnetik, desinfektam, dan mudah dikombinasi dengan logam lain.

Tembaga dengan sifat-sifat yang telah disebutkan banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari. Penggunaannya tidak hanya pada instalasi listrik, namun juga alat-alat lain. Misalnya pada kabel listrik dan grounding, lonceng listrik, kunci motor, alat masak, transformator, dan lain-lain.

Tembaga merupakan konduktor yang sangat baik, sehingga ketika ditemukan pada kabel-kabel listrik bagiannya selalu tertutup. Jika tidak, tembaga yang terbuka akan menimbulkan risiko berbahaya bagi sekitar. Selain itu, walaupun tahan korosi apabila terus bersinggungan dengan udara maka tembaga kemungkinan dapat berkarat juga dan hal tersebut tidak dapat dihindari.

  1. Alumunium

Alumunium yaitu logam yang biasanya digunakan pada atribut listrik mekanis. Walaupun demikian, alumunium juga konduktor yang berguna sebagai pelengkap peralatan lain. Alumunium berguna pada banyak bidang, diantaranya di bidang industri untuk antena, tangga, penutup farmasi. Selain itu juga pada aplikasi pengemasan, contohnya kemasan logam, tutup sekrup pada mineralisasi air, dan juga digunakan pada alat-alat masak.

Alumunium banyak digunakan pada alat-alat masak karena tidak bersifat racun. Selain itu alumunium cukup tahan terhadap korosi. Dengan begitu alumunium aman untuk digunakan sebagai peralatan dapur atau alat-alat masak.

  1. Kuningan

Kuningan merupakan konduktor yang digunakan pada keperluan instalasi listrik karena biayanya yang rendah dan terjangkau. Beberapa bagian dari seng yang dicampur dengan komposisi berbeda akan membuat hampir 15 jenis kuningan. Kuningan merupakan perpaduan dari tembaga, biasanya digunakan untuk konektor, siwtch, kontak, dan yang paling khas adalah sebagai logam pembuat alat musik karena sifatnya yang elastis dan akustik.

  1. Perak

Perak merupakan salah satu logam yang tahan korosi, sama seperti tembaga. Dengan sifat tersebut perak cukup baik untuk penggunaan listrik. Perak juga merupakan logam yang sangat cocok dibuat sebagai perhiasan. Selain itu, masih banyak kegunaan perak sebagai pelengkap, yaitu pada alat-alat di bawah ini :

  1. Panel surya
  2. Logam solder
  3. Fotografi film
  4. Mobil
  5. Kontak switch
  1. Besi

Besi adalah salah satu logam yang dapat menghantarkan listrik dengan baik karena memiliki kapasitas redaman. Besi memiliki simbol Fe atau ferrum, dengan susunan bahan yang sedemikian rupa besi dapat meleleh ketika dipanaskan dalam arti suhu tinggi.

Bahan konduktornya dimanfaatkan pada generator, motor, perangkat penyimpanan audio dan video, transformer. Selain itu besi juga bersifat magnet yang kuat dan diaplikasikan pada kebutuhan medis yaitu MRI.

  1. Perunggu

Perunggu merupakan jenis logam perpaduan antara tembaga dengan kandungan timbal, alumunium, nikel, dan silikon. Sifat konduktornya lebih kuat daripada kuningan, dan juga tahan terhadap korosi. Selain itu perunggu bersifat fleksibel sehingga banyak digunakan pada bantalan bola, instrumen bedah, serta artefak cor.

  1. Emas

Emas merupakan logam yang paling terkenal digunakan sebagai perhiasan. Namun sebagai penghantar arus listrik, emas juga digunakan sebagai sakelar, kontak listrik, smart TV, dan memproduksi komponen elektronik. Emas cocok digunakan pada perangkat elektronik karena memiliki sifat anti korosi.

Selain sebagai perhiasan, kegunaan emas lainnya yaitu sebagai pelengkap pada ponsel, modul GPS, kalkulator digital, PDA. Selain itu emas dapat diaplikasikan untuk diagnostik medis, komponen mekanis industri aerospace, dan komponen satelit.

Emas memang bersifat dapat menghantarkan listrik dengan sangat baik. Akan tetapi karena bahannya yang mahal, maka sebagai konduktor emas cukup jarang digunakan. Sebagai alternatif dari emas, pada perlengkapan yang berkaitan dengan listrik dapat digunakan platinum.

  1. Platinum

Platinum adalah logam dengan sifat konduktor yang dapat digunakan sebagai alternatif emas. Oleh karena itu platinum juga dapat digunakan pada sakelar listrik dan kontak untuk mencegah pengkaratan. Selain digunakan pada alat elektronik, platinum juga dimanfaatkan pada pengolahan kimia sebagai katalisator. Selain itu, platinum dimanfaatkan pada industri kaca untuk menghasilkan warna, dan juga mengesktraksi minyak mentah.

  1. Merkuri

Raksa atau merkuri merupakan logam yang sering ditemukan pada salah satu alat medis pengecek suhu yaitu termometer. Sebagai logam merkuri memiliki sifat dapat menghantarkan aliran listrik yang dimanfaatkan dalam berbagai peralatan elektronik. Contohnya pada sakelar lampu, perangkat termostatik (sistem pemanas dan pendingin), serta digunakan pada kendaraan.

Pada bidang medis, selain digunakan untuk termometer merkuri juga dimanfaatkan pada pengukur tekanan darah. Untuk keperluan operasi, merkuri digunakan pada hydrometer, barometer, dan hygrometer.

  1. Grafit

Grafit merupakan jenis logam yang mungkin cukup asing bagi kita, akan tetapi fungsinya sebagai penghantar arus listrik banyak dimanfaatkan pada kehidupan. Grafit tidak seperti konduktor lain, karena sifatnya semikonduktor atau hanya dapat mengalirkan listrik sebagian (penghantar lemah).

Grafit digunakan pada pembuatan chip yang terintegrasi dengan monocrystalline. Selain itu grafit juga digunakan pada pembuatan elektroda untuk ukiran plasma. Masih terdapat beberapa kegunaan dari grafit pada kehidupan yaitu sebagai berikut :

  1. Implantasi ion
  2. Serat optik
  3. Desain aplikasi kriogenik
  4. Ubin permukaan pesawat ulak-alik
  5. Motor listrik dan komponen generator pada mobil otomotif
  6. Pelengkap sistem pengereman

Dalam bidang pertahanan grafit digunakan sebagai elemen pembangun komponen tanpa bobot. Beberapa diantaranya yang paling sering digunakan adalah kapal tanpa awak, rudal udara, serta roda dan kendaraan pelacak.

Demikianlah artikel yang bisa kami selesaikan dan bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan macam bahan yang dapat dengan mudah menghantarkan arus listrik. Semoga bisa memberi edukasi, referensi, serta menambah literasi bagi semuanya.

Gambar Gravatar
Niken Triana Putri adalah Salah satu Mahasiswi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Kampus Islam Negeri yang ada di Jakarta. Saat ini selain menyelsaikan tugas akhir juga sibuk menulis di website gurusains.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *